1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Tak Beri Umpan ke Ronaldo, Pemain Portugal Jadi Sasaran Kritik di Media Sosial

Timnas Portugal tengah menghadapi sorotan tajam setelah gagal meraih kemenangan pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026. Hasil imbang 1-1 melawan Kongo di NRG Stadium, Houston, bukan hanya membuat langkah Selecao Eropa semakin berat, tetapi juga memicu gelombang kontroversi yang melibatkan Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan setimnya.

Di media sosial, sejumlah pemain Portugal seperti Bruno Fernandes, Vitinha, Joao Neves, hingga Pedro Neto menjadi sasaran kemarahan para pendukung CR7. Mereka dituding tidak memberikan dukungan maksimal kepada sang kapten, bahkan muncul tuduhan bahwa Ronaldo sengaja “diabaikan” selama pertandingan berlangsung.

Situasi ini memunculkan spekulasi mengenai adanya ketegangan di dalam skuad Portugal, sesuatu yang tentu menjadi ancaman serius bagi ambisi mereka di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Ronaldo Kesulitan Bersinar Saat Portugal Gagal Menang

Pertandingan melawan Kongo sejatinya menjadi kesempatan bagi Portugal untuk mengamankan tiga poin penting. Apalagi secara peringkat FIFA, Portugal unggul jauh dibandingkan lawannya.

Namun kenyataan di lapangan berkata lain.

Meski tampil penuh selama 90 menit, Cristiano Ronaldo kesulitan memberikan pengaruh besar terhadap permainan tim. Penyerang berusia 41 tahun itu tampak terisolasi di lini depan dan jarang mendapatkan suplai bola yang memadai.

Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Ronaldo hanya mencatatkan 25 sentuhan bola sepanjang laga. Bahkan dalam 67 menit pertama, ia tidak mampu melepaskan satu pun percobaan tembakan ke arah gawang.

Ketika peluang akhirnya datang, tiga tembakan yang dilepaskan sang megabintang juga gagal menemui sasaran. Tidak ada satupun yang benar-benar mengancam kiper Kongo.

Selain gagal mencetak gol, Ronaldo juga tidak menciptakan peluang berbahaya bagi rekan-rekannya, membuat performanya menjadi bahan perdebatan di kalangan pengamat sepak bola.

Roberto Martinez Ikut Jadi Sasaran Kritik

Tak hanya para pemain yang mendapat tekanan, pelatih Portugal Roberto Martinez juga menjadi target kritik setelah pertandingan.

Banyak pihak mempertanyakan keputusannya mempertahankan Ronaldo di lapangan hingga peluit akhir dibunyikan, meskipun sang penyerang terlihat kesulitan menemukan ritme permainan.

Beberapa media Inggris bahkan melaporkan adanya anggapan bahwa Martinez terlalu berhati-hati dalam menangani Ronaldo dan enggan mengambil keputusan yang berpotensi memicu kontroversi.

Keputusan untuk tidak mengganti Ronaldo di tengah performa yang kurang maksimal dinilai sebagian pengamat sebagai salah satu faktor yang membuat Portugal gagal menemukan solusi di lini serang.

Muncul Tuduhan Rekan Setim Sengaja Mengabaikan Ronaldo

Kontroversi semakin memanas setelah sejumlah pendukung fanatik Ronaldo mulai melontarkan tuduhan serius kepada para pemain Portugal.

Di berbagai platform media sosial, muncul narasi yang menyebut bahwa beberapa pemain sengaja tidak mengalirkan bola kepada Ronaldo dalam sejumlah momen penting pertandingan.

Tuduhan tersebut bahkan mendapat perhatian lebih luas setelah kakak perempuan Ronaldo, Katia Aveiro, ikut memberikan reaksi yang dianggap mendukung pandangan bahwa sang adik tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya di dalam tim.

Meski tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut, isu ini terus berkembang dan memecah opini di kalangan penggemar Portugal.

Pengamat Portugal Khawatir Terjadi Polarisasi di Dalam Tim

Jurnalis olahraga senior Portugal, Vitor Pinto, menilai situasi yang berkembang saat ini cukup mengkhawatirkan.

Menurutnya, perdebatan yang terus berpusat pada Cristiano Ronaldo berpotensi menciptakan kubu-kubu di dalam lingkungan tim nasional.

“Situasi ini menunjukkan adanya risiko polarisasi yang semakin besar. Setiap kritik terhadap Cristiano Ronaldo selalu memunculkan reaksi keras, dan dari situlah perpecahan mulai terbentuk,” ujar Pinto.

Meski demikian, Pinto dengan tegas menolak tuduhan bahwa ada upaya terorganisasi untuk menyingkirkan Ronaldo dari permainan Portugal.

“Saya tidak percaya ada boikot terhadap Cristiano Ronaldo. Tidak ada sabotase atau konspirasi di dalam tim nasional Portugal,” tegasnya.

Pernyataan tersebut bertujuan meredam spekulasi yang mulai berkembang liar di media sosial dan media internasional.

Akun Media Sosial Pemain Portugal Diserbu Netizen

Dampak dari kontroversi ini langsung terasa di dunia maya.

Tak lama setelah pertandingan berakhir, akun Instagram sejumlah pemain Portugal dibanjiri komentar dari para pendukung Ronaldo.

Bruno Fernandes, Vitinha, Joao Neves, dan Pedro Neto menjadi beberapa nama yang paling banyak menerima kritik. Banyak komentar yang menuduh mereka sengaja mengabaikan Ronaldo ketika berada dalam posisi yang berpotensi menghasilkan peluang.

Joao Neves bahkan menjadi sasaran kritik lebih besar setelah memberikan komentar pascapertandingan yang viral.

Gelandang muda Paris Saint-Germain tersebut menegaskan bahwa Ronaldo adalah bagian dari tim dan tidak mendapatkan perlakuan khusus dibandingkan pemain lain.

“Kami tahu apa yang telah Cristiano lakukan untuk tim nasional dan dunia sepak bola. Namun saat ini dia sama seperti pemain lainnya. Dia ada di sini untuk membantu tim, sama seperti kami semua,” ujar Neves.

Pernyataan itu justru memicu kemarahan sebagian pendukung CR7 yang menganggap sang gelandang tidak menghormati status legenda yang dimiliki Ronaldo.

Tak hanya akun pribadi Neves yang diserbu komentar negatif, akun media sosial milik kekasihnya, Madalena Aragao, juga ikut menjadi sasaran para netizen.

Catatan Gol Ronaldo di Turnamen Besar Jadi Sorotan

Di tengah kontroversi yang berkembang, statistik Ronaldo dalam turnamen besar kembali menjadi bahan pembicaraan.

Laga melawan Kongo memperpanjang catatan tanpa gol Ronaldo di ajang besar menjadi 10 pertandingan berturut-turut jika menghitung Piala Dunia dan Piala Eropa.

Terakhir kali ia mencetak gol di turnamen besar adalah saat membobol gawang Ghana pada laga pembuka Portugal di Piala Dunia 2022.

Setelah pertandingan tersebut, Ronaldo gagal mencetak gol lagi di Qatar dan bahkan sempat kehilangan tempat di tim utama pada fase gugur ketika Portugal masih dilatih Fernando Santos.

Kini, hampir empat tahun kemudian, pertanyaan yang sama kembali muncul: apakah Ronaldo masih bisa menjadi pembeda bagi Portugal di level tertinggi?

Portugal Harus Segera Meredam Polemik

Terlepas dari benar atau tidaknya tuduhan yang beredar, Portugal menghadapi tantangan besar untuk menjaga keharmonisan tim di tengah tekanan Piala Dunia 2026.

Dengan persaingan grup yang semakin ketat, fokus skuad seharusnya tertuju pada upaya lolos ke fase gugur, bukan pada perdebatan yang berpotensi memecah konsentrasi tim.

Cristiano Ronaldo tetap menjadi ikon terbesar Portugal dan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola. Namun di saat yang sama, keberhasilan tim nasional tidak bisa bergantung pada satu pemain semata.

Jika polemik ini terus berkembang, Portugal berisiko menghadapi masalah yang lebih besar daripada sekadar kehilangan poin di lapangan. Yang dibutuhkan saat ini adalah persatuan, bukan perpecahan, agar mereka tetap memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan gelar Piala Dunia 2026.

BACA JUGA :

CLOSE