Jonatan Christie berpeluang mencatatkan sejarah baru bagi bulu tangkis Indonesia. Pebulutangkis berusia 28 tahun itu diprediksi bakal naik ke posisi nomor satu dunia dalam pembaruan ranking BWF yang dijadwalkan dirilis pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, Jonatan akan menjadi tunggal putra Indonesia pertama yang menduduki puncak ranking BWF setelah Taufik Hidayat. Momen tersebut sekaligus berpotensi mengakhiri penantian panjang Indonesia selama kurang lebih 26 tahun untuk kembali memiliki pemain tunggal putra di peringkat teratas dunia.
Peluang Jonatan untuk merebut takhta ranking BWF tidak terlepas dari hasil yang terjadi pada Kejuaraan Dunia 2026. Sejumlah pemain yang sebelumnya berada di atas maupun di sekitar posisi Jonatan justru gagal melangkah jauh, sehingga persaingan di papan atas mengalami perubahan signifikan.
Jonatan Awalnya Berada di Peringkat Ketiga
Sebelum Kejuaraan Dunia 2026 digelar, Jonatan Christie menempati peringkat ketiga dunia dengan mengoleksi 89.231 poin berdasarkan ranking BWF per 18 Agustus 2026.
Ketika itu, posisi puncak masih menjadi milik wakil China, Shi Yu Qi, sedangkan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand berada di posisi kedua.
Jonatan memang memiliki selisih poin yang cukup ketat dengan para pesaingnya. Namun, situasi turnamen di Kejuaraan Dunia 2026 kemudian membuat peluangnya untuk naik ke posisi pertama semakin terbuka.
Menariknya, Jonatan sendiri tidak berhasil melaju hingga fase akhir turnamen tersebut. Perjalanannya terhenti pada babak 16 besar.
Meski demikian, kegagalan Jonatan untuk mencapai semifinal atau final ternyata tidak langsung menutup peluangnya untuk menjadi pemain nomor satu dunia. Hasil buruk sejumlah pesaing justru memberikan keuntungan besar dalam perhitungan ranking.
Shi Yu Qi dan Kunlavut Gagal Maksimalkan Peluang
Perubahan peta persaingan ranking BWF terjadi setelah beberapa pemain unggulan mengalami hasil mengejutkan di Kejuaraan Dunia 2026.
Shi Yu Qi, yang datang sebagai pemain nomor satu dunia, secara mengejutkan harus tersingkir lebih awal. Wakil China tersebut gagal melewati babak 64 besar, sehingga kehilangan peluang untuk mempertahankan keunggulannya di puncak ranking.
Situasi semakin menguntungkan Jonatan setelah Kunlavut Vitidsarn juga tidak mampu mencapai partai puncak. Pebulutangkis Thailand tersebut harus terhenti di perempat final.
Hal serupa dialami Anders Antonsen, yang juga gagal melangkah lebih jauh dari babak delapan besar.
Dengan banyaknya pemain papan atas yang kehilangan kesempatan meraih tambahan poin maksimal, persaingan menuju posisi nomor satu dunia menjadi semakin terbuka.
Kekalahan Chou Tien Chen Ikut Membantu Jonatan
Salah satu hasil penting lainnya datang dari pertandingan yang mempertemukan Chou Tien Chen dengan wakil Jepang, Kodai Naraoka, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Chou Tien Chen merupakan salah satu pemain yang berada dalam persaingan ketat untuk memperebutkan posisi teratas ranking BWF. Namun, harapannya untuk mengumpulkan poin besar harus berakhir setelah ia dikalahkan Naraoka.
Chou Tien Chen sebenarnya mampu memenangkan gim pertama dengan skor 21-17. Akan tetapi, Naraoka bangkit dan menguasai dua gim berikutnya dengan kemenangan 21-11 dan 21-10.
Hasil tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat peluang Jonatan Christie untuk menduduki peringkat pertama semakin besar.
Jonatan Diprediksi Naik ke Puncak Ranking BWF
Berdasarkan perhitungan Badmintalk, Jonatan Christie diproyeksikan mengakhiri periode perhitungan ranking setelah Kejuaraan Dunia 2026 dengan koleksi 87.631 poin.
Jumlah tersebut diprediksi cukup untuk membawa Jonatan ke posisi pertama dalam ranking BWF terbaru.
Jika prediksi tersebut tepat, Jonatan akan mengungguli sejumlah nama besar yang selama ini menjadi pesaingnya di papan atas.
Berikut proyeksi lima besar ranking tunggal putra BWF:
| Posisi | Pemain | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Jonatan Christie | 87.631 |
| 2 | Christo Popov | 87.002 |
| 3 | Kunlavut Vitidsarn | 86.915 |
| 4 | Chou Tien Chen | 86.580 |
| 5 | Anders Antonsen | 85.405 |
Persaingan tersebut menunjukkan betapa tipisnya jarak poin di antara para pemain papan atas. Jonatan hanya unggul beberapa ratus poin dari Christo Popov yang diprediksi menempati posisi kedua.
Karena itu, posisi resmi tetap harus menunggu pembaruan ranking BWF pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Mengakhiri Penantian Indonesia Sejak Era Taufik Hidayat
Jika benar-benar menjadi nomor satu dunia, Jonatan Christie akan mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan bulu tangkis Indonesia.
Taufik Hidayat menjadi tunggal putra Indonesia terakhir yang pernah menduduki peringkat satu dunia pada tahun 2000. Setelah era Taufik berakhir, Indonesia belum kembali memiliki pemain tunggal putra yang mampu menempati posisi tertinggi dalam ranking dunia.
Artinya, jika Jonatan berhasil mengambil alih posisi tersebut, Indonesia akan kembali memiliki tunggal putra nomor satu dunia setelah penantian sekitar 26 tahun.
Pencapaian itu juga akan menjadi rekor pribadi bagi Jonatan. Selama karier profesionalnya, posisi tertinggi yang pernah ia raih adalah peringkat kedua dunia pada Januari 2023.
Dengan demikian, naik ke posisi nomor satu dunia bukan sekadar peningkatan satu tingkat dalam ranking. Bagi Jonatan, pencapaian tersebut akan menjadi salah satu tonggak terbesar dalam kariernya sekaligus menempatkan namanya sejajar dengan legenda-legenda tunggal putra Indonesia.
Belum Juara di 2026, tetapi Berpeluang Jadi Nomor Satu Dunia
Hal menarik lainnya adalah Jonatan berpeluang menjadi pemain nomor satu dunia meski belum meraih satu pun gelar juara sepanjang tahun 2026.
Prestasi terbaik Jonatan pada tahun ini adalah menjadi runner-up India Open 2026 dan Indonesia Open 2026.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsistensi dalam mengumpulkan poin sepanjang periode ranking tetap memiliki peran penting. Seorang pemain tidak harus selalu menjadi juara turnamen untuk berada di posisi teratas, selama mampu tampil stabil dan mengumpulkan poin secara konsisten di berbagai kompetisi.
Kini, Jonatan hanya perlu menunggu pembaruan ranking BWF untuk mengetahui apakah sejarah benar-benar akan tercipta.
Jika prediksi tersebut terwujud, 26 tahun setelah Taufik Hidayat menjadi tunggal putra nomor satu dunia, Jonatan Christie berpeluang kembali membawa Indonesia ke puncak ranking dunia.
BACA JUGA :












