Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026 masih menyisakan rasa kecewa. Tidak hanya bagi para suporter, hasil tersebut juga menjadi perhatian serius Presiden RI, Prabowo Subianto. Dalam sebuah kesempatan, Prabowo secara terbuka mengaku masih memikirkan bagaimana caranya membawa Timnas Indonesia tampil di ajang sepak bola terbesar di dunia.
Respons Presiden tersebut ternyata sejalan dengan langkah yang sudah dipersiapkan PSSI. Federasi sepak bola nasional mengaku telah menyusun berbagai program jangka panjang agar mimpi tampil di Piala Dunia 2030 dapat benar-benar terwujud.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menjelaskan bahwa strategi tersebut tidak hanya berfokus pada Timnas Indonesia senior, tetapi juga menyentuh pembenahan kompetisi domestik hingga pembinaan pemain usia muda secara berkelanjutan.
Kegagalan di Piala Dunia 2026 Jadi Motivasi Baru
Timnas Indonesia sebenarnya sempat mencatat sejarah dengan melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Namun, perjuangan Skuad Garuda harus terhenti sebelum berhasil mengamankan tiket menuju putaran final.
Meski gagal, pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk membangun fondasi yang lebih kuat menghadapi target berikutnya, yaitu Piala Dunia 2030.
PSSI menilai pengalaman pada kualifikasi sebelumnya memberikan banyak pelajaran berharga mengenai kualitas kompetisi, pembinaan pemain, hingga kebutuhan peningkatan infrastruktur sepak bola nasional.
Pembenahan Liga Jadi Prioritas PSSI
Salah satu langkah utama yang kini dilakukan PSSI adalah meningkatkan kualitas kompetisi domestik.
Menurut Arya Sinulingga, liga yang semakin kompetitif akan menghasilkan pemain dengan pengalaman bertanding yang lebih matang sebelum bergabung ke Timnas Indonesia.
“Ini kan dengan tahapan yang kami buat, memperbaiki liga kita,” kata Arya usai menghadiri Seremoni Pelepasan Tim Indonesia ke Gothia Cup 2026 di Kantor Kemenpora RI, Jakarta Pusat.
Ia menilai kompetisi yang sehat akan memberikan manfaat besar bagi perkembangan pemain lokal.
“Pasti pemain-pemain makin banyak yang punya pengalaman bertanding lebih banyak,” lanjut Arya.
Semakin tinggi kualitas liga, semakin besar pula peluang pemain Indonesia berkembang secara teknis maupun mental saat menghadapi pertandingan internasional.
Klub Indonesia Didorong Tampil Lebih Banyak di Asia
Selain memperbaiki kompetisi domestik, PSSI juga melihat pentingnya pengalaman internasional bagi para pemain.
Arya menjelaskan bahwa bertambahnya jatah klub Indonesia di kompetisi antarklub Asia menjadi keuntungan besar bagi perkembangan sepak bola nasional.
Melalui AFC Champions League Two (ACL Two) maupun AFC Challenge League (ACGL), pemain Indonesia memiliki kesempatan menghadapi lawan-lawan berkualitas dari berbagai negara.
Menurut Arya, pengalaman tersebut nantinya akan berdampak langsung terhadap kualitas Timnas Indonesia.
Beberapa manfaat yang diharapkan antara lain:
- Meningkatkan mental bertanding di level internasional.
- Menambah pengalaman menghadapi berbagai gaya permainan.
- Mempercepat perkembangan kemampuan individu pemain.
- Memperkuat kualitas pemain yang nantinya dipanggil ke Timnas Indonesia.
“Sekarang kita punya dua jatah, itu pun jadi dua klub, kami juga akan menambah pengalaman teman-teman klub sebagai sumber utama kita untuk Timnas Indonesia,” ujar Arya.
Pembinaan Pemain Muda Terus Diperkuat
Selain kompetisi, PSSI juga terus membangun fondasi melalui pembinaan usia muda.
Program Timnas U-16, U-17, hingga U-19 menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.
Arya menilai regenerasi pemain harus dilakukan secara konsisten agar Timnas Indonesia selalu memiliki stok pemain berkualitas.
Ia mencontohkan keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang mulai memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti Mathew Baker untuk merasakan atmosfer tim senior.
Menurut Arya, langkah tersebut menjadi bukti bahwa jalur pembinaan mulai berjalan sesuai rencana.
“Kemudian dari sisi pembinaan, teman-teman tahu kami punya pembinaan di U-19, kemudian di U-17, itu juga adalah dorongan untuk penambahan pemain,” ungkap Arya.
Ia menambahkan bahwa promosi pemain muda menjadi investasi penting untuk masa depan Timnas Indonesia.
“Dan kita tahu kemarin juga pelatih sudah mendorong bek-bek usia masih muda U-19 sudah masuk ke Timnas Indonesia. Itu adalah bagian dari menambah jumlah pemain,” lanjutnya.
Prabowo Tegaskan Piala Dunia Jadi Target Bangsa
Menurutnya, sepak bola bukan hanya soal olahraga, tetapi juga menyangkut kehormatan bangsa di mata dunia.
“Yang masih sulit bagi kita adalah masuk Piala Dunia. Ah, itu yang masih saya pikirkan. Jadi, saya terus resah, terus terang saja saya resah,” ujar Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan di sektor lain belum membuatnya puas apabila Indonesia belum mampu bersaing di panggung sepak bola dunia.
“Kita bisa B-50, tetapi tidak bisa masuk Piala Dunia. Saya masih tidak puas. Bagaimana caranya masuk Piala Dunia, Saudara-saudara? Jangan anggap enteng,” katanya.
Dalam suasana santai, Prabowo bahkan sempat mencari Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Ketika Erick tidak berada di lokasi, sang Presiden bercanda kepada kakaknya, Garibaldi “Boy” Thohir.
“Boy, kasih tahu adikmu, ya,” ucap Prabowo sambil tersenyum.
Tak hanya itu, Presiden juga menyinggung Menteri Keuangan dengan harapan dukungan pemerintah terhadap sepak bola Indonesia dapat semakin besar.
“Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?” ujar Prabowo.
Jalan Panjang Menuju Piala Dunia 2030
Target lolos ke Piala Dunia 2030 tentu bukan pekerjaan yang mudah. Persaingan di kawasan Asia semakin ketat, sementara banyak negara juga terus melakukan pembenahan.
Meski demikian, PSSI optimistis peluang Indonesia tetap terbuka apabila seluruh program berjalan sesuai rencana.
Beberapa fokus utama yang kini dijalankan meliputi:
- Meningkatkan kualitas kompetisi domestik.
- Memperbanyak jam terbang internasional pemain.
- Memperkuat pembinaan usia muda.
- Memberikan kesempatan lebih besar kepada talenta muda.
- Menjalin sinergi dengan pemerintah dalam hal pendanaan dan pengembangan sepak bola.
Jika seluruh program tersebut berjalan konsisten, peluang Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 diyakini akan semakin besar.
Kesimpulan
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi momentum evaluasi bagi PSSI sekaligus pemerintah. Ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk melihat Timnas Indonesia tampil di panggung sepak bola dunia kini dijawab melalui berbagai program pembenahan yang telah disiapkan federasi.
Mulai dari peningkatan kualitas liga domestik, penambahan pengalaman internasional bagi klub dan pemain, hingga pembinaan berkelanjutan di kelompok usia muda menjadi fondasi utama menuju target besar tersebut. Dengan dukungan semua pihak, konsistensi program, serta kerja sama antara PSSI dan pemerintah, mimpi melihat Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 bukan lagi sekadar angan, melainkan target yang terus diperjuangkan.
BACA JUGA :
- SBOTOP : John Herdman Bocorkan 2 Misi Besar Timnas Indonesia Selama TC di Bali Jelang Piala AFF 2026
- SBOTOP: Presiden Barcelona Bersiap Terbang ke Amerika Jika Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
- SBOTOP : PSSI Buka Suara soal Keresahan Prabowo, Dukungan APBN untuk Timnas Indonesia Jadi Sorotan












