1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Berpisah dengan Persik, Nasib Yusuf Meilana dan Supriadi Kini Berbeda Jauh

Pergerakan pemain menjelang bergulirnya Super League 2026/2027 terus menghadirkan cerita menarik. Bukan hanya soal transfer bernilai fantastis atau kedatangan pemain asing, tetapi juga kisah para pemain lokal yang memilih mengambil langkah besar dalam perjalanan karier mereka. Salah satu cerita yang paling mencuri perhatian datang dari dua mantan pemain Persik Kediri, Yusuf Meilana dan Mochammad Supriadi.

Keduanya sama-sama mengakhiri kebersamaan dengan Macan Putih, tetapi dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda. Yusuf Meilana akhirnya menerima pinangan Persebaya Surabaya setelah sempat menolaknya beberapa tahun lalu. Di sisi lain, Supriadi harus mencari tantangan baru setelah tiga musim penuh perjuangan bersama Persik, termasuk melewati masa-masa sulit akibat cedera serius.

Meski sama-sama berpisah dengan Persik Kediri, perjalanan keduanya memberikan pelajaran bahwa setiap pesepak bola memiliki waktu dan jalan terbaik untuk berkembang.

Yusuf Meilana Akhirnya Berlabuh ke Persebaya

Nama Yusuf Meilana sudah lama menjadi ikon lokal Persik Kediri. Bek kiri berusia 27 tahun tersebut merupakan salah satu pemain yang tumbuh bersama kebangkitan Macan Putih hingga kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Bersama rekan-rekannya seperti Edo Febriansyah dan Septian Satria Bagaskara, Yusuf ikut mengantarkan Persik meraih gelar Liga 3 2018 dan Liga 2 2019 yang membuka jalan promosi ke Liga 1.

Loyalitasnya kepada klub tanah kelahiran bahkan membuatnya rela menolak tawaran dari Persebaya pada tahun 2022.

Saat itu, performanya sedang berada di puncak. Sejumlah klub Liga 1 dikabarkan tertarik menggunakan jasanya. Namun Yusuf memilih tetap bertahan karena merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Persik.

“Saya pernah ditawari bergabung dengan Persebaya pada 2022. Dengan segala hormat dan berat hati saya menolaknya. Tapi kali ini saya sudah mantap bersama Persebaya,” ungkap Yusuf melalui akun resmi Persebaya.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa kesetiaan menjadi alasan utama dirinya bertahan di Kediri saat itu.

Berani Keluar dari Zona Nyaman

Seiring berjalannya waktu, Yusuf mulai menyadari bahwa seorang pemain juga membutuhkan tantangan baru untuk berkembang.

Pengalaman menjalani masa peminjaman bersama Bali United pada putaran kedua musim lalu menjadi titik balik dalam kariernya.

Pengalaman tersebut membuka wawasannya untuk mencoba atmosfer baru di luar Kediri.

Kini, saat kesempatan kembali datang, Yusuf tidak lagi ragu menerima tawaran Persebaya.

Baginya, bergabung dengan Bajul Ijo menjadi langkah yang tepat untuk membawa kariernya ke level yang lebih tinggi.

Merasa Cocok dengan Filosofi Persebaya

Yusuf mengaku tidak asing dengan karakter permainan Persebaya yang dikenal militan dan penuh semangat.

Sebagai pemain asli Jawa Timur, ia memahami betul kultur sepak bola Surabaya yang identik dengan kerja keras di lapangan.

Beberapa alasan yang membuat Yusuf mantap memilih Persebaya antara lain:

  • Gaya bermain Persebaya sesuai dengan karakter permainannya.
  • Surabaya masih dekat dengan kampung halamannya di Kediri.
  • Persebaya merupakan salah satu klub terbesar di Indonesia.
  • Dukungan fanatik Bonek dan Bonita menjadi motivasi tersendiri.

Yusuf berharap mampu tampil lebih baik dibanding musim-musim sebelumnya.

Ia juga ingin menjadi bagian penting dalam perjuangan Persebaya mengejar prestasi pada Super League 2026/2027.

Perjalanan Berbeda Dialami Mochammad Supriadi

Sementara Yusuf memulai petualangan baru, kisah berbeda datang dari Mochammad Supriadi.

Winger lincah asal Surabaya tersebut resmi berpisah dengan Persik Kediri setelah menghabiskan tiga musim bersama Macan Putih.

Supriadi pertama kali bergabung pada musim 2023/2024 setelah didatangkan dari Persebaya.

Saat itu, kedatangannya langsung memberikan warna baru bagi lini serang Persik.

Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta akselerasi menjadi senjata utama pemain bertubuh mungil tersebut.

Pelatih Marcelo Rospide pun menjadikannya pilihan utama di sektor sayap kanan.

Pada musim debutnya, Supriadi tampil impresif dengan catatan:

  • 29 pertandingan.
  • 4 assist.
  • Menjadi salah satu pemain paling konsisten di lini depan Persik.

Penampilannya bahkan dinilai jauh lebih berkembang dibanding saat masih membela Persebaya.

Cedera ACL Jadi Ujian Berat

Karier Supriadi bersama Persik sempat berjalan mulus hingga cedera ACL menghampirinya.

Cedera tersebut memaksanya menjalani operasi dan menepi selama kurang lebih enam bulan.

Akibatnya, ia kehilangan banyak pertandingan pada musim berikutnya.

Bagi seorang pemain yang mengandalkan kecepatan, cedera lutut tentu menjadi tantangan yang tidak mudah.

Meski demikian, Supriadi menunjukkan mentalitas luar biasa.

Ia berhasil kembali bermain dan perlahan mendapatkan kembali performa terbaiknya.

Setelah pulih dari cedera, Supriadi mampu:

  • Tampil dalam enam pertandingan dan mencetak satu gol.
  • Bermain sebanyak 20 laga pada musim berikutnya.
  • Kembali menjadi opsi penting di sektor sayap Persik.

Comeback tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah mampu membawa seorang pemain bangkit dari masa sulit.

Persik Lepas Supriadi dengan Penuh Apresiasi

Keputusan melepas Supriadi bukan berarti Persik melupakan kontribusinya.

Manajer tim Persik, Rachmad Tri Kuncara, memberikan apresiasi atas dedikasi sang pemain selama tiga musim terakhir.

Menurutnya, Supriadi telah menunjukkan semangat luar biasa meski performanya sempat naik turun akibat cedera.

Persik juga percaya pemain berusia 24 tahun itu masih memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak bersama klub baru.

Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa hubungan antara Supriadi dan Persik tetap terjalin dengan baik meski harus berpisah.

Dua Kisah, Satu Tujuan

Yusuf Meilana dan Mochammad Supriadi memang memilih jalan yang berbeda setelah meninggalkan Persik Kediri.

Yusuf memulai tantangan baru bersama Persebaya dengan harapan meraih prestasi lebih tinggi di salah satu klub terbesar Indonesia.

Sementara Supriadi harus mencari pelabuhan baru demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak sekaligus mengembalikan kepercayaan dirinya setelah melewati cedera panjang.

Meski memiliki perjalanan yang berbeda, keduanya tetap membawa semangat yang sama, yaitu terus berkembang sebagai pesepak bola profesional.

Bagi Persik Kediri, kepergian Yusuf Meilana dan Mochammad Supriadi tentu meninggalkan ruang kosong di dalam skuad. Namun bagi kedua pemain tersebut, keputusan berpisah justru menjadi awal dari babak baru yang diyakini akan membuka peluang lebih besar untuk mengembangkan karier di Super League 2026/2027.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE