1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Dua Eks Persib Jadi Senjata Rahasia Arema FC, Lemparan Jauhnya Siap Bikin Lawan Panik

Arema FC tampaknya benar-benar serius menyusun skuad terbaik untuk menghadapi musim 2026/2027. Setelah melengkapi kuota pemain asing dan mendatangkan sejumlah pemain lokal berkualitas, Singo Edan kini memiliki amunisi baru yang bisa menjadi pembeda dalam berbagai situasi pertandingan.

Sorotan tertuju kepada dua rekrutan anyar yang musim lalu membela Persib Bandung, yakni Robi Darwis dan Alfeandra Dewangga. Kehadiran keduanya bukan hanya menambah kedalaman skuad, tetapi juga menghadirkan senjata yang jarang dimiliki banyak klub di Indonesia, yaitu kemampuan melakukan lemparan ke dalam jarak jauh (long throw in) yang berpotensi menciptakan peluang gol.

Menariknya lagi, debut keduanya bersama Arema FC bisa langsung terjadi saat menghadapi mantan klubnya, Persib Bandung, pada ajang Piala Presiden 2026.

Arema FC Lengkapi Skuad untuk Musim Baru

Persiapan Arema FC menuju kompetisi 2026/2027 sudah memasuki tahap akhir. Manajemen berhasil memenuhi kuota maksimal pemain asing dengan merekrut 11 legiun impor.

Di sisi pemain lokal, empat nama baru resmi bergabung untuk memperkuat Singo Edan, yaitu:

  • Syahrul Fadillah
  • Erlangga Setyo
  • Robi Darwis
  • Alfeandra Dewangga

Keempat pemain tersebut diproyeksikan memberikan warna baru bagi permainan Arema FC. Namun, perhatian terbesar mengarah kepada Robi Darwis dan Alfeandra Dewangga karena keduanya memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan dalam skema permainan modern.

Long Throw Jadi Senjata Baru Singo Edan

Salah satu keunggulan utama Robi Darwis dan Alfeandra Dewangga adalah kemampuan melakukan lemparan ke dalam jarak jauh.

Skema ini sempat menjadi senjata mematikan Timnas Indonesia ketika mengandalkan Pratama Arhan. Lemparan jauh yang mengarah langsung ke area penalti sering kali menciptakan peluang berbahaya, bahkan berujung gol.

Kini Arema FC memiliki dua pemain yang mampu menjalankan peran serupa.

Kemampuan tersebut tentu memberi variasi serangan baru bagi Singo Edan, terutama ketika menghadapi lawan yang bermain bertahan.

Dalam situasi bola mati di dekat kotak penalti, lemparan jauh bisa menjadi alternatif selain tendangan bebas atau sepak pojok.

Apabila dikombinasikan dengan pemain-pemain yang kuat dalam duel udara, strategi ini berpotensi menjadi salah satu senjata andalan Arema FC sepanjang musim.

Belum Diasah karena Fokus Pemulihan Fisik

Meski memiliki potensi besar, kemampuan long throw tersebut belum menjadi fokus utama tim pelatih.

Asisten pelatih Arema FC, Siswantoro, menjelaskan bahwa program latihan saat ini masih diprioritaskan untuk mengembalikan kondisi fisik seluruh pemain setelah masa libur kompetisi.

Selain itu, pelatih kepala Marcos Santos juga belum bergabung sehingga aspek taktikal belum sepenuhnya diterapkan.

Artinya, kemampuan lemparan jauh Robi Darwis dan Alfeandra Dewangga masih akan dikembangkan pada tahap berikutnya.

Ketika seluruh program latihan berjalan lengkap, bukan tidak mungkin skema tersebut akan menjadi salah satu identitas baru permainan Arema FC.

Berpeluang Langsung Dipakai Lawan Persib Bandung

Yang membuat cerita ini semakin menarik adalah jadwal pertandingan pertama Arema FC di Piala Presiden 2026.

Singo Edan akan menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat pada 25 Juli 2026.

Laga tersebut menjadi momen emosional bagi Robi Darwis dan Alfeandra Dewangga karena mereka berpeluang langsung menghadapi mantan klub yang musim lalu mereka bela.

Meski demikian, Siswantoro yakin kedua pemain tetap menjunjung tinggi profesionalisme.

Jika dipercaya tampil oleh tim pelatih, keduanya dipastikan akan memberikan kemampuan terbaik demi membawa Arema FC meraih hasil positif.

Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi publik untuk melihat bagaimana dua eks Persib tersebut mulai beradaptasi dengan filosofi permainan Singo Edan.

Bukan Hanya Long Throw, Dewangga dan Robi Punya Nilai Tambah

Keunggulan Robi Darwis dan Alfeandra Dewangga ternyata tidak berhenti pada kemampuan melakukan lemparan jauh.

Keduanya dikenal sebagai pemain yang memiliki fleksibilitas tinggi sehingga mampu dimainkan di beberapa posisi berbeda.

Alfeandra Dewangga pernah tampil sebagai:

  • Bek tengah.
  • Bek kiri.
  • Gelandang bertahan.

Sementara Robi Darwis mampu bermain sebagai:

  • Gelandang bertahan.
  • Bek kanan.

Kemampuan bermain di banyak posisi menjadi keuntungan besar bagi Arema FC, terutama ketika menghadapi jadwal padat atau badai cedera.

Pelatih memiliki lebih banyak opsi untuk melakukan rotasi tanpa harus mengubah keseimbangan permainan tim.

Fleksibilitas Jadi Solusi Masalah Arema FC

Dalam beberapa musim terakhir, Arema FC beberapa kali mengalami kesulitan akibat minimnya stok pemain di lini belakang.

Cedera yang menimpa sejumlah bek membuat tim pelatih harus mengubah posisi beberapa pemain agar kebutuhan skuad tetap terpenuhi.

Karena itulah, fleksibilitas yang dimiliki Dewangga dan Robi menjadi salah satu alasan utama perekrutan mereka.

Sebelumnya, Arema juga pernah memaksimalkan pemain asing seperti Matheus Blade, Julian Guevara, dan Betinho Filho yang sejatinya berposisi sebagai gelandang bertahan untuk dimainkan sebagai bek tengah.

Strategi tersebut terbukti cukup efektif, sehingga kehadiran dua pemain lokal serbabisa akan semakin memperkaya pilihan taktik Marcos Santos sepanjang musim.

Arema FC Punya Modal Menarik Sambut Musim 2026/2027

Dengan skuad yang hampir sepenuhnya lengkap, Arema FC memiliki modal yang cukup menjanjikan untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Selain dihuni pemain asing berkualitas, Singo Edan juga berhasil menambah kekuatan lokal yang tidak hanya memiliki kualitas individu, tetapi juga menawarkan variasi strategi baru.

Robi Darwis dan Alfeandra Dewangga menjadi contoh nyata bagaimana sebuah perekrutan tidak selalu dinilai dari nama besar semata, melainkan dari kemampuan yang mampu memberikan solusi di atas lapangan.

Apabila kemampuan long throw keduanya berhasil dimaksimalkan dan dipadukan dengan organisasi permainan yang solid, Arema FC berpotensi memiliki salah satu senjata paling berbahaya di kompetisi musim ini.

Kini menarik untuk dinantikan apakah strategi tersebut akan langsung diperlihatkan saat menghadapi Persib Bandung di Piala Presiden 2026. Jika berhasil, bukan tidak mungkin lemparan jauh dari dua eks Persib Bandung akan menjadi salah satu ciri khas baru permainan Singo Edan sepanjang musim.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE