Borneo FC kembali menjadi sorotan menjelang musim 2026/2027. Klub berjuluk Pesut Etam itu melakukan perombakan besar-besaran setelah melepas 15 pemain sekaligus pada bursa transfer. Tak hanya para pemain, pelatih kepala Fabio Lefundes bersama sejumlah staf kepelatihannya juga memilih meninggalkan Samarinda.
Keputusan tersebut tentu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Borneo FC baru saja menjalani musim yang luar biasa dengan finis di posisi kedua klasemen akhir. Bahkan, mereka mengoleksi jumlah poin yang sama dengan juara liga, Persib Bandung, yakni 79 poin.
Meski kehilangan banyak sosok penting, kiper utama sekaligus pemain senior Borneo FC, Nadeo Argawinata, menilai situasi tersebut merupakan hal yang lumrah dalam dunia sepak bola profesional. Ia pun memilih tetap bertahan dan siap membantu tim meraih target yang lebih tinggi musim depan.
Borneo FC Lakukan Perombakan Besar Setelah Musim Gemilang
Musim lalu sebenarnya menjadi salah satu musim terbaik bagi Borneo FC. Pesut Etam tampil konsisten sepanjang kompetisi dan terus bersaing di papan atas hingga pekan terakhir.
Mereka bahkan mengakhiri musim dengan jumlah poin yang identik dengan Persib Bandung. Namun, aturan head-to-head membuat Borneo FC harus puas finis di posisi kedua setelah mencatat satu kekalahan dan satu hasil imbang saat menghadapi Persib.
Meski berhasil menjadi salah satu tim terbaik di kompetisi, manajemen Borneo FC tetap mengambil langkah besar dengan melakukan perombakan skuad.
Beberapa perubahan yang terjadi meliputi:
- Melepas 15 pemain dari skuad musim lalu.
- Berpisah dengan pelatih Fabio Lefundes.
- Melepas sejumlah staf kepelatihan.
- Menyiapkan wajah baru untuk musim 2026/2027.
- Membuka ruang bagi pemain dan strategi baru.
Langkah tersebut menandakan bahwa Borneo FC ingin membangun kekuatan baru demi mewujudkan ambisi menjadi juara pada musim mendatang.
Nadeo Argawinata Anggap Pergantian Pemain Sebagai Hal Wajar
Di tengah eksodus besar yang terjadi, Nadeo Argawinata memilih melihat situasi tersebut secara positif. Kiper Timnas Indonesia itu menilai pergantian pemain maupun pelatih merupakan bagian dari dinamika sepak bola modern.
Menurutnya, Borneo FC sebenarnya sudah beberapa kali melakukan hal serupa dalam beberapa musim terakhir. Klub terus melakukan evaluasi dan peremajaan demi menjaga daya saing di level tertinggi.
Karena itu, kepergian banyak pemain tidak membuat ruang ganti Borneo FC kehilangan optimisme.
Nadeo memahami bahwa setiap klub memiliki strategi masing-masing dalam membangun tim. Selama manajemen memiliki visi yang jelas, perubahan besar bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Justru, menurutnya, kehadiran pemain baru nantinya bisa menghadirkan energi segar yang membantu tim berkembang lebih baik lagi.
Alasan Nadeo Tetap Bertahan di Samarinda
Ketika banyak pemain memilih meninggalkan klub, Nadeo justru mengambil keputusan berbeda. Kiper berusia 29 tahun tersebut baru saja memperpanjang masa baktinya bersama Borneo FC.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Sebagai pemain yang telah membela Pesut Etam selama enam musim, Nadeo merasa masih memiliki hubungan yang kuat dengan klub.
Ia mengaku memilih bertahan karena melihat keseriusan manajemen dalam mempertahankan jasanya.
Selain itu, ada beberapa faktor lain yang membuatnya tetap nyaman berada di Samarinda.
Alasan Nadeo bertahan di Borneo FC:
- Mendapat kepercayaan sebagai pilihan utama di bawah mistar.
- Kondisi finansial klub yang dinilai sehat dan profesional.
- Keseriusan manajemen dalam mempertahankannya.
- Sudah memiliki ikatan emosional dengan klub dan suporter.
- Masih memiliki target yang ingin dicapai bersama Borneo FC.
Menurut Nadeo, keputusan pindah klub tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Semua harus dipertimbangkan secara matang, baik dari sisi karier maupun masa depan.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebenarnya ada beberapa tawaran dari klub lain. Namun hingga saat ini, Borneo FC menjadi pihak yang paling serius dalam menunjukkan komitmennya.
Ambisi Juara Masih Menjadi Prioritas Utama
Meski gagal meraih gelar dalam dua musim terakhir, semangat Borneo FC untuk menjadi juara tidak pernah surut.
Sebagai salah satu pemain senior di dalam tim, Nadeo berharap musim 2026/2027 menjadi momentum kebangkitan bagi Pesut Etam.
Target juara tetap menjadi tujuan utama yang ingin diwujudkan oleh seluruh elemen klub.
Setelah dua kali finis sebagai runner-up, Borneo FC tentu tidak ingin kembali mengulang hasil yang sama. Pengalaman bersaing di papan atas selama beberapa musim terakhir menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi yang semakin ketat.
Nadeo juga memiliki target pribadi yang tidak kalah besar.
Ia ingin terus meningkatkan performanya sebagai penjaga gawang dan memberikan kontribusi maksimal setiap kali dipercaya tampil.
Sebagai salah satu kiper terbaik Indonesia saat ini, tanggung jawab tersebut menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang.
Era Baru Borneo FC Dimulai
Perombakan besar yang dilakukan Borneo FC memang memunculkan banyak pertanyaan di kalangan suporter. Kehilangan 15 pemain serta jajaran pelatih tentu bukan hal kecil bagi sebuah klub yang baru saja bersaing memperebutkan gelar juara.
Namun di balik perubahan besar tersebut, tersimpan harapan untuk membangun kekuatan baru yang lebih kompetitif.
Kehadiran pemain baru, strategi baru, dan semangat baru diharapkan mampu membawa Pesut Etam melangkah lebih jauh dibanding musim sebelumnya.
Dengan sosok-sosok berpengalaman seperti Nadeo Argawinata yang tetap bertahan, Borneo FC masih memiliki fondasi kuat untuk menghadapi tantangan musim 2026/2027.
Kini, para pendukung hanya tinggal menunggu bagaimana wajah baru Pesut Etam akan terbentuk. Satu hal yang pasti, target juara masih menjadi mimpi besar yang ingin diwujudkan oleh seluruh keluarga besar Borneo FC setelah dua musim berturut-turut hanya mampu finis di posisi kedua.
BACA JUGA :












