Timnas Jerman harus menelan pil pahit di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir secara dramatis di babak 32 besar. Die Mannschaft kalah dari Timnas Paraguay lewat adu penalti 3-4 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Boston Stadium, Selasa (30-6-2026) pagi WIB.
Namun, yang membuat kekalahan ini semakin panas bukan hanya hasil akhir, melainkan keputusan kontroversial VAR yang membatalkan gol penting Jonathan Tah di babak tambahan waktu. Momen ini langsung memicu perdebatan besar di dunia sepak bola, termasuk reaksi keras dari Jurgen Klopp.
Jerman Tersingkir Lewat Drama Adu Penalti
Pertandingan antara Jerman vs Paraguay berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim saling menyerang dan tidak memberikan ruang mudah di lini pertahanan.
Setelah 90 menit berakhir dengan skor imbang, laga dilanjutkan ke extra time. Di sinilah drama terbesar terjadi, ketika Jerman sempat merasa berhasil membalikkan keadaan.
Namun, harapan itu runtuh di momen yang sangat kontroversial.
Gol Jonathan Tah Dianulir VAR, Suasana Langsung Berubah
Puncak kontroversi terjadi saat Jonathan Tah mencetak gol lewat sundulan hasil sepak pojok. Para pemain Jerman langsung merayakan gol yang dianggap sebagai penentu kemenangan.
Namun suasana berubah drastis hanya dalam hitungan detik.
Wasit Jalal Jayed dari Maroko kemudian meninjau ulang insiden tersebut melalui VAR. Hasilnya mengejutkan: gol dibatalkan.
Poin penting insiden VAR:
- Jonathan Tah mencetak gol lewat sundulan
- Jerman sempat unggul 2-1 dan melakukan selebrasi
- VAR memeriksa kontak di kotak penalti
- Gol dianulir karena dianggap ada pelanggaran
- Skor kembali imbang hingga penalti
Insiden tersebut membuat pertandingan kembali terbuka dan akhirnya berujung pada kekalahan Jerman.
Kontroversi Pelanggaran yang Jadi Perdebatan
Dalam tayangan ulang, bek Jerman Waldemar Anton dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill. Kontak tersebut menjadi dasar utama VAR membatalkan gol.
Namun keputusan itu tidak diterima semua pihak.
Sebagian analis menilai kontak tersebut terlalu ringan untuk dianggap pelanggaran serius yang mengubah hasil pertandingan.
Jurgen Klopp Meledak: Kritik Pedas untuk VAR
Reaksi paling keras datang dari Jurgen Klopp. Mantan pelatih Liverpool itu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan VAR yang membatalkan gol Jerman.
Dalam komentarnya, Klopp bahkan menyindir bahwa keputusan seperti itu tidak konsisten dengan standar kompetisi besar lainnya.
“Jika gol seperti itu dianulir, Arsenal tidak akan menjadi juara Inggris. Mereka mencetak 60 persen gol mereka dengan cara seperti itu. Jadi, keputusan itu jelas brutal,” ujar Klopp.
Pernyataan tersebut langsung menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar sepak bola dunia.
Kritik Tambahan: VAR Dinilai Terlalu Kaku
Selain Klopp, analis wasit Patrick Ittrich juga memberikan pandangan kritis terhadap keputusan tersebut. Menurutnya, VAR tidak seharusnya terlalu sering mengintervensi situasi seperti itu.
Ittrich menilai insiden tersebut bukan termasuk kesalahan yang jelas dan nyata (clear and obvious error), sehingga keputusan wasit di lapangan seharusnya tetap dipertahankan.
Beberapa poin kritik Ittrich:
- Kontak di kotak penalti terlalu ringan
- Tidak ada dorongan signifikan dari Anton
- Kiper tidak terlihat benar-benar terganggu
- VAR terlalu kaku dalam interpretasi
- Keputusan awal seharusnya tidak diubah
Adu Penalti yang Mengakhiri Harapan Jerman
Setelah drama VAR, pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Dalam situasi tegang tersebut, Paraguay tampil lebih tenang dan berhasil menang 4-3.
Jerman pun harus angkat koper lebih cepat dari yang diharapkan di Piala Dunia 2026.
Fakta akhir pertandingan:
- Skor akhir: 1-1 (Paraguay menang penalti 4-3)
- Jerman tersingkir di babak 32 besar
- Gol Tah menjadi titik kontroversi utama
- VAR jadi sorotan terbesar laga
Dampak Besar untuk Masa Depan VAR
Kejadian ini kembali memunculkan perdebatan lama tentang penggunaan VAR di sepak bola modern. Banyak pihak menilai teknologi ini membantu keadilan, tetapi di sisi lain justru menciptakan kontroversi baru.
Isu yang kembali mencuat:
- Konsistensi keputusan VAR di level internasional
- Interpretasi pelanggaran di kotak penalti
- Batas intervensi terhadap keputusan wasit
- Dampak psikologis terhadap pemain
Penutup: Kekalahan yang Tak Akan Cepat Dilupakan
Tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2026 bukan hanya soal kalah di lapangan, tetapi juga tentang keputusan yang akan terus diperdebatkan. Gol Jonathan Tah yang dianulir VAR menjadi simbol kontroversi yang memicu kemarahan Jurgen Klopp dan banyak pihak lainnya.
Di tengah sorotan terhadap teknologi VAR, satu hal pasti: pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu drama paling kontroversial dalam sejarah Die Mannschaft di Piala Dunia.
BACA JUGA :
- SBOTOP : Drama Panas Matheus Cunha Balas Provokasi Jepang dengan Gestur 5 Jari yang Viral
- SBOTOP: Kapten Brasil Marquinhos Balas Sindiran Bintang Jepang untuk Neymar Jelang Duel Panas Piala Dunia
- SBOTOP Paul Scholes Beri Saran Mengejutkan untuk Tuchel: Inggris Harus Cadangkan Declan Rice Demi Menyamai Level Prancis dan Argentina di Piala Dunia












