1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Jude Bellingham Cetak Sejarah sebagai Raja Gol Inggris di Turnamen Besar

Jude Bellingham kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terpenting dalam generasi baru tim nasional Inggris. Gelandang Real Madrid itu menciptakan sejarah setelah mencetak gol ketujuhnya di Piala Dunia 2026, sebuah jumlah yang belum pernah dicapai pemain Inggris dalam satu edisi turnamen besar.

Rekor tersebut dipastikan melalui gol spektakuler Bellingham ketika Inggris mengalahkan Prancis 6-4 dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Masuk sebagai pemain pengganti, Bellingham mencetak gol pada masa tambahan waktu untuk menutup salah satu pertandingan paling dramatis sepanjang turnamen. Gol itu menjadikannya pemain timnas putra Inggris pertama yang mengoleksi tujuh gol dalam satu edisi Piala Dunia atau Kejuaraan Eropa.

Pencapaian tersebut semakin mengesankan karena Bellingham bukan penyerang tengah. Ia beroperasi sebagai gelandang yang memiliki tanggung jawab mengatur serangan, membantu pertahanan, membawa bola, dan menghubungkan berbagai lini. Kemampuannya mencetak tujuh gol menunjukkan betapa besar perkembangan yang telah dialaminya sebagai pemain ofensif.

Bellingham kini tidak hanya dipandang sebagai pengatur permainan. Ia juga telah berubah menjadi salah satu sumber gol utama Inggris ketika tampil di panggung internasional.

Gol Ketujuh yang Menyempurnakan Turnamen

Pertandingan melawan Prancis awalnya tidak menempatkan Bellingham sebagai tokoh utama. Thomas Tuchel melakukan banyak perubahan setelah Inggris kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal, dan gelandang berusia 23 tahun tersebut memulai laga dari bangku cadangan.

Inggris tampil agresif sejak menit pertama. Declan Rice membuka skor pada menit ketiga, sebelum Ezri Konsa menggandakan keunggulan. Bukayo Saka kemudian mencetak dua gol untuk membawa The Three Lions unggul 4-0 saat turun minum.

Prancis bangkit setelah jeda melalui dua gol Kylian Mbappé serta satu gol Bradley Barcola. Keunggulan Inggris terpangkas menjadi 4-3 dan pertandingan yang semula terlihat telah selesai kembali terbuka.

Bellingham kemudian dimasukkan ketika Inggris membutuhkan kontrol serta energi baru di lini tengah. Saka mencetak gol kelima dari titik penalti, tetapi Ousmane Dembélé kembali memperkecil ketertinggalan Prancis. Dalam situasi menegangkan tersebut, Bellingham muncul untuk mencetak gol keenam Inggris pada pengujung laga.

Gol Bellingham bukan sekadar tambahan dalam pertandingan yang telah menghasilkan banyak gol. Aksinya memastikan Prancis tidak memiliki waktu untuk melakukan kebangkitan terakhir. Inggris pun mengakhiri Piala Dunia dengan kemenangan 6-4 dan meraih posisi ketiga untuk pertama kalinya.

Hasil tersebut menjadi pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia sejak menjadi juara pada 1966. Meskipun gagal mencapai final, kemenangan atas Prancis memberikan penutup positif setelah perjalanan yang panjang dan penuh tekanan.

Melewati Rekor Kane dan Lineker

Sebelum gol ke gawang Prancis, Bellingham telah menyamai rekor enam gol dalam satu turnamen besar yang sebelumnya dicatatkan Gary Lineker dan Harry Kane.

Lineker membukukan enam gol di Piala Dunia 1986. Ia mencetak hattrick melawan Polandia, dua gol ketika Inggris menundukkan Paraguay, dan satu gol dalam kekalahan dari Argentina di perempat final. Torehan tersebut mengantarnya meraih Sepatu Emas.

Kane kemudian menyamai rekor itu di Piala Dunia 2018. Kapten Inggris tersebut mencetak enam gol dalam perjalanan tim menuju semifinal dan juga memenangkan Sepatu Emas. Kane kembali mencetak enam gol pada Piala Dunia 2026, sehingga sebelum laga terakhir terdapat empat catatan yang sama: Lineker pada 1986, Kane pada 2018 dan 2026, serta Bellingham pada 2026.

Bellingham akhirnya berdiri sendiri di puncak melalui gol ketujuhnya. Ia menjadi pemegang rekor baru untuk jumlah gol terbanyak yang dicetak pemain timnas putra Inggris dalam satu edisi turnamen besar.

Penting untuk memahami arti sebutan “raja gol Inggris” dalam konteks ini. Bellingham belum menjadi pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah seluruh Piala Dunia dan Euro. Rekor yang dipecahkannya adalah jumlah gol terbanyak oleh seorang pemain Inggris dalam satu turnamen.

Namun, pencapaian itu tetap luar biasa. Piala Dunia dan Euro berlangsung dalam periode singkat, sehingga seorang pemain hanya memiliki beberapa pertandingan untuk mencetak gol. Bellingham mampu menjaga ketajamannya dari fase grup hingga pertandingan terakhir.

Perjalanan Tujuh Gol Bellingham

Perjalanan menuju rekor dimulai ketika Inggris menghadapi Kroasia pada pertandingan pembuka. Bellingham mencetak satu gol dalam kemenangan 4-2 dan membantu timnya mengawali turnamen dengan hasil positif. Pada laga itu, ia juga menjadi pemain Eropa termuda yang tampil dalam empat turnamen internasional besar.

Gol keduanya tercipta ketika Inggris menghadapi Panama. Meski pertandingan tersebut tidak memiliki tekanan sebesar fase gugur, gol itu penting untuk menjaga ritme serta kepercayaan dirinya.

Bellingham kemudian memainkan peran besar dalam kemenangan Inggris atas Meksiko di babak 16 besar. Ia mencetak dua gol ketika The Three Lions menang 3-2 dan melanjutkan perjalanan ke perempat final.

Pada pertandingan berikutnya melawan Norwegia, Bellingham kembali mencetak dua gol. Kedua gol tersebut membantu Inggris meraih kemenangan 2-1 dan mengamankan tiket semifinal. Torehan itu membawanya menyamai rekor enam gol milik Lineker dan Kane.

Bellingham tidak mencetak gol saat Inggris dikalahkan Argentina pada semifinal. Namun, ia masih mempunyai satu kesempatan dalam pertandingan perebutan posisi ketiga.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna. Golnya melawan Prancis melengkapi perjalanan menjadi tujuh gol: satu melawan Kroasia, satu menghadapi Panama, dua ke gawang Meksiko, dua melawan Norwegia, dan satu dalam kemenangan atas Prancis.

Catatan tersebut memperlihatkan konsistensi. Bellingham tidak mengumpulkan sebagian besar golnya dalam satu pertandingan mudah. Ia mencetak gol di fase grup, babak 16 besar, perempat final, dan perebutan posisi ketiga.

Bukan Penyerang tetapi Sangat Produktif

Keistimewaan pencapaian Bellingham terletak pada posisinya. Lineker dan Kane merupakan penyerang yang tugas utamanya mencetak gol. Mereka biasa beroperasi di dekat kotak penalti dan menjadi target akhir dari serangan tim.

Bellingham memiliki tanggung jawab yang jauh lebih luas. Ia harus membantu proses membangun serangan, bergerak di antara lini, menciptakan ruang, menekan lawan, dan terkadang turun lebih dalam untuk membantu penguasaan bola.

Namun, kecerdasannya membaca permainan membuatnya sering tiba di kotak penalti pada saat yang tepat. Bellingham tidak selalu menunggu bola seperti penyerang tradisional. Ia bergerak dari lini kedua, memanfaatkan ruang yang dibuka rekan setim, dan menyerang area berbahaya ketika pemain bertahan sedang fokus kepada Kane atau pemain sayap Inggris.

Kemampuan tersebut membuatnya sulit dijaga. Bek tengah biasanya berkonsentrasi terhadap penyerang, sedangkan gelandang bertahan lawan harus memilih apakah akan mengikuti pergerakan Bellingham atau menjaga posisinya.

Jika Bellingham tidak diikuti, ia memiliki ruang untuk menerima bola atau melakukan penyelesaian. Jika seorang lawan mengejarnya, ruang lain dapat terbuka bagi Kane, Saka, atau pemain menyerang Inggris lainnya.

Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa Bellingham mampu memberikan ancaman secara konsisten tanpa mengabaikan perannya sebagai gelandang.

Perkembangan Menjadi Gelandang Pencetak Gol

Bellingham telah dikenal sebagai pemain berbakat sejak masih sangat muda. Di Birmingham City dan Borussia Dortmund, ia memperlihatkan keberanian, energi, serta kemampuan membawa bola. Namun, setelah bergabung dengan Real Madrid, aspek mencetak gol menjadi semakin menonjol dalam permainannya.

Pengalaman bermain di klub dengan tuntutan besar membantunya memahami cara bergerak di sekitar kotak penalti. Ia belajar memilih waktu untuk maju, menyerang ruang kosong, dan mengambil keputusan dengan cepat dalam situasi sempit.

Perkembangan tersebut memberikan keuntungan besar bagi Inggris. Tim nasional tidak lagi sepenuhnya bergantung kepada Kane untuk menghasilkan gol. Kehadiran Bellingham memberikan sumber ancaman tambahan dari lini tengah.

Pada Piala Dunia 2026, Bellingham dan Kane sama-sama mencetak enam gol sebelum pertandingan terakhir. Untuk pertama kalinya, dua pemain Inggris berhasil membukukan sedikitnya lima gol dalam satu edisi turnamen besar yang sama.

Produktivitas mereka membuktikan bahwa Inggris memiliki lebih dari satu jalur untuk menyerang. Kane dapat turun untuk menghubungkan permainan, sementara Bellingham bergerak menuju ruang yang ditinggalkan. Pada kesempatan lain, Bellingham dapat menjadi kreator dan membiarkan Kane bertahan di dalam kotak penalti.

Hubungan tersebut menjadi fondasi penting bagi lini serang Inggris sepanjang turnamen.

Perjalanan Panjang di Turnamen Besar

Meski baru berusia 23 tahun saat Piala Dunia 2026 berlangsung, Bellingham telah memiliki pengalaman luas dalam turnamen internasional.

Ia tampil di Euro 2020 saat masih berusia 17 tahun. Setelah itu, ia menjadi bagian penting Inggris di Piala Dunia 2022, Euro 2024, dan Piala Dunia 2026. Ketika mencetak gol melawan Kroasia pada pertandingan pembuka turnamen 2026, ia menjadi pemain Eropa termuda yang tampil dalam empat turnamen besar.

Gol pertamanya di turnamen besar tercipta saat Inggris mengalahkan Iran 6-2 pada Piala Dunia 2022. Bellingham membuka skor melalui sundulan dan menjadi salah satu pemain muda yang paling menonjol pada pertandingan tersebut.

Dua tahun kemudian, ia mencetak dua gol di Euro 2024. Gol pertama menjadi penentu kemenangan 1-0 atas Serbia. Gol kedua, sebuah tendangan salto pada pengujung pertandingan melawan Slovakia, menyelamatkan Inggris dari eliminasi sebelum mereka menang 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Dengan tambahan tujuh gol di Piala Dunia 2026, Bellingham telah mencetak sepuluh gol di turnamen besar: satu pada Piala Dunia 2022, dua di Euro 2024, dan tujuh pada Piala Dunia 2026.

Catatan itu memperlihatkan bahwa produktivitasnya bukan fenomena sementara. Bellingham telah mencetak gol penting dalam tiga turnamen berbeda dan terus meningkatkan jumlahnya seiring bertambahnya pengalaman.

Pemain yang Hadir dalam Pertandingan Penting

Tidak semua gol memiliki nilai yang sama. Gol di fase gugur biasanya membawa tekanan lebih besar karena satu kesalahan dapat mengakhiri perjalanan sebuah tim.

Bellingham telah menunjukkan kemampuannya menghadapi tekanan tersebut. Gol salto melawan Slovakia di Euro 2024 tercipta ketika Inggris hanya berjarak beberapa saat dari eliminasi. Dua gol melawan Meksiko serta dua gol menghadapi Norwegia di Piala Dunia 2026 juga datang pada pertandingan fase gugur.

Kualitas ini membuat Bellingham menjadi lebih dari sekadar pemain yang mengumpulkan statistik. Ia mampu memberikan kontribusi ketika Inggris benar-benar membutuhkan perubahan.

Melawan Prancis, Inggris memang sudah memimpin ketika ia mencetak gol. Namun, situasinya tetap tidak nyaman karena Les Bleus telah beberapa kali memangkas ketertinggalan. Gol Bellingham menghentikan harapan terakhir lawan dan memastikan kemenangan.

Kemampuan untuk tetap tenang dalam pertandingan kacau menunjukkan kematangan yang biasanya dimiliki pemain jauh lebih berpengalaman.

Jawaban setelah Kekecewaan Semifinal

Inggris datang ke pertandingan perebutan posisi ketiga setelah mengalami kekalahan menyakitkan dari Argentina. Mereka sempat memimpin pada semifinal, tetapi akhirnya kalah 1-2 dan kembali gagal mencapai partai puncak.

Bagi Bellingham, kekalahan itu menjadi pukulan besar. Ia telah tampil sebagai salah satu pemain terbaik Inggris sepanjang turnamen dan tentu berharap dapat mengakhiri perjalanan dengan memperebutkan trofi.

Namun, responsnya dalam pertandingan berikutnya menunjukkan profesionalisme. Meski tidak menjadi starter melawan Prancis, ia tetap siap ketika dipanggil dari bangku cadangan.

Bellingham memasuki pertandingan pada periode ketika momentum mulai berpihak kepada Prancis. Inggris membutuhkan pemain yang dapat menjaga bola, membawa energi, dan menghubungkan serangan.

Ia tidak hanya membantu menstabilkan permainan, tetapi juga mencetak gol terakhir. Aksi tersebut menjadi simbol kemampuan bangkit setelah kekecewaan.

Inggris tidak mendapatkan trofi utama, tetapi Bellingham memastikan turnamennya tidak berakhir tanpa pencapaian bersejarah.

Pengakuan atas Performa Luar Biasa

Penampilan Bellingham sepanjang Piala Dunia membuatnya dipandang sebagai salah satu pemain terbaik Inggris. Dalam evaluasi pemain setelah turnamen, The Guardian memberikan nilai sembilan kepadanya, angka tertinggi di antara anggota skuad, dan menyoroti kualitas serta komitmennya terhadap tim nasional.

Pengakuan tersebut terasa wajar. Bellingham tidak hanya menjadi pencetak gol terbanyak Inggris dengan tujuh gol. Ia juga membawa energi, keberanian, dan karakter dalam pertandingan-pertandingan sulit.

Tuntutan terhadap dirinya sangat besar. Sebagai pemain Real Madrid dan salah satu bintang paling terkenal di skuad, setiap penampilannya dianalisis secara mendalam. Kesalahan kecil dapat memicu kritik, sedangkan performa bagus sering dianggap sebagai sesuatu yang memang seharusnya ia lakukan.

Namun, Bellingham terus menunjukkan bahwa dirinya mampu hidup dengan ekspektasi tersebut. Ia tidak menghindari tanggung jawab dan selalu berusaha terlibat dalam momen penting.

Arti Rekor bagi Masa Depan Inggris

Rekor tujuh gol memberikan harapan besar menjelang era berikutnya. Inggris telah lama mencari pemain tengah yang mampu mencetak gol secara rutin di turnamen besar.

Pada generasi sebelumnya, pemain seperti Steven Gerrard, Frank Lampard, dan David Beckham memberikan kontribusi penting. Namun, tidak satu pun dari mereka mencapai tujuh gol dalam satu edisi turnamen internasional.

Bellingham menawarkan kombinasi yang berbeda. Ia memiliki kemampuan fisik, teknik, kecerdasan posisi, dan naluri mencetak gol. Ia juga masih berada pada usia yang memungkinkan perkembangannya berlanjut.

Pada turnamen besar berikutnya, perannya kemungkinan akan semakin sentral. Harry Kane masih menjadi figur penting, tetapi Inggris perlu mempersiapkan perubahan generasi. Bellingham mempunyai kualitas untuk menjadi pusat permainan tim dalam jangka panjang.

Hal itu tidak berarti Inggris harus mengubahnya menjadi penyerang permanen. Nilai terbesar Bellingham justru terletak pada kemampuannya memengaruhi pertandingan dari berbagai area.

Ia dapat bermain lebih dalam ketika tim membutuhkan kontrol, bergerak sebagai gelandang serang, atau memasuki kotak penalti seperti penyerang tambahan.

Fleksibilitas tersebut memberikan banyak pilihan kepada pelatih.

Rekor Individu di Tengah Target Kolektif

Bellingham tentu dapat merasa bangga dengan pencapaiannya. Menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak tujuh gol dalam satu turnamen besar merupakan sesuatu yang akan selalu tercatat dalam sejarah.

Namun, pemain dengan ambisi sebesar dirinya tidak akan sepenuhnya puas. Inggris mencapai semifinal dan membawa pulang medali perunggu, tetapi tujuan utama mereka adalah menjadi juara dunia.

Rekor individu tidak dapat sepenuhnya menghapus rasa kecewa karena gagal mencapai final. Justru pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi untuk turnamen berikutnya.

Bellingham kini mengetahui bahwa dirinya mampu menghasilkan gol dalam jumlah besar di level tertinggi. Tantangan selanjutnya adalah mengubah produktivitas itu menjadi gelar.

Inggris memiliki banyak pemain berbakat, tetapi sejarah menunjukkan bahwa kualitas individu saja tidak cukup. Mereka membutuhkan konsistensi, keseimbangan taktis, pengambilan keputusan yang tepat, dan ketenangan dalam momen penentu.

Bellingham akan menjadi salah satu tokoh utama dalam usaha mewujudkan target tersebut.

Baca Juga:

TAGS:
CLOSE