1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Nilai Pasarnya Dipertanyakan, Striker Naturalisasi Vietnam Protes ke Transfermarkt

Persaingan antara Timnas Indonesia dan Vietnam di Piala AFF 2026 belum benar-benar berakhir. Meski kedua tim sudah saling berhadapan di fase grup, tensi rivalitas kini berlanjut di luar lapangan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada komentar striker naturalisasi Vietnam, Nguyen Xuan Son, yang memprotes data nilai pasar pemain yang dirilis Transfermarkt.

Komentar tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, Transfermarkt menempatkan Timnas Indonesia sebagai tim dengan total nilai pasar tertinggi di Piala AFF 2026, sementara Vietnam harus berada di bawah skuad Garuda. Perbedaan itu memicu reaksi dari Nguyen Xuan Son yang merasa nilai pasar rekan-rekannya belum mencerminkan kualitas sebenarnya.

Timnas Indonesia Jadi Skuad Termahal di Piala AFF 2026

Berdasarkan data yang dirilis Transfermarkt, Timnas Indonesia menjadi kontestan dengan total market value tertinggi di ajang Piala AFF 2026.

Skuad asuhan John Herdman memiliki total nilai pasar mencapai 9,43 juta euro atau sekitar Rp195,16 miliar. Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi teratas dibandingkan seluruh peserta turnamen.

Besarnya nilai pasar Timnas Indonesia tidak lepas dari hadirnya sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri serta pemain naturalisasi dengan pengalaman kompetisi Eropa.

Beberapa faktor yang membuat nilai pasar Indonesia tinggi antara lain:

  • Banyak pemain yang bermain di liga luar negeri.
  • Kehadiran pemain naturalisasi berkualitas.
  • Usia skuad yang masih relatif muda.
  • Performa individu yang terus meningkat.
  • Pengalaman tampil di kompetisi internasional.

Nilai pasar ini memang bukan penentu hasil pertandingan. Namun, market value sering dijadikan gambaran mengenai kualitas skuad berdasarkan performa, usia, pengalaman, dan prospek pemain.

Vietnam Berada di Posisi Kedua

Sementara itu, Timnas Vietnam menempati posisi kedua dalam daftar total nilai pasar peserta Piala AFF 2026.

The Golden Star Warriors memiliki total market value sebesar 6,63 juta euro, atau setara dengan sekitar Rp137,21 miliar.

Selisih hampir tiga juta euro dibandingkan Timnas Indonesia membuat Vietnam terpaut cukup jauh dalam peringkat Transfermarkt.

Meski demikian, perbedaan nilai pasar tersebut tidak membuat Vietnam kehilangan daya saing. Faktanya, mereka berhasil mengalahkan Timnas Indonesia saat kedua tim bertemu di Grup A Piala AFF 2026.

Hasil itu membuktikan bahwa sepak bola tidak hanya ditentukan oleh angka di atas kertas.

Nguyen Xuan Son Protes Data Transfermarkt

Perhatian publik kemudian tertuju pada striker naturalisasi Vietnam, Rafaelson Bezerra Fernandes yang kini menggunakan nama Vietnam, Nguyen Xuan Son.

Pemain kelahiran Brasil tersebut memberikan komentar langsung terhadap unggahan akun Instagram @seasiagoal yang membahas daftar nilai pasar peserta Piala AFF 2026.

Dalam komentarnya, ia meminta Transfermarkt untuk melakukan koreksi terhadap data yang dianggap tidak sesuai.

Nguyen Xuan Son menulis:

“Hallo, Transfermarkt. Saya rasa Anda perlu mengoreksi market value tersebut. Itu tidak benar. Tolong lihatlah nilai dari rekan-rekan saya.”

Komentar tersebut langsung menarik perhatian warganet karena dianggap sebagai bentuk keberatan terhadap penilaian Transfermarkt.

Banyak pendukung Vietnam mendukung pernyataan tersebut, sementara sebagian penggemar sepak bola menilai nilai pasar memang bersifat estimasi berdasarkan berbagai indikator, bukan angka resmi yang ditetapkan klub.

Mengapa Nilai Pasar Bisa Berbeda?

Transfermarkt menggunakan berbagai indikator dalam memperkirakan nilai pasar seorang pemain.

Beberapa faktor yang memengaruhi market value meliputi:

  • Performa dalam beberapa musim terakhir.
  • Usia pemain.
  • Durasi kontrak bersama klub.
  • Kompetisi tempat pemain berkarier.
  • Riwayat cedera.
  • Potensi perkembangan.
  • Minat klub lain terhadap pemain tersebut.

Karena sifatnya merupakan estimasi, nilai pasar sering mengalami perubahan seiring performa pemain di lapangan.

Itulah sebabnya tidak semua pihak selalu sepakat dengan angka yang ditampilkan.

Pemain Termahal Timnas Indonesia

Besarnya total nilai pasar Timnas Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah pemain dengan banderol tinggi.

Menariknya, bek keturunan Indonesia-Belanda Justin Hubner sebenarnya menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Garuda. Namun, ia batal memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 karena tidak mendapatkan izin dari klubnya, Fortuna Sittard.

Selain Hubner, beberapa pemain Indonesia dengan nilai pasar tertinggi meliputi:

  • Thom Haye — sekitar Rp15,64 miliar.
  • Rizky Ridho — sekitar Rp11,3 miliar.
  • Sandy Walsh — sekitar Rp10,4 miliar.

Kehadiran para pemain tersebut membuat total market value Timnas Indonesia tetap menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Nguyen Xuan Son Jadi Pemain Termahal Vietnam

Di kubu Vietnam, Nguyen Xuan Son justru menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi.

Transfermarkt menaksir harga pasar sang striker mencapai 550 ribu euro, atau sekitar Rp11,38 miliar.

Di bawahnya terdapat beberapa nama penting lainnya, yaitu:

  • Nguyen Quang Hai — 400 ribu euro (sekitar Rp8,27 miliar).
  • Tien Anh Truong — 275 ribu euro (sekitar Rp5,6 miliar).

Ketiganya menjadi tulang punggung Vietnam sekaligus penyumbang terbesar terhadap total nilai pasar skuad The Golden Star Warriors.

Rivalitas Indonesia dan Vietnam Semakin Memanas

Komentar Nguyen Xuan Son kembali memperpanjang rivalitas Indonesia dan Vietnam yang dalam beberapa tahun terakhir selalu menghadirkan cerita menarik.

Persaingan kedua negara tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga melibatkan berbagai aspek lain seperti kualitas pemain, perkembangan sepak bola nasional, hingga perbandingan nilai pasar.

Meski Timnas Indonesia unggul dari sisi market value menurut Transfermarkt, Vietnam berhasil membuktikan kualitasnya dengan mengalahkan skuad Garuda pada fase grup Piala AFF 2026.

Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai pasar hanyalah salah satu indikator yang menggambarkan potensi sebuah tim. Pada akhirnya, hasil pertandingan tetap ditentukan oleh performa, strategi, kekompakan, dan efektivitas permainan selama 90 menit di lapangan.

Ke depan, rivalitas Indonesia dan Vietnam dipastikan masih akan menjadi salah satu duel paling dinantikan di sepak bola Asia Tenggara. Dengan perkembangan kualitas pemain di kedua negara, setiap pertemuan berpotensi menghadirkan pertandingan yang semakin kompetitif dan menarik perhatian para pecinta sepak bola di kawasan.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE