Prancis terus menunjukkan performa luar biasa di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Didier Deschamps tampil begitu konsisten sejak fase grup hingga babak gugur dan kini semakin difavoritkan untuk mengangkat trofi juara dunia.
Dengan lini serang yang dipimpin Kylian Mbappe serta pertahanan yang tampil solid, Les Bleus dinilai memiliki paket paling lengkap dibandingkan tim peserta lainnya. Tak heran jika banyak pengamat menempatkan Prancis sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.
Namun, di tengah dominasi tersebut, mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, justru memberikan pandangan yang menarik. Menurutnya, ancaman terbesar bagi Prancis bukanlah Argentina, melainkan Spanyol yang dinilai memiliki kualitas permainan kolektif terbaik di turnamen ini.
Lantas, apa alasan Wenger lebih menjagokan Spanyol sebagai penantang utama Les Bleus?
Prancis Tampil Meyakinkan di Piala Dunia 2026
Perjalanan Prancis menuju babak perempat final berlangsung sangat impresif.
Skuad besutan Didier Deschamps berhasil menunjukkan keseimbangan antara lini belakang yang kokoh dan lini depan yang tajam.
Hingga memasuki fase delapan besar, Les Bleus hanya kebobolan dua gol dari lima pertandingan yang telah dijalani.
Di sisi lain, Kylian Mbappe kembali menjadi sosok sentral dalam permainan Prancis. Kecepatan, penyelesaian akhir, serta kemampuannya menciptakan peluang membuat pertahanan lawan terus berada di bawah tekanan.
Selain Mbappe, kedalaman skuad juga menjadi salah satu keunggulan utama Prancis. Hampir di setiap posisi, mereka memiliki pemain berkualitas yang mampu menjaga level permainan tetap tinggi sepanjang pertandingan.
Arsene Wenger Jagokan Prancis Juara Dunia
Sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola, Arsene Wenger memberikan penilaian positif terhadap performa Prancis.
Menurut pria berusia 76 tahun tersebut, Les Bleus merupakan tim paling konsisten sepanjang turnamen.
Wenger menilai sepak bola modern menuntut setiap tim mampu bermain dengan tempo tinggi sejak menit pertama hingga akhir pertandingan.
Dalam aspek tersebut, Prancis dinilai unggul karena memiliki kombinasi kualitas teknik, fisik, kecepatan, dan kedalaman skuad yang sangat lengkap.
Baginya, kemampuan mempertahankan intensitas permainan menjadi pembeda utama dibandingkan negara-negara lain di Piala Dunia 2026.
Spanyol Dinilai Jadi Ancaman Terbesar
Meski menjagokan Prancis sebagai calon juara, Wenger mengaku ada satu tim yang menurutnya mampu menghentikan langkah Les Bleus.
Berbeda dengan banyak prediksi yang lebih mengunggulkan Argentina sebagai pesaing utama, Wenger justru melihat La Furia Roja memiliki karakter permainan yang paling cocok untuk menghadapi Prancis.
Menurutnya, kekuatan terbesar Spanyol bukan hanya berasal dari kualitas individu pemain, melainkan dari permainan kolektif yang telah menjadi identitas mereka selama bertahun-tahun.
Apabila kedua tim sama-sama lolos dari babak perempat final, Prancis dan Spanyol berpeluang bertemu di semifinal dalam laga yang diprediksi menjadi final sebelum final.
Permainan Kolektif Jadi Senjata Utama Spanyol
Wenger menjelaskan bahwa Spanyol memiliki budaya bermain yang berbeda dibandingkan tim nasional lainnya.
Beberapa keunggulan yang dimiliki Spanyol menurut Wenger antara lain:
- Penguasaan bola yang sangat baik.
- Organisasi permainan yang rapi.
- Teknik individu pemain yang tinggi.
- Pergerakan tanpa bola yang efektif.
- Kerja sama tim yang sangat solid.
Kombinasi tersebut membuat Spanyol mampu mengendalikan tempo pertandingan dan meminimalkan ruang bagi lawan.
Inilah alasan mengapa Wenger percaya hanya Spanyol yang memiliki peluang nyata menghentikan dominasi Prancis.
Prancis Unggul dari Segi Fisik
Meski memuji kualitas teknis Spanyol, Wenger juga mengingatkan bahwa Prancis memiliki kelebihan yang tidak kalah penting.
Menurutnya, Les Bleus merupakan salah satu tim dengan kekuatan fisik terbaik di Piala Dunia 2026.
Selain cepat, para pemain Prancis juga memiliki daya tahan dan kemampuan duel yang sangat baik.
Perpaduan antara kekuatan fisik dan kualitas individu membuat tim asuhan Didier Deschamps tetap menjadi favorit utama untuk meraih gelar juara.
Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan, Prancis dinilai memiliki peluang besar kembali mengangkat trofi Piala Dunia.
Argentina Bukan Ancaman Utama?
Pernyataan Wenger cukup mengejutkan karena Argentina selama ini selalu masuk dalam daftar kandidat juara.
Namun, mantan pelatih Arsenal tersebut menilai saat ini Spanyol memiliki permainan yang lebih mampu merepotkan Prancis.
Hal itu bukan berarti Argentina kehilangan kualitas.
La Albiceleste tetap memiliki skuad yang kompetitif serta pengalaman tampil di pertandingan besar.
Hanya saja, menurut analisis Wenger, gaya bermain kolektif Spanyol lebih efektif untuk meredam kekuatan Prancis dibandingkan pendekatan yang dimiliki tim nasional Argentina.
Pandangan tersebut tentu memunculkan perdebatan di kalangan pencinta sepak bola menjelang fase-fase krusial Piala Dunia 2026.
Semifinal Impian Bisa Terjadi
Jika hasil di babak perempat final berjalan sesuai prediksi, Prancis dan Spanyol akan saling berhadapan di semifinal.
Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan dalam turnamen.
Di satu sisi, Prancis memiliki kekuatan fisik, kecepatan, serta efektivitas serangan yang sangat berbahaya.
Di sisi lain, Spanyol menawarkan permainan berbasis penguasaan bola, teknik tinggi, dan kerja sama tim yang menjadi ciri khas mereka.
Duel dua filosofi sepak bola tersebut berpotensi menentukan siapa yang paling layak melangkah ke partai final.
Kesimpulan
Prancis terus memperlihatkan performa luar biasa di Piala Dunia 2026 dan pantas disebut sebagai kandidat terkuat juara. Konsistensi permainan, lini pertahanan yang solid, serta ketajaman Kylian Mbappe menjadi modal besar bagi Les Bleus untuk kembali mengangkat trofi dunia.
Namun, Arsene Wenger memiliki pandangan berbeda mengenai pesaing utama Prancis. Menurutnya, bukan Argentina yang menjadi ancaman terbesar, melainkan Spanyol yang memiliki kualitas permainan kolektif terbaik di turnamen. Jika kedua tim benar-benar bertemu di semifinal, pertandingan tersebut berpotensi menjadi laga penentu yang sesungguhnya sebelum partai final Piala Dunia 2026.
BACA JUGA :












