1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP Statistik Persebaya vs Arema: Bajul Ijo Kalah Dominasi, Tapi Lebih Tajam di Depan Gawang

Persebaya Surabaya berhasil memastikan tiket menuju final Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan rival Jawa Timur, Arema FC, dengan skor tipis 1-0. Pertandingan semifinal yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8) tersebut berjalan sengit dengan intensitas tinggi sejak menit awal.

Meski tidak tampil sebagai tim yang paling dominan dalam penguasaan bola, Persebaya mampu menunjukkan permainan yang lebih efektif. Satu peluang penting berhasil dikonversi menjadi gol kemenangan yang membawa Bajul Ijo selangkah lebih dekat menuju trofi Piala Presiden.

Gol semata wayang Persebaya dicetak oleh Yuran Fernandes pada masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit 45+7. Bek asal Tanjung Verde itu memanfaatkan umpan sepak pojok akurat dari Francisco Rivera dan melepaskan sundulan keras yang tidak mampu dihentikan kiper Arema FC.

Kemenangan tersebut terasa semakin berharga karena Persebaya harus menghadapi tekanan besar dari Singo Edan sepanjang laga. Namun, kartu merah yang diterima Diego Landis pada menit ke-68 menjadi titik balik yang membuat Arema kehilangan tenaga untuk mengejar ketertinggalan.

Arema Lebih Banyak Menguasai Bola, Persebaya Lebih Klinis

Jika melihat statistik pertandingan, Arema FC sebenarnya tampil cukup dominan dalam beberapa aspek permainan. Tim asuhan Singo Edan mencatatkan 54 persen penguasaan bola, unggul dibandingkan Persebaya yang hanya memiliki 46 persen.

Arema juga terlihat lebih aktif dalam membangun serangan. Mereka mampu menciptakan 10 percobaan tembakan, sementara Persebaya mencatatkan sembilan tembakan sepanjang pertandingan.

Namun, sepak bola tidak hanya ditentukan oleh jumlah peluang, melainkan bagaimana sebuah tim memanfaatkan kesempatan yang tersedia. Dalam hal ini, Persebaya tampil lebih efektif.

Dari sembilan tembakan yang dilepaskan, Bajul Ijo berhasil menghasilkan empat tembakan tepat sasaran. Sementara itu, Arema hanya mampu mencatatkan satu shot on target, menunjukkan bahwa serangan mereka belum cukup tajam untuk membongkar pertahanan Persebaya.

Efektivitas inilah yang menjadi pembeda utama dalam duel panas Derby Jawa Timur tersebut.

Akurasi Umpan Kedua Tim Hampir Berimbang

Selain penguasaan bola dan jumlah tembakan, distribusi permainan kedua tim juga berjalan cukup seimbang.

Arema FC mencatatkan 395 umpan sukses dengan tingkat akurasi mencapai 86 persen. Di sisi lain, Persebaya melakukan 334 umpan berhasil dengan akurasi sedikit lebih tinggi, yakni 87 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa kedua tim sama-sama mampu menjaga kualitas permainan dalam membangun serangan. Namun, Persebaya lebih mampu memaksimalkan situasi krusial, terutama melalui skema bola mati yang akhirnya menghasilkan gol penentu kemenangan.

Kartu Merah Diego Landis Ubah Jalannya Pertandingan

Laga semifinal ini berlangsung dengan tensi tinggi khas pertandingan antara dua rival besar Jawa Timur.

Arema FC tercatat melakukan 10 pelanggaran dan mendapatkan lima kartu kuning, sedangkan Persebaya melakukan enam pelanggaran dengan empat kartu kuning.

Momen paling menentukan terjadi pada menit ke-68 ketika Diego Landis harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah.

Bermain dengan 10 pemain membuat Arema kesulitan menjaga tekanan kepada Persebaya. Meski tetap berusaha mencari gol penyama kedudukan, ruang gerak Singo Edan menjadi lebih terbatas dan momentum mereka perlahan menurun.

Persebaya kemudian mampu mengontrol jalannya pertandingan hingga peluit akhir berbunyi dan mempertahankan keunggulan 1-0.

Bajul Ijo Unggul dalam Duel Udara

Selain lebih efektif dalam menyerang, Persebaya juga menunjukkan keunggulan dalam duel fisik, terutama dalam perebutan bola udara.

Bajul Ijo memenangkan 11 dari 16 duel udara, sementara Arema hanya berhasil memenangkan lima duel udara sepanjang pertandingan.

Keunggulan tersebut menjadi salah satu faktor penting bagi Persebaya dalam menjaga pertahanan, terutama ketika Arema mulai meningkatkan tekanan di babak kedua.

Persebaya Kembali ke Final Piala Presiden

Kemenangan atas Arema FC membuat Persebaya Surabaya mencatat sejarah baru dengan kembali mencapai final Piala Presiden 2026.

Ini menjadi kali kedua Bajul Ijo berhasil menembus partai puncak turnamen tersebut. Sebelumnya, Persebaya pernah tampil di final Piala Presiden 2019, tetapi harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Arema FC.

Kini, Persebaya memiliki kesempatan untuk memperbaiki catatan tersebut. Dengan kombinasi permainan efektif, pertahanan solid, dan mental kuat dalam pertandingan besar, Bajul Ijo siap memburu gelar juara Piala Presiden 2026 sekaligus mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia.

BACA JUGA :

CLOSE