Piala Presiden 2026 bukan sekadar turnamen pramusim bagi Persebaya Surabaya. Di bawah arahan pelatih anyar Bernardo Tavares, ajang ini menjadi laboratorium untuk membentuk fondasi tim yang siap bersaing di Super League 2026/2027. Meski kemenangan tetap menjadi target, pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa membangun identitas permainan dan chemistry skuad jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar trofi pramusim.
Persebaya akan memulai perjuangannya di Grup B dengan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga tersebut diprediksi berlangsung sengit, tetapi bagi Bernardo Tavares, setiap pertandingan memiliki fungsi yang lebih besar, yakni mengukur perkembangan tim yang masih dalam tahap pembentukan.
Bernardo Tavares Jadikan Piala Presiden Sebagai Ajang Persiapan
Sejak resmi menangani Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares langsung menegaskan visi yang ingin ia bangun. Pelatih berusia 46 tahun itu ingin menghadirkan tim yang bukan hanya kompetitif dalam jangka pendek, tetapi juga konsisten sepanjang musim.
Karena itu, Piala Presiden 2026 dimanfaatkan sebagai fase penting untuk mempersiapkan skuad sebelum memasuki kompetisi resmi.
Menurut Tavares, memenangkan pertandingan tentu menjadi tujuan setiap tim. Namun, kondisi Persebaya yang masih dalam proses adaptasi membuatnya memilih pendekatan yang lebih realistis.
Ia mengakui masih banyak pemain yang belum mencapai kondisi fisik terbaik sehingga proses pembentukan tim harus berjalan secara bertahap.
Grup Berat Jadi Ujian Awal Green Force
Perjalanan Persebaya di Piala Presiden 2026 tidak akan mudah.
Green Force tergabung di Grup B bersama tiga lawan yang memiliki kualitas berbeda, yakni:
- Persija Jakarta
- PSMS Medan
- Port FC (Thailand)
Laga perdana melawan Persija menjadi ujian pertama bagi Bernardo Tavares untuk melihat sejauh mana perkembangan timnya.
Selain mengincar hasil positif, pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan mengevaluasi performa para pemain dalam situasi kompetitif.
Rotasi Pemain Jadi Strategi Penting
Satu di antara fokus utama Bernardo Tavares selama turnamen adalah mengatur kondisi fisik pemain.
Padatnya jadwal pertandingan membuat tim pelatih harus memanfaatkan seluruh kedalaman skuad agar para pemain tidak mengalami kelelahan berlebihan.
Dengan regulasi yang memperbolehkan delapan pergantian pemain di Piala Presiden, Tavares berencana memaksimalkan aturan tersebut.
Rotasi bukan hanya bertujuan menjaga kebugaran pemain, tetapi juga memberikan kesempatan kepada seluruh anggota tim untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Beberapa manfaat rotasi yang diincar Persebaya antara lain:
- Menjaga kondisi fisik pemain tetap optimal.
- Mengurangi risiko cedera.
- Memberikan kesempatan bermain kepada seluruh skuad.
- Menguji kombinasi pemain di berbagai posisi.
- Mempercepat proses adaptasi pemain baru.
Pendekatan ini dinilai penting mengingat musim kompetisi masih panjang.
Adaptasi Pemain Asing Jadi Perhatian
Persebaya musim ini diperkuat beberapa pemain asing baru yang masih membutuhkan waktu beradaptasi.
Bernardo Tavares menyadari bahwa latihan saja belum cukup untuk mempercepat proses tersebut.
Menurutnya, pertandingan resmi jauh lebih efektif dalam membangun chemistry antarpemain.
Melalui laga kompetitif, tim pelatih bisa melihat banyak aspek yang tidak selalu muncul saat latihan, seperti:
- Komunikasi di lapangan.
- Pemahaman terhadap instruksi taktik.
- Kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.
- Respons ketika menghadapi situasi sulit.
- Kerja sama dalam membangun serangan maupun bertahan.
Semua evaluasi tersebut akan menjadi bahan penting sebelum Super League dimulai.
Identitas Permainan Mulai Dibentuk
Selain kondisi fisik, Bernardo Tavares memberikan perhatian besar terhadap identitas permainan Persebaya.
Pelatih asal Portugal itu ingin Green Force memiliki karakter yang jelas, baik ketika menguasai bola maupun saat kehilangan penguasaan.
Menurutnya, sepak bola modern tidak hanya berbicara mengenai kreativitas menyerang.
Justru reaksi tim ketika kehilangan bola menjadi salah satu indikator utama kualitas sebuah tim.
Karena itu, beberapa aspek yang terus diasah meliputi:
- Transisi bertahan yang cepat.
- Organisasi pertahanan yang rapi.
- Tekanan kolektif kepada lawan.
- Dukungan antarpemain saat menyerang.
- Disiplin menjaga posisi sepanjang pertandingan.
Tavares berharap kebiasaan tersebut mulai terbentuk sejak turnamen pramusim sehingga menjadi identitas Persebaya sepanjang musim.
Komitmen Pemain Jadi Penilaian Utama
Bagi Bernardo Tavares, performa individu bukan satu-satunya aspek yang dinilai selama Piala Presiden 2026.
Ia justru lebih fokus melihat komitmen seluruh pemain ketika menjalankan instruksi tim.
Pelatih tersebut ingin mengetahui bagaimana respons para pemain saat kehilangan bola, apakah mereka langsung melakukan tekanan, membantu rekan setim, atau justru terlambat kembali ke posisi bertahan.
Menurutnya, detail-detail kecil seperti itulah yang nantinya menentukan keberhasilan sebuah tim dalam kompetisi panjang.
Karakter bermain yang disiplin diyakini menjadi fondasi penting jika Persebaya ingin bersaing memperebutkan gelar Super League.
Tantangan Fisik di Awal Musim
Tavares juga memahami bahwa kondisi fisik pemain belum sepenuhnya ideal.
Hal tersebut merupakan situasi yang lumrah mengingat tim masih berada dalam fase awal pramusim.
Selain menjalani latihan intensif, para pemain juga harus beradaptasi dengan beberapa faktor lain, seperti:
- Cuaca panas.
- Intensitas pertandingan.
- Ritme kompetisi.
- Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo.
- Dukungan puluhan ribu Bonek dan Bonita.
Seluruh tantangan tersebut diharapkan mampu mempercepat kesiapan mental maupun fisik skuad sebelum kompetisi resmi bergulir.
Fondasi Menuju Persebaya yang Lebih Kompetitif
Piala Presiden 2026 menjadi lebih dari sekadar turnamen pemanasan bagi Persebaya Surabaya. Bernardo Tavares memanfaatkan setiap pertandingan sebagai proses membangun fondasi tim yang solid, disiplin, dan memiliki identitas permainan yang kuat.
Meski kemenangan tetap menjadi target, fokus utama sang pelatih adalah memastikan seluruh pemain memahami filosofi bermain yang diinginkannya. Rotasi, adaptasi pemain baru, peningkatan kondisi fisik, hingga pembentukan chemistry menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Persebaya berpeluang memasuki Super League 2026/2027 dengan skuad yang jauh lebih matang. Bagi Bernardo Tavares, kesuksesan sebuah tim tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui proses yang konsisten sejak pertandingan pertama di Piala Presiden 2026.
BACA JUGA :












