PSSI kembali menegaskan komitmennya terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Menjelang Kongres FIFA 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada 18 Maret 2027, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan Indonesia akan memberikan dukungan kepada Infantino untuk kembali memimpin organisasi sepak bola dunia tersebut.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Menurut Erick Thohir, berbagai program FIFA selama beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak nyata bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan pembinaan usia dini, hingga meningkatnya peran Indonesia di tingkat internasional menjadi bukti hubungan erat antara PSSI dan FIFA.
PSSI Tegaskan Dukungan kepada Gianni Infantino
Erick Thohir menyampaikan bahwa PSSI melihat FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino bukan hanya sebagai badan pengatur sepak bola dunia, tetapi juga sebagai mitra strategis yang berkontribusi langsung terhadap kemajuan sepak bola nasional.
Menurutnya, transformasi yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa dilepaskan dari dukungan FIFA melalui berbagai program pengembangan.
Erick mengatakan:
“Bagi Indonesia, FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino bukan sekadar badan pengatur global, melainkan mitra strategis yang hadir secara riil dalam pembangunan sepak bola kita. Tanpa dukungan FIFA, lompatan kemajuan yang kita capai hari ini akan sulit terwujud.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan kerja sama menjadi salah satu pertimbangan utama PSSI dalam menentukan sikap menjelang pemilihan Presiden FIFA periode berikutnya.
Erick Thohir Nilai Program FIFA Berdampak Nyata
Selama kepemimpinan Gianni Infantino, FIFA dinilai semakin aktif membantu negara-negara berkembang dalam membangun fondasi sepak bola yang lebih kuat.
Indonesia menjadi salah satu negara yang merasakan manfaat dari berbagai program tersebut.
Beberapa kontribusi FIFA bagi sepak bola Indonesia meliputi:
- Dukungan pembangunan National Training Centre (NTC).
- Pendanaan melalui program FIFA Forward.
- Pengembangan pembinaan usia dini.
- Penguatan sepak bola akar rumput.
- Penunjukan Indonesia sebagai pusat operasional FIFA di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Erick Thohir, arah kebijakan FIFA selama ini sejalan dengan upaya PSSI membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih profesional dan berkelanjutan.
National Training Centre IKN Jadi Bukti Dukungan FIFA
Salah satu proyek terbesar hasil kolaborasi PSSI dan FIFA adalah pembangunan National Training Centre (NTC) di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Melalui program FIFA Forward, organisasi sepak bola dunia tersebut mengalokasikan dana sebesar USD 5,4 juta untuk tahap pertama pembangunan fasilitas latihan modern tersebut.
NTC dibangun di atas lahan seluas 34,5 hektare dan diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sepak bola Indonesia dalam jangka panjang.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan pemain muda, pelatih, hingga tim nasional di berbagai kelompok usia.
Selain menjadi pusat latihan, NTC juga dipersiapkan sebagai fasilitas pendukung pengembangan sepak bola nasional yang memenuhi standar internasional.
Jakarta Kini Menjadi FIFA Hub untuk Asia Tenggara
Selain pembangunan infrastruktur, Indonesia juga memperoleh kepercayaan besar dari FIFA melalui penunjukan Jakarta sebagai FIFA Hub untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.
Penunjukan tersebut resmi tertuang dalam Host Country Agreement yang ditandatangani pada Juni 2025.
Melalui status tersebut, Jakarta menjadi pusat operasional FIFA yang melayani 21 asosiasi anggota di kawasan.
Keberadaan FIFA Hub membawa sejumlah manfaat strategis, di antaranya:
- Memperkuat posisi Indonesia di sepak bola internasional.
- Mempermudah koordinasi program FIFA di kawasan.
- Membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
- Meningkatkan reputasi Indonesia sebagai pusat pengembangan sepak bola regional.
- Mendukung percepatan transformasi sepak bola nasional.
Erick Thohir menilai keputusan tersebut menjadi bukti bahwa FIFA ingin menghadirkan pembangunan sepak bola yang lebih merata di seluruh dunia.
Ia mengatakan:
“Ini membuktikan visi Presiden Infantino bahwa pertumbuhan sepak bola tidak boleh terpusat di satu wilayah saja, melainkan harus merata di seluruh dunia.”
Program Pembinaan FIFA Terus Berjalan di Indonesia
Kerja sama FIFA dengan Indonesia tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur.
Berbagai program pembinaan juga terus dijalankan untuk memperkuat kualitas sepak bola nasional, terutama di level usia dini.
Beberapa program yang saat ini berjalan antara lain:
- FIFA Talent Development Scheme untuk pengembangan talenta muda.
- FIFA Football for Schools yang mengintegrasikan sepak bola dengan dunia pendidikan.
- FIFA Arena, program pembangunan mini-lapangan sepak bola di berbagai daerah.
Program-program tersebut dinilai membantu mempercepat pembinaan pemain muda sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas sepak bola yang lebih baik.
PSSI berharap manfaat program tersebut dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia sehingga lahir lebih banyak pemain berkualitas di masa depan.
Dukungan Internasional kepada Gianni Infantino Masih Kuat
Menjelang Kongres FIFA 2027 di Maroko, Gianni Infantino juga masih mendapatkan dukungan dari berbagai konfederasi dan asosiasi sepak bola di dunia.
Salah satu dukungan terbesar datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang memiliki 54 asosiasi anggota.
Selain itu, sejumlah negara di Asia seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi juga disebut memberikan dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Infantino.
Beberapa negara di Amerika Selatan juga dikabarkan memiliki sikap serupa.
Dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai kawasan, peluang Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya dinilai masih sangat terbuka.
PSSI Ingin Kolaborasi dengan FIFA Terus Berlanjut
Bagi PSSI, dukungan terhadap Gianni Infantino bukan hanya berkaitan dengan proses pemilihan Presiden FIFA, tetapi juga tentang kesinambungan berbagai program pembangunan sepak bola di Indonesia.
Erick Thohir menegaskan bahwa PSSI akan terus bekerja sama secara konstruktif dengan FIFA dan seluruh asosiasi anggota untuk mempercepat kemajuan sepak bola dunia.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan:
“Intinya, PSSI siap terus bekerja secara konstruktif dengan FIFA dan semua Asosiasi Anggota untuk memajukan pengembangan sepak bola di seluruh dunia, memastikan bahwa visi inklusif sepak bola global terus berlanjut.”
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa Indonesia ingin terus memainkan peran yang lebih besar dalam ekosistem sepak bola internasional. Dengan dukungan terhadap Gianni Infantino dan berbagai program FIFA yang telah berjalan, PSSI berharap transformasi sepak bola nasional dapat terus berlanjut menuju level yang lebih kompetitif di masa mendatang.
BACA JUGA :












