Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi memberikan dukungan penuh kepada Khiev Sameth untuk kembali memimpin ASEAN Football Federation (AFF) pada periode 2026–2031. Sikap tegas ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menilai kesinambungan kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga laju perkembangan sepak bola Asia Tenggara.
Dukungan tersebut bukan sekadar bentuk kepercayaan kepada sosok Khiev Sameth, tetapi juga mencerminkan komitmen PSSI dalam memperkuat kolaborasi regional. Di tengah meningkatnya perhatian FIFA terhadap kawasan Asia Tenggara, stabilitas kepemimpinan AFF dinilai menjadi fondasi penting untuk membawa sepak bola ASEAN naik ke level yang lebih tinggi.
PSSI Resmi Mendukung Khiev Sameth untuk Periode 2026–2031
PSSI menegaskan bahwa Khiev Sameth merupakan figur yang berhasil membawa AFF semakin solid sejak menjabat sebagai Presiden AFF pada 2019. Berbagai program kerja, peningkatan kualitas kompetisi, hingga hubungan yang semakin erat antar asosiasi anggota menjadi alasan utama di balik dukungan tersebut.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa kepemimpinan yang berkelanjutan akan memberikan dampak positif bagi seluruh negara anggota AFF.
Menurut Erick, AFF saat ini telah berkembang menjadi organisasi yang mampu menyatukan kekuatan sepak bola Asia Tenggara melalui kerja sama yang lebih erat, kompetisi yang semakin berkualitas, serta visi jangka panjang yang jelas.
Ia juga menegaskan bahwa PSSI berdiri di belakang Khiev Sameth untuk melanjutkan transformasi yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Mengapa Keberlanjutan Kepemimpinan AFF Sangat Penting?
Erick Thohir menilai momentum kebangkitan sepak bola Asia Tenggara tidak boleh terhambat oleh perubahan arah organisasi. Saat ini, kawasan ASEAN mulai mendapatkan kepercayaan lebih besar dari FIFA untuk menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional.
Keberlanjutan kepemimpinan dinilai akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain:
- Menjaga konsistensi program pengembangan sepak bola Asia Tenggara.
- Memperkuat kerja sama antar federasi anggota AFF.
- Meningkatkan kualitas kompetisi regional.
- Mempercepat profesionalisme tata kelola organisasi.
- Mendukung target jangka panjang menuju sepak bola ASEAN berkelas dunia.
Dengan fondasi yang sudah dibangun selama beberapa tahun terakhir, pergantian arah kebijakan dianggap berpotensi menghambat proses transformasi yang sedang berlangsung.
Kepercayaan AFF kepada Indonesia Semakin Besar
Salah satu alasan kuat di balik dukungan PSSI adalah meningkatnya kepercayaan AFF terhadap Indonesia sebagai penyelenggara berbagai turnamen regional.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah sejumlah kompetisi penting, di antaranya:
- ASEAN U-23 Championship 2025
- ASEAN U-19 Boys’ Championship 2024
- ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026
- ASEAN U-17 Boys’ Championship 2024
- ASEAN U-17 Boys’ Championship 2026
- ASEAN U-19 Women’s Championship 2025
- ASEAN U-16 Girls’ Championship 2025
Penunjukan tersebut menjadi bukti bahwa transformasi yang dilakukan PSSI mendapat apresiasi dari AFF.
Erick Thohir menyebut kepercayaan tersebut tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari pembenahan organisasi, peningkatan kualitas penyelenggaraan pertandingan, hingga komitmen Indonesia dalam mendukung perkembangan sepak bola Asia Tenggara.
Asia Tenggara Kini Menjadi Perhatian FIFA
Selain agenda AFF, Erick Thohir juga menyoroti semakin besarnya perhatian FIFA terhadap kawasan Asia Tenggara.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai turnamen dunia telah maupun akan digelar di kawasan ini, antara lain:
- FIFA U-17 World Cup 2023 di Indonesia.
- FIFA Series 2026 di Indonesia.
- FIFA Women’s World Cup 2023 di Australia.
- FIFA Women’s Futsal World Cup 2025 di Filipina.
- FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan pertama kali digelar di Indonesia.
Menurut Erick, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Asia Tenggara sedang memasuki era baru dalam perkembangan sepak bola internasional.
Karena itu, stabilitas organisasi AFF menjadi faktor penting agar seluruh negara anggota mampu memanfaatkan momentum tersebut secara maksimal.
Siapa Khiev Sameth?
Khiev Sameth merupakan tokoh asal Kamboja yang telah memimpin AFF sejak tahun 2019.
Selama masa kepemimpinannya, berbagai program modernisasi organisasi mulai dijalankan, termasuk peningkatan kualitas kompetisi regional dan penguatan hubungan antar federasi anggota.
Pada November 2022, Khiev Sameth kembali terpilih sebagai Presiden AFF tanpa pesaing untuk periode kedua yang berlangsung hingga 2026.
Kini, ia berpeluang melanjutkan kepemimpinannya untuk periode 2026–2031 dengan dukungan dari sejumlah federasi, termasuk PSSI.
Visinya yang fokus pada kolaborasi regional, peningkatan kualitas kompetisi, serta pengembangan sepak bola usia muda menjadi salah satu alasan mengapa banyak pihak menilai kepemimpinannya layak diteruskan.
Dukungan PSSI Menjadi Langkah Strategis
Dukungan yang diberikan PSSI bukan hanya berkaitan dengan pemilihan Presiden AFF, tetapi juga menunjukkan posisi Indonesia yang semakin berpengaruh dalam perkembangan sepak bola Asia Tenggara.
Selama beberapa tahun terakhir, PSSI aktif menjalankan transformasi organisasi, meningkatkan kualitas kompetisi nasional, memperbaiki infrastruktur sepak bola, hingga memperkuat hubungan internasional.
Kolaborasi yang erat dengan AFF diharapkan mampu memberikan manfaat bagi seluruh negara anggota, termasuk dalam bidang:
- Pengembangan pemain muda.
- Peningkatan kualitas kompetisi.
- Pendidikan pelatih dan wasit.
- Modernisasi tata kelola organisasi.
- Peluang menjadi tuan rumah ajang internasional.
Dengan sinergi yang semakin kuat, kawasan Asia Tenggara memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan daya saing di tingkat dunia.
Kesimpulan
Dukungan resmi PSSI kepada Khiev Sameth untuk kembali memimpin AFF periode 2026–2031 menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia menginginkan kesinambungan pembangunan sepak bola Asia Tenggara. Erick Thohir menilai kepemimpinan yang stabil akan mempercepat transformasi AFF sekaligus memperkuat posisi kawasan di mata dunia.
Kepercayaan AFF kepada Indonesia sebagai tuan rumah berbagai turnamen regional, ditambah semakin banyaknya agenda FIFA yang hadir di Asia Tenggara, menunjukkan bahwa kawasan ini sedang berkembang pesat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara PSSI, AFF, dan seluruh asosiasi anggota, harapan menghadirkan ekosistem sepak bola yang profesional, kompetitif, dan berkelas dunia semakin terbuka lebar.
BACA JUGA :












