Mimpi melihat Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia bukan lagi sekadar angan-angan. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Skuad Garuda menunjukkan tren positif yang membuat optimisme publik semakin tinggi. PSSI pun tidak ingin terlena dengan capaian yang ada. Seperti pepatah “sedia payung sebelum hujan”, federasi sepak bola Indonesia terus mempersiapkan langkah terbaik demi mewujudkan target besar lolos ke Piala Dunia 2030.
Komitmen tersebut kembali terlihat saat Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya di Hambalang, Sentul, Bogor. Dalam pertemuan penting itu, Erick turut membawa pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk melaporkan perkembangan terkini sepak bola nasional sekaligus memaparkan target jangka panjang Garuda.
Erick Thohir Laporkan Perkembangan Timnas Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir menyampaikan berbagai pencapaian Timnas Indonesia sejak ditangani John Herdman pada Januari 2025.
Salah satu perkembangan yang menjadi sorotan adalah peningkatan peringkat FIFA Indonesia. Saat ini, posisi Indonesia naik dari peringkat 122 dunia menjadi 118 dunia. Kenaikan tersebut didapat setelah Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan penting atas Oman dan Mozambik dalam agenda FIFA Matchday.
Peningkatan peringkat FIFA menjadi indikator bahwa program yang dijalankan PSSI mulai menunjukkan hasil positif. Selain itu, strategi pengembangan pemain dan program naturalisasi juga terus memperkuat kualitas skuad Garuda.
Tak hanya membahas capaian saat ini, Erick juga melaporkan berbagai agenda besar yang akan dihadapi Timnas Indonesia ke depan, antara lain:
- Piala AFF
- FIFA ASEAN Cup
- Piala Asia 2027
- Kualifikasi Piala Dunia 2030 Zona Asia
- Pengembangan pemain usia muda
- Program peningkatan kualitas kompetisi nasional
Presiden Prabowo Berikan Dukungan Penuh
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memberikan respons positif terhadap laporan yang disampaikan PSSI. Kepala negara juga mengapresiasi pencapaian yang telah diraih Jay Idzes dan rekan-rekannya dalam beberapa tahun terakhir.
Lebih dari itu, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Dukungan tersebut dinilai sangat penting mengingat target yang ingin dicapai bukanlah target biasa, melainkan lolos ke Piala Dunia 2030.
Sinergi antara pemerintah dan PSSI menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempercepat perkembangan sepak bola nasional. Dengan dukungan yang kuat, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di level Asia maupun dunia.
Peluang Indonesia ke Piala Dunia 2030 Semakin Terbuka
Jika melihat perkembangan dalam beberapa tahun terakhir, peluang Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2030 memang semakin terbuka.
Beberapa faktor yang mendukung optimisme tersebut antara lain:
1. Kualitas Skuad yang Terus Meningkat
Kehadiran sejumlah pemain keturunan dan program naturalisasi membuat kedalaman skuad Indonesia semakin kompetitif. Banyak pemain yang kini berkarier di liga-liga Eropa dan memiliki pengalaman bermain di level tinggi.
2. Prestasi di Kualifikasi Piala Dunia
Indonesia berhasil mencatat sejarah dengan melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Garuda sudah mampu bersaing dengan negara-negara kuat di kawasan Asia.
3. Dukungan Pemerintah dan PSSI
Keseriusan pemerintah dan federasi dalam membangun sepak bola nasional memberikan fondasi kuat bagi perkembangan tim nasional dalam jangka panjang.
Wacana Piala Dunia 64 Tim Jadi Kabar Baik
Selain faktor internal, ada satu isu yang belakangan ramai dibahas dan berpotensi menguntungkan Timnas Indonesia. Isu tersebut adalah kemungkinan penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan atau yang akrab disapa Bung Ropan, ikut menyoroti wacana tersebut.
Menurutnya, FIFA telah membuat perubahan besar pada Piala Dunia 2026 dengan menambah jumlah peserta dari 32 menjadi 48 negara. Turnamen tersebut juga menjadi sejarah baru karena digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Menariknya, beberapa negara yang sebelumnya belum pernah tampil di Piala Dunia akhirnya berhasil lolos ke edisi 2026. Hal itu menunjukkan bahwa peluang bagi negara berkembang semakin besar.
Bung Ropan menilai jika FIFA benar-benar menambah peserta menjadi 64 tim pada edisi 2030 atau 2034, maka peluang Indonesia untuk lolos akan semakin meningkat.
Bagaimana Format 64 Tim Bisa Menguntungkan Indonesia?
Saat ini, format 48 tim dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat negara. Nantinya, juara grup, runner-up grup, serta beberapa peringkat ketiga terbaik akan melaju ke fase gugur.
Jika jumlah peserta meningkat menjadi 64 tim, maka kemungkinan akan terbentuk 16 grup yang masing-masing berisi empat tim.
Beberapa keuntungan yang bisa dirasakan Indonesia antara lain:
- Kuota Asia berpotensi bertambah
- Persaingan menjadi lebih terbuka
- Negara berkembang memiliki peluang lebih besar lolos
- Jalur kualifikasi menjadi lebih fleksibel
- Kesempatan mencetak sejarah semakin besar
Bung Ropan menyebut bahwa apabila kuota Asia bertambah, Indonesia yang sebelumnya mampu mencapai putaran keempat kualifikasi tentu memiliki peluang lebih besar untuk merebut tiket ke putaran final.
Fokus Utama Tetap Piala Dunia 2030
Meski wacana 64 tim masih sebatas pembahasan, fokus utama PSSI saat ini tetap mengarahkan seluruh program menuju Piala Dunia 2030.
John Herdman dipercaya untuk membangun tim yang lebih kuat, lebih kompetitif, dan mampu bersaing dengan negara-negara elite Asia. Perjalanan memang masih panjang, namun fondasi yang dibangun saat ini terlihat jauh lebih menjanjikan dibanding beberapa tahun lalu.
Dengan dukungan pemerintah, peningkatan kualitas pemain, program naturalisasi yang berkelanjutan, serta kemungkinan bertambahnya kuota peserta Piala Dunia, harapan melihat Merah Putih tampil di panggung sepak bola terbesar dunia kini terasa semakin realistis.
Jika perkembangan positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu kejutan besar Asia dan akhirnya mewujudkan mimpi yang telah dinantikan jutaan suporter selama puluhan tahun: tampil di Piala Dunia 2030.
BACA JUGA :












