1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : PSSI Buka Suara soal Keresahan Prabowo, Dukungan APBN untuk Timnas Indonesia Jadi Sorotan

Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 masih menyisakan banyak evaluasi. Tak hanya menjadi perhatian publik dan pecinta sepak bola Tanah Air, hasil tersebut juga mendapat sorotan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Dalam sebuah kesempatan, Prabowo bahkan secara terbuka mencari Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Menteri Keuangan untuk membahas perkembangan sepak bola nasional.

Respons Presiden itu langsung ditanggapi oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga. Menurutnya, pernyataan Prabowo bukan sekadar ungkapan kekecewaan, melainkan sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memberikan dukungan lebih besar agar Timnas Indonesia mampu mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia pada edisi berikutnya.

PSSI pun menilai dukungan negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat perkembangan sepak bola Indonesia.

Prabowo Soroti Kegagalan Timnas Indonesia

Dalam peluncuran biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026), Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung kegagalan Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2026.

Pada kesempatan itu, Prabowo mencari Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), sekaligus menanyakan keberadaan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Bagi Prabowo, sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi simbol kehormatan dan kebanggaan sebuah bangsa. Karena itu, kegagalan Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia menjadi perhatian serius pemerintah.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah kebijakan pemerintah terhadap pembinaan sepak bola nasional.

Arya Sinulingga: Presiden Memberikan Sinyal Positif

Menanggapi hal tersebut, Arya Sinulingga menilai apa yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan bentuk perhatian nyata terhadap masa depan sepak bola Indonesia.

Usai menghadiri Seremoni Pelepasan Tim Indonesia ke Gothia Cup 2026 di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026), Arya menjelaskan bahwa Presiden secara tidak langsung menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas kementerian.

“Ya, kan jelas ya, Pak Prabowo mencari Pak Ketum, Pak Erick, dan langsung mencari juga Menkeu,” ujar Arya.

Menurutnya, penyebutan Menteri Keuangan dalam pidato Presiden bukan tanpa alasan. Hal itu menunjukkan bahwa pembangunan sepak bola nasional membutuhkan dukungan yang lebih luas, termasuk dari sisi pembiayaan.

PSSI Nilai Dukungan APBN Sangat Dibutuhkan

Arya Sinulingga menegaskan bahwa perkembangan sepak bola Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan dana dari federasi maupun sponsor.

Untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara kuat di Asia, Indonesia membutuhkan investasi besar dalam berbagai sektor.

Beberapa aspek yang membutuhkan dukungan pendanaan antara lain:

  • Pembinaan pemain usia muda secara berkelanjutan.
  • Pengembangan akademi sepak bola di berbagai daerah.
  • Peningkatan kualitas kompetisi nasional.
  • Fasilitas latihan dan stadion berstandar internasional.
  • Program pemusatan latihan Timnas Indonesia.
  • Pengembangan ilmu sport science dan teknologi olahraga.

Menurut Arya, Presiden Prabowo memahami kebutuhan tersebut.

“Berarti beliau tahu juga bahwa Menkeu, Pak Prabowo ya, perlu support sepak bola Indonesia dengan anggaran dari APBN. Ya kan, itu clear karena dia seperti itu,” kata Arya.

Ia juga menambahkan bahwa PSSI berharap dukungan dari Kementerian Keuangan dapat memperkuat berbagai program pembinaan yang sedang berjalan.

Pemerintah Dinilai Selalu Mendukung Sepak Bola Nasional

Arya mengungkapkan bahwa selama ini pemerintah telah memberikan dukungan terhadap berbagai program PSSI, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan penguatan Timnas Indonesia.

Menurutnya, Presiden Prabowo memiliki komitmen besar agar prestasi sepak bola nasional terus meningkat.

“Jadi, kami butuh dukungan juga, support seperti itu dari Kemenkeu, pendanaan. Dan Pak Prabowo jelas ya, kalau untuk hal lain, naturalisasi dan sebagainya, beliau sangat support,” ungkap Arya.

Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi PSSI dalam menyusun program jangka panjang untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level internasional.

Target Baru, Lolos ke Piala Dunia 2030

Meski gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026, PSSI tidak ingin larut dalam kekecewaan.

Arya memastikan federasi kini langsung mengalihkan fokus menuju target berikutnya, yaitu membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko.

Menurutnya, pengalaman selama kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh elemen sepak bola nasional.

Dengan pembinaan yang lebih matang, dukungan pemerintah, serta peningkatan kualitas kompetisi domestik, peluang Indonesia untuk bersaing pada edisi berikutnya diyakini semakin terbuka.

“Dan sekarang beliau lihat, nih, butuh pendanaan, dia juga support. Mudah-mudahan kita 2030 bisa ke sana,” ujar Arya.

Perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia sebenarnya sempat mencatat sejarah dengan melaju cukup jauh dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Skuad Garuda berhasil melewati sejumlah fase penting dan memperlihatkan perkembangan signifikan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Namun, langkah Indonesia akhirnya terhenti di putaran keempat kualifikasi.

Meski gagal merebut tiket ke putaran final, pencapaian tersebut tetap dianggap sebagai salah satu prestasi terbaik Timnas Indonesia dalam beberapa dekade terakhir.

Keberhasilan mencapai fase akhir kualifikasi juga menjadi bukti bahwa kualitas sepak bola Indonesia terus mengalami peningkatan.

Dukungan Semua Pihak Jadi Kunci

PSSI meyakini bahwa mimpi tampil di Piala Dunia tidak bisa diwujudkan hanya oleh federasi atau para pemain.

Sinergi antara pemerintah, kementerian, klub, pelatih, akademi sepak bola, sponsor, hingga masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan.

Pendanaan yang memadai akan mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pembinaan usia muda, serta memperkuat persiapan Timnas Indonesia menghadapi persaingan internasional.

Jika seluruh elemen bergerak bersama, peluang Indonesia menciptakan sejarah pada Piala Dunia 2030 tentu akan semakin besar.

Kesimpulan

Respons Arya Sinulingga terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan bahwa PSSI melihat adanya dukungan kuat dari pemerintah untuk membangun sepak bola Indonesia. Penyebutan Menteri Keuangan dalam pidato Presiden dinilai sebagai sinyal bahwa pembinaan sepak bola nasional membutuhkan dukungan APBN agar program-program pengembangan berjalan lebih maksimal.

Kini, setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026, PSSI memilih menatap ke depan dengan target baru, yaitu membawa Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030. Dengan dukungan pemerintah, pendanaan yang memadai, serta pembinaan yang berkelanjutan, mimpi besar tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE