PSIM Yogyakarta mulai melakukan perombakan skuad menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Sejauh ini, Laskar Mataram telah melepas empat pemain, termasuk mantan bek Timnas Indonesia, Andy Setyo. Meski demikian, hingga awal bursa transfer belum terlihat tanda-tanda perekrutan pemain baru yang bisa mengobati rasa penasaran para pendukung.
Situasi ini membuat suporter PSIM bertanya-tanya. Di saat sejumlah klub pesaing sudah aktif memperkenalkan rekrutan anyar, tim kebanggaan Kota Yogyakarta justru masih terlihat tenang. Apakah manajemen memang sedang menyiapkan kejutan besar, atau memilih bergerak secara hati-hati demi membangun skuad yang lebih kompetitif?
Andy Setyo Resmi Tinggalkan PSIM
Nama terbaru yang dipastikan berpisah dengan PSIM adalah Andy Setyo. Bek berusia 28 tahun tersebut resmi mengakhiri kebersamaannya setelah satu musim memperkuat Laskar Mataram.
Tak butuh waktu lama, Andy Setyo langsung menemukan pelabuhan baru. Mantan pemain Timnas Indonesia itu kini resmi bergabung dengan PSIS Semarang yang tengah mempersiapkan skuad terbaik untuk menghadapi Championship 2026/2027.
Manajemen PSIM menyampaikan apresiasi atas dedikasi sang pemain selama mengenakan seragam biru khas Laskar Mataram.
General Manager PSIM, Steven Sunny, mengucapkan terima kasih atas profesionalisme dan kerja keras yang telah ditunjukkan Andy Setyo sepanjang musim lalu.
“Kami mengucapkan terima kasih untuk Andy Setyo. Apresiasi tertinggi kami berikan untuk profesionalisme dan kerja keras yang sudah dia tunjukkan selama bersama Laskar Mataram.”
Steven Sunny juga mendoakan agar Andy Setyo mampu kembali ke performa terbaiknya bersama klub baru dan terus meraih kesuksesan dalam karier profesionalnya.
Empat Pemain Resmi Berpisah dengan Laskar Mataram
Hingga awal bursa transfer, sudah ada empat pemain yang resmi meninggalkan PSIM Yogyakarta.
Daftar pemain yang hengkang antara lain:
- Andy Setyo
- Ikhsan Chan
- Deri Corfe
- Donny Warmerdam
Dari empat nama tersebut, dua di antaranya merupakan pemain asing yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam perjalanan PSIM musim lalu.
Keputusan melepas beberapa pemain menunjukkan bahwa manajemen mulai melakukan penyegaran skuad demi menghadapi persaingan yang lebih ketat di Super League 2026/2027.
Dua Legiun Asing Ikut Angkat Kaki
Kepergian Deri Corfe dan Donny Warmerdam menjadi sorotan tersendiri.
Deri Corfe sebenarnya cukup dipercaya oleh pelatih Jean-Paul van Gastel untuk mengisi lini depan PSIM. Penyerang asing tersebut tampil sebanyak 30 pertandingan dengan kontribusi yang cukup membantu tim.
Statistik Deri Corfe bersama PSIM:
- 30 pertandingan
- 3 gol
- 1 assist
Meski tidak terlalu produktif, Corfe tetap menjadi salah satu opsi utama di sektor penyerangan sepanjang musim.
Sementara itu, Donny Warmerdam mengalami musim yang kurang beruntung. Cedera panjang sejak awal kompetisi membuat gelandang asal Belanda tersebut kesulitan mendapatkan kesempatan bermain.
Sepanjang musim, Warmerdam hanya mampu mencatatkan 11 penampilan sebelum akhirnya kembali ke Belanda dan resmi bergabung dengan klub kasta kedua, De Graafschap.
Di sisi lain, Deri Corfe kini mulai dikaitkan dengan sejumlah klub Indonesia. Salah satu yang paling santer diberitakan adalah PSIS Semarang yang sedang membangun kekuatan baru untuk Championship 2026/2027.
Bursa Transfer PSIM Masih Adem Ayem
Meski sudah melepas empat pemain, aktivitas transfer PSIM masih tergolong sangat minim.
Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai pemain baru yang akan memperkuat skuad Laskar Mataram musim depan.
Langkah yang baru dilakukan manajemen adalah memperpanjang kontrak penjaga gawang muda Cahya Supriadi.
Kiper berusia 23 tahun tersebut dipastikan tetap membela PSIM selama dua musim ke depan. Keputusan mempertahankan Cahya menunjukkan bahwa manajemen masih ingin menjaga fondasi tim sebelum mendatangkan wajah-wajah baru.
Namun, bagi sebagian besar pendukung, mempertahankan satu pemain tentu belum cukup untuk menjawab kebutuhan skuad yang akan bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Suporter Menunggu Gebrakan Transfer
Pendukung PSIM kini mulai dibuat penasaran dengan strategi transfer yang dijalankan manajemen.
Saat klub-klub pesaing mulai aktif memperkenalkan pemain anyar, PSIM justru memilih bergerak lebih tenang. Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi bahwa manajemen sedang menyiapkan rekrutan yang benar-benar sesuai kebutuhan tim.
Strategi ini memang memiliki keuntungan tersendiri. Manajemen bisa lebih selektif dalam memilih pemain agar tidak sekadar aktif di bursa transfer, tetapi juga mendapatkan sosok yang mampu memberikan dampak nyata bagi performa tim.
Meski begitu, waktu persiapan menuju Super League 2026/2027 terus berjalan. Semakin cepat pemain baru bergabung, semakin mudah pula mereka beradaptasi dengan pelatih, sistem permainan, serta rekan-rekan setim.
Laskar Mataram Masih Menyimpan Banyak Tanda Tanya
Perombakan skuad sudah dimulai dengan hengkangnya empat pemain. Namun hingga kini, belum ada satu pun rekrutan baru yang diumumkan secara resmi oleh manajemen PSIM.
Situasi tersebut membuat publik sepak bola Yogyakarta terus menunggu langkah berikutnya dari Laskar Mataram. Apakah mereka sedang menyusun transfer besar secara diam-diam, atau memang memilih bergerak perlahan demi mendapatkan pemain berkualitas?
Yang jelas, kebutuhan memperkuat beberapa sektor masih menjadi pekerjaan rumah bagi PSIM jika ingin tampil kompetitif di Super League 2026/2027. Bursa transfer masih panjang, dan para suporter berharap dalam waktu dekat akan muncul kabar menggembirakan mengenai pemain-pemain anyar yang siap membawa Laskar Mataram bersaing di papan atas musim depan.
BACA JUGA :












