1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Erick Thohir Umumkan Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026 “Sepak Bola Kita Sudah Bangkit”

Sepak bola Indonesia kembali mendapat sorotan setelah FIFA memberikan kepastian mengenai penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia dipercaya menjadi salah satu tuan rumah turnamen baru di bawah payung FIFA tersebut. Bagi Erick Thohir, momentum ini menjadi gambaran bahwa sepak bola nasional telah mengalami perkembangan penting.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI itu menilai kemajuan sepak bola Indonesia tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang melibatkan pemerintah, federasi, klub, pelatih, pemain, hingga masyarakat.

FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada periode FIFA Matchday September-Oktober 2026. Indonesia disebut akan menjadi tuan rumah bersama Hong Kong, dengan detail teknis penyelenggaraan yang masih terus dipersiapkan.

Erick Thohir: Sepak Bola Indonesia Sudah Bangkit

Erick Thohir melihat perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sebagai hasil kerja bersama. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut.

Namun, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Peran PSSI, klub, pelatih, pemain, suporter, dan berbagai stakeholder juga menjadi faktor yang ikut menentukan arah sepak bola nasional.

Erick menegaskan bahwa tanda-tanda kebangkitan tersebut sudah terlihat dari berbagai pencapaian Timnas Indonesia.

Salah satu contoh yang paling mudah diingat adalah keberhasilan tim nasional U-23 meraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja. Prestasi tersebut mengakhiri penantian panjang selama 32 tahun.

Selain prestasi di lapangan, Indonesia juga semakin sering dipercaya menggelar pertandingan dan turnamen internasional. FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu momentum terbaru yang memperlihatkan meningkatnya kepercayaan terhadap Indonesia sebagai bagian dari ekosistem sepak bola regional.

FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Panggung Baru Indonesia

FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki arti penting karena turnamen tersebut berada di bawah payung FIFA. Erick sebelumnya menyebut ajang ini sebagai salah satu kompetisi besar yang dapat membantu meningkatkan persaingan sepak bola di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.

Bagi Indonesia, status sebagai tuan rumah memberikan beberapa keuntungan. Timnas bisa mendapatkan pengalaman bertanding di hadapan pendukung sendiri, sementara pemerintah dan PSSI dapat menunjukkan kemampuan dalam menggelar kompetisi internasional.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain:

  • Kesiapan stadion dan fasilitas pertandingan
  • Koordinasi pemerintah pusat dan daerah
  • Dukungan keamanan serta transportasi
  • Kesiapan PSSI sebagai penyelenggara
  • Antusiasme masyarakat terhadap Timnas Indonesia

Pemerintah juga telah menunjukkan dukungan terhadap rencana Indonesia menjadi tuan rumah. Sebelumnya, Erick melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai respons positif FIFA terhadap pencalonan Indonesia.

Perjalanan Timnas Indonesia Tidak Hanya soal Hasil

Erick juga mengajak publik melihat perkembangan sepak bola Indonesia secara lebih luas. Menurutnya, prestasi sebuah tim nasional tidak hanya ditentukan oleh pemain yang tampil selama 90 menit.

Ada banyak elemen yang bekerja di belakang layar. Pelatih, staf kepelatihan, federasi, klub, kompetisi domestik, hingga program pembinaan pemain muda memiliki peran masing-masing.

Dalam beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia juga mengalami pergantian pelatih dengan karakter dan pendekatan berbeda. Erick menyebut sejumlah pelatih yang pernah menangani tim nasional sebagai bagian dari perjalanan tersebut.

Karena itu, setiap era kepelatihan perlu dilihat sebagai proses untuk membangun fondasi yang lebih kuat. Tidak semua hasil pertandingan akan berakhir sesuai harapan, tetapi pengalaman tersebut tetap dapat menjadi bahan evaluasi.

Sepak Bola Putri Mulai Mendapat Perhatian

Kebangkitan sepak bola Indonesia menurut Erick juga tidak boleh hanya diukur dari prestasi tim putra. Perkembangan sepak bola putri menjadi bagian lain yang mulai mendapatkan perhatian lebih besar.

Tim nasional putri Indonesia perlahan menunjukkan peningkatan. Pencapaian di berbagai level menjadi sinyal bahwa pembinaan sepak bola putri mulai mendapatkan ruang yang lebih luas.

Langkah tersebut penting karena pembangunan sepak bola nasional membutuhkan ekosistem yang menyeluruh. Pembinaan pemain putra dan putri harus berjalan beriringan agar perkembangan sepak bola Indonesia tidak hanya bergantung pada satu sektor.

PSSI juga telah membicarakan peta jalan pengembangan sepak bola nasional untuk jangka panjang. Sebelumnya, Erick memperkenalkan roadmap Garuda Mendunia 2045, yang mencakup target pengembangan Timnas Indonesia putra dan putri.

Dukungan Masyarakat Jadi Kunci

Di tengah ekspektasi yang semakin tinggi, Erick Thohir juga meminta masyarakat memberikan dukungan kepada pemain dan pelatih Timnas Indonesia.

Menurutnya, kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari evaluasi. Namun, kritik sebaiknya tidak berubah menjadi serangan pribadi atau tindakan yang justru memecah persatuan.

Pemain dan pelatih juga manusia yang memiliki keluarga serta perasaan. Mereka membawa tanggung jawab besar ketika mengenakan seragam Merah Putih.

Karena itu, dukungan suporter menjadi salah satu energi penting bagi tim nasional. Ketika hasil pertandingan bagus, masyarakat tentu ikut merayakan. Sebaliknya, ketika hasil mengecewakan, dukungan tetap dibutuhkan agar tim bisa bangkit dan melakukan evaluasi.

FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Ujian Berikutnya

Status sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 membawa tantangan baru bagi Indonesia. Kepercayaan tersebut harus diikuti dengan persiapan yang matang.

Turnamen ini bukan hanya kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan kemampuan di lapangan. Ajang tersebut juga menjadi ujian bagi seluruh ekosistem sepak bola nasional.

Jika penyelenggaraan berjalan sukses dan Timnas mampu tampil kompetitif, momentum tersebut bisa semakin memperkuat posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Pada akhirnya, pernyataan Erick Thohir bahwa “sepak bola kita sudah bangkit” bukan berarti perjalanan Indonesia telah selesai. Justru, kebangkitan tersebut harus menjadi awal untuk membangun prestasi yang lebih konsisten.

FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi salah satu panggung berikutnya. Kini tantangannya adalah bagaimana Indonesia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus berkembang, baik sebagai tuan rumah maupun sebagai kekuatan sepak bola di kawasan.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE