Kembalinya José Mourinho ke Real Madrid membuka kembali berbagai kenangan dari periode pertamanya di Santiago Bernabéu. Salah satu bagian paling berkesan dari era tersebut adalah keberhasilannya mengembangkan Mesut Özil menjadi pusat kreativitas dalam tim yang bermain cepat, vertikal, dan sangat mematikan ketika melakukan transisi.
Kini, lebih dari satu dekade setelah kerja sama mereka berakhir, Mourinho disebut memiliki kesempatan untuk membangun hubungan serupa dengan gelandang muda Turki, Arda Güler.
Keduanya tentu bukan pemain yang sepenuhnya sama. Özil mempunyai karakter, visi, dan perjalanan kariernya sendiri, sedangkan Güler masih berada pada tahap perkembangan. Namun, terdapat beberapa kemiripan yang membuat perbandingan tersebut sulit dihindari.
Güler sama-sama memiliki akar Turki, mengandalkan kaki kiri, nyaman bermain di antara lini tengah dan pertahanan lawan, serta mempunyai kemampuan menciptakan peluang melalui operan yang tidak selalu terlihat oleh pemain lain. Ia juga dapat bergerak dari sisi kanan menuju area sentral, kemudian menggunakan sudut tubuhnya untuk mengirim bola kepada penyerang.
Bagi Mourinho, profil seperti itu sangat berharga. Pelatih asal Portugal tersebut membutuhkan pemain yang mampu menerjemahkan sebuah situasi transisi menjadi peluang berbahaya hanya dengan satu atau dua sentuhan.
Özil pernah menjalankan peran tersebut dengan sangat baik. Sekarang, Güler berpotensi mendapatkan kesempatan untuk menjadi kreator utama dalam proyek baru Real Madrid.
Namun, perjalanan menuju posisi itu tidak akan mudah. Güler harus menghadapi persaingan ketat, tekanan besar, dan tuntutan taktik yang berbeda dari pelatih-pelatih sebelumnya.
Kenangan Mourinho dan Mesut Özil di Madrid
José Mourinho dan Mesut Özil tiba di Real Madrid pada musim panas 2010. Mourinho datang setelah membawa Inter Milan meraih treble, sedangkan Özil direkrut setelah tampil mengesankan bersama Jerman pada Piala Dunia 2010.
Real Madrid mendapatkan Özil dari Werder Bremen dengan harga yang relatif terjangkau untuk pemain dengan potensinya. Ia kemudian menjadi salah satu perekrutan paling efektif pada era Mourinho.
Dalam formasi 4-2-3-1, Özil sering dimainkan sebagai gelandang serang di belakang Karim Benzema atau Gonzalo Higuaín. Cristiano Ronaldo beroperasi dari sisi kiri, sementara Ángel Di María memberikan kecepatan dan energi dari sisi lainnya.
Struktur tersebut sangat cocok dengan karakter Özil. Ia tidak harus turun terlalu jauh untuk mengatur permainan dari daerah sendiri. Tugas utamanya adalah menerima bola di ruang antara lini, menghadap ke depan, lalu menemukan pergerakan para penyerang.
Özil memiliki pemahaman luar biasa mengenai waktu dan ruang. Ia mampu menunggu sepersekian detik sebelum mengirim operan agar rekan setimnya berada dalam posisi terbaik.
Kemampuan itu sangat penting bagi gaya Mourinho. Real Madrid dapat merebut bola di wilayah sendiri, memindahkannya dengan cepat kepada Özil, dan beberapa detik kemudian menciptakan peluang di area pertahanan lawan.
Mourinho memenangkan La Liga 2011–2012 bersama Madrid dengan raihan 100 poin dan 121 gol. Tim tersebut dikenal sebagai salah satu kesebelasan dengan serangan balik paling berbahaya di Eropa. Özil menjadi salah satu pemain kunci dalam struktur 4-2-3-1 Mourinho, berada di belakang penyerang dan diapit Ronaldo serta Di María.
Mourinho bahkan pernah menggambarkan Özil sebagai pemain unik yang tidak memiliki salinan. Pernyataan tersebut menunjukkan betapa tinggi penilaiannya terhadap kecerdasan dan kreativitas sang gelandang.
Kini, Mourinho tidak sedang mencari tiruan sempurna. Pemain seperti Özil tidak dapat diproduksi ulang hanya dengan mencari gelandang berkaki kiri yang mempunyai visi bagus.
Namun, Arda Güler menawarkan beberapa elemen yang dapat digunakan Mourinho untuk membangun fungsi serupa.
Mengapa Arda Güler Dibandingkan dengan Özil
Perbandingan antara Güler dan Özil tidak hanya muncul karena keduanya mempunyai hubungan dengan sepak bola Turki.
Secara teknis, mereka sama-sama terlihat nyaman ketika menerima bola di ruang sempit. Keduanya tidak selalu membutuhkan kecepatan lari luar biasa untuk melewati lawan. Mereka menciptakan keunggulan melalui kontrol pertama, perubahan arah, dan kemampuan membaca posisi rekan setim.
Güler juga memiliki kaki kiri yang sangat terampil. Ia dapat mengirim umpan melengkung, melakukan kombinasi pendek, melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, atau memberikan bola terakhir kepada penyerang.
Ketika bermain dari kanan, Güler tidak selalu bertindak seperti pemain sayap tradisional yang berlari menuju garis akhir. Ia lebih suka masuk ke tengah, mencari ruang di antara lini, dan terlibat dalam proses penciptaan peluang.
Karakter tersebut mengingatkan kepada Özil yang juga mampu bergerak dari posisi nomor 10 menuju sisi lapangan sebelum kembali masuk ke area sentral.
Kemiripan lainnya terletak pada cara mereka terlihat bermain. Baik Özil maupun Güler mempunyai gaya yang ringan dan halus. Ketika berada dalam kondisi terbaik, mereka seolah memiliki lebih banyak waktu dibandingkan pemain lain.
Namun, kemiripan visual tidak berarti keduanya identik.
Özil pada puncaknya merupakan pemberi assist yang sangat konsisten dan mampu mengendalikan arah serangan pada level tertinggi. Güler masih harus menunjukkan bahwa ia dapat mempertahankan pengaruhnya sepanjang musim, bukan hanya dalam beberapa pertandingan.
Güler juga memiliki kecenderungan lebih kuat untuk mencari tembakan. Ia dapat berkembang menjadi gelandang serang dengan kontribusi gol lebih besar daripada Özil, tergantung bagaimana Mourinho menggunakannya.
Karena itu, tujuan Madrid seharusnya bukan mengubah Güler menjadi Özil kedua. Mourinho perlu mempelajari kualitas asli pemain Turki tersebut dan membangun peran yang memaksimalkan kekuatannya.
Mourinho Telah Lama Mengagumi Güler
Ketertarikan Mourinho terhadap Güler bukan sesuatu yang baru muncul setelah ia kembali ke Real Madrid.
Laporan di Spanyol menyebut Mourinho telah memperhatikan perkembangan Güler sejak sang pemain masih berada di Fenerbahçe. Güler kemudian memilih bergabung dengan Real Madrid pada 2023 setelah menarik perhatian sejumlah klub besar Eropa.
Kini, keduanya akhirnya berada dalam satu tim.
Güler menjadi salah satu pemain internasional pertama yang kembali mengikuti persiapan pramusim Real Madrid setelah Piala Dunia. Mourinho disebut mengamati perkembangannya dengan serius dan melihatnya sebagai bagian menarik dalam rencana tim.
Situasi ini memberikan keuntungan bagi Güler. Ia dapat bekerja bersama pelatih yang memahami pentingnya gelandang kreatif dalam sistem serangan cepat.
Mourinho juga mempunyai pengalaman mengembangkan pemain muda yang datang dengan ekspektasi besar. Özil, Di María, Sami Khedira, dan Raphaël Varane berkembang menjadi pemain penting dalam periode pertamanya di Madrid.
Namun, Mourinho dikenal menuntut kedisiplinan tinggi. Kreativitas saja tidak cukup untuk mendapatkan tempat reguler.
Güler harus menunjukkan bahwa ia dapat mengikuti instruksi tanpa bola, menjaga intensitas, dan membantu struktur pertahanan tim.
Posisi Terbaik Güler dalam Sistem Mourinho
Mourinho secara historis sering menggunakan formasi 4-2-3-1. Dalam struktur tersebut, Güler memiliki beberapa kemungkinan posisi.
Pilihan paling jelas adalah sebagai gelandang serang nomor 10. Dari area ini, ia dapat menerima bola di belakang gelandang lawan dan mempunyai akses langsung kepada para penyerang.
Güler dapat mengirim umpan menuju Kylian Mbappé, bekerja sama dengan Vinícius Júnior, atau mengubah arah permainan menuju sisi lapangan.
Posisi nomor 10 juga mengurangi kebutuhan baginya untuk terus melakukan duel kecepatan di area sayap. Ia dapat menggunakan kecerdasan posisi dan kualitas tekniknya secara lebih maksimal.
Pilihan kedua adalah bermain dari sisi kanan. Dalam peran ini, Güler dapat masuk ke tengah ketika Real Madrid menguasai bola. Bek kanan kemudian memberikan lebar serangan melalui overlap.
Struktur semacam itu memungkinkan Güler berada di area favoritnya tanpa mengorbankan keseimbangan lapangan.
Pilihan ketiga adalah menempatkannya sebagai gelandang yang lebih dalam. Güler pernah menunjukkan kemampuan membantu progresi bola dari lini tengah.
Namun, peran tersebut membawa tuntutan lebih besar dalam duel, disiplin posisi, dan perlindungan pertahanan. Mourinho mungkin menggunakannya di sana dalam pertandingan tertentu, tetapi bukan berarti itu akan menjadi posisi utamanya.
Laporan pramusim menyebut Güler dapat bersaing sebagai gelandang maupun pemain sisi kanan dalam formasi yang biasa digunakan Mourinho. Kemampuannya membangun hubungan dengan Mbappé juga dipandang sebagai modal penting.
Hubungan Güler dan Mbappé Bisa Menjadi Senjata Utama
Salah satu alasan Mourinho dapat tertarik memberikan peran besar kepada Güler adalah hubungannya dengan Kylian Mbappé.
Seorang gelandang kreatif hanya dapat benar-benar berpengaruh apabila mempunyai penyerang yang memahami operan dan pergerakannya.
Mbappé merupakan pemain yang sangat berbahaya ketika menyerang ruang. Ia dapat bergerak dari sisi kiri ke tengah, berdiri di antara bek tengah dan bek kanan lawan, atau berlari langsung di belakang garis pertahanan.
Güler mempunyai kualitas untuk menemukan pergerakan tersebut.
Pada musim sebelumnya, Güler disebut memberikan delapan assist kepada Mbappé. Hubungan itu menjadi salah satu aspek yang diperhatikan Mourinho saat menyusun rencana barunya.
Koneksi tersebut dapat mengingatkan kepada hubungan Özil dan Cristiano Ronaldo.
Özil memahami bahwa Ronaldo selalu mencari posisi untuk menyerang gawang. Ia tidak perlu memegang bola terlalu lama. Satu operan yang tepat dapat membawa Ronaldo ke situasi mencetak gol.
Güler berpotensi menjalankan fungsi serupa untuk Mbappé. Ia dapat menerima bola, menarik satu pemain lawan, lalu mengirim umpan ke ruang yang sedang diserang penyerang Prancis tersebut.
Namun, kerja sama mereka tidak boleh hanya bergantung pada momen spontan. Mourinho perlu menciptakan pola yang memungkinkan Güler menerima bola dalam posisi menghadap ke depan.
Jika ia selalu menerima bola dengan punggung menghadap gawang dan berada di bawah tekanan dua pemain, kemampuannya akan sulit terlihat.
Persaingan dengan Bernardo Silva
Hambatan terbesar bagi Güler adalah persaingan di dalam skuad.
Real Madrid tidak hanya memiliki satu pemain kreatif. Kedatangan Bernardo Silva menambah pengalaman, kecerdasan, dan fleksibilitas di lini tengah serta sektor kanan.
Mantan pelatih Portugal, Fernando Santos, menilai Bernardo sebagai pemain dengan kecerdasan taktik, teknik, fleksibilitas, dan etos kerja yang sangat tinggi. Ia diyakini dapat bermain dari kanan maupun menjalankan peran lebih dalam di lini tengah.
Karakter tersebut membuat Bernardo menjadi pemain yang sangat disukai Mourinho. Ia berpengalaman, mampu menjaga bola, memahami pressing, dan tidak menghindari tugas defensif.
Bagi Güler, persaingan ini dapat terlihat sebagai ancaman. Namun, kehadiran Bernardo juga dapat menjadi kesempatan belajar.
Güler dapat mengamati bagaimana pemain berpengalaman mengatur tempo, memilih posisi, dan menjaga kontribusi selama 90 menit.
Keduanya bahkan dapat bermain bersama dalam pertandingan tertentu. Bernardo bisa bergerak lebih dalam, sedangkan Güler menempati posisi nomor 10 atau sisi kanan.
Masalahnya, Real Madrid juga mempunyai Jude Bellingham, Federico Valverde, Eduardo Camavinga, Aurélien Tchouaméni, dan Brahim Díaz. Mourinho harus membagi peran di antara banyak pemain berkualitas.
Laporan mengenai susunan awal Mourinho menyebut beberapa tempat di lini tengah dan sisi kanan masih diperebutkan. Güler menghadapi persaingan dari Brahim dan sejumlah pemain lain, sementara Bernardo, Valverde, Tchouaméni, serta Camavinga bersaing untuk peran sentral.
Karena itu, Güler harus memanfaatkan setiap kesempatan.
Mourinho Tidak Akan Memberikan Kebebasan Tanpa Syarat
Mourinho dikenal mampu memberikan kebebasan kepada pemain kreatif, tetapi kebebasan itu selalu mempunyai syarat.
Özil mendapatkan posisi penting karena mampu memberikan dampak langsung. Namun, hubungan mereka tidak selalu mudah.
Dalam autobiografinya, Özil pernah mengungkap perselisihan keras dengan Mourinho. Sang pelatih menuntut usaha yang lebih besar dan tidak puas hanya dengan kemampuan teknis. Meski pernah berkonflik, keduanya tetap mempunyai hubungan yang diwarnai rasa hormat.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran mengenai apa yang mungkin dihadapi Güler.
Mourinho akan memuji kualitasnya ketika ia menjalankan tugas. Namun, ia juga tidak akan ragu mengkritik apabila sang pemain kehilangan konsentrasi, tidak membantu pertahanan, atau terlalu mudah kehilangan bola.
Güler harus meningkatkan kemampuan bermain tanpa bola. Ketika Real Madrid tidak menguasai permainan, ia harus mengetahui kapan menekan, menutup jalur operan, dan kembali ke posisi.
Dalam pertandingan besar, satu kesalahan struktur dapat menghasilkan peluang bagi lawan.
Jika Güler mampu memenuhi tuntutan tersebut, Mourinho dapat memberinya kebebasan lebih besar ketika menguasai bola.
Kesempatan Menjadi Pusat Kreativitas Madrid
Real Madrid telah melewati periode perubahan besar di lini tengah.
Kepergian Toni Kroos dan Luka Modrić meninggalkan kekosongan dalam aspek kreativitas, kontrol tempo, dan distribusi bola.
Güler tidak harus menggantikan keduanya secara langsung. Profilnya berbeda. Namun, Madrid membutuhkan pemain yang mampu membuat peluang dari ruang sempit.
Pada musim 2025–2026, Güler dilaporkan mencatat lebih dari 3.000 menit bermain, menghasilkan 14 assist, dan menjadi salah satu sumber kreativitas utama Madrid. Meski kontribusi golnya masih dapat meningkat, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ia mampu menangani tanggung jawab yang lebih besar.
Data liga yang dihimpun AS juga menempatkan Güler sebagai pemimpin assist Real Madrid pada musim tersebut dengan sembilan assist di La Liga.
Mourinho dapat menjadikan statistik itu sebagai fondasi, bukan tujuan akhir.
Güler perlu lebih konsisten dalam menentukan pertandingan. Ia harus mampu tampil efektif ketika lawan memberikan ruang maupun ketika menghadapi blok pertahanan rendah.
Ia juga perlu meningkatkan pengambilan keputusan. Tidak setiap situasi membutuhkan operan sulit. Terkadang, mempertahankan bola dan memindahkan arah serangan merupakan pilihan terbaik.
Özil pada masa terbaiknya mempunyai kemampuan membedakan kapan harus mempercepat permainan dan kapan harus menunggu. Itulah salah satu kualitas yang perlu dikembangkan Güler.
Tekanan Perbandingan Bisa Menjadi Masalah
Membandingkan Güler dengan Özil memang menarik, tetapi dapat menciptakan tekanan yang tidak sehat.
Özil telah mencapai level tertinggi bersama Real Madrid, Arsenal, dan tim nasional Jerman. Ia memenangkan Piala Dunia serta dikenal sebagai salah satu pemberi assist terbaik generasinya.
Güler masih membangun identitasnya.
Setiap pertandingan buruk tidak seharusnya menjadi bukti bahwa ia gagal menjadi Özil berikutnya. Setiap operan bagus juga tidak otomatis menunjukkan bahwa ia telah mencapai level sang pendahulu.
Real Madrid perlu melindungi proses perkembangannya.
Mourinho harus memberikan tuntutan tinggi tanpa membuat pemain merasa seluruh kariernya dinilai melalui perbandingan dengan satu nama.
Güler mempunyai kualitas tembakan yang mungkin lebih kuat. Ia juga dapat berkembang menjadi pemain yang lebih agresif dalam mencetak gol.
Apabila dipaksa meniru Özil secara penuh, beberapa kekuatan aslinya justru dapat hilang.
Perbandingan terbaik seharusnya hanya digunakan untuk memahami fungsi taktik: seorang gelandang kreatif berkaki kiri yang dapat menghubungkan lini tengah dengan penyerang.
Selebihnya, Güler harus menjadi dirinya sendiri.
Baca Juga:












