Persita Tangerang terus mempersiapkan diri menghadapi tantangan berat di BRI Super League 2026/2027. Tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut menyadari bahwa perjalanan sepanjang musim tidak akan mudah, sehingga berbagai persiapan dilakukan untuk meningkatkan performa sekaligus membangun kepercayaan diri skuad.
Persita tidak hanya mengandalkan latihan rutin untuk meningkatkan kualitas permainan. Tim yang kini ditangani Carlos Pena itu juga menjalani pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi musim baru.
Serangkaian persiapan tersebut membuat Persita semakin optimistis untuk mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
Pada BRI Super League 2025/2026, Persita harus puas mengakhiri kompetisi di peringkat ke-10 klasemen. Posisi tersebut tentu belum sesuai dengan ekspektasi klub yang memiliki sejarah panjang dan reputasi cukup kuat dalam sepak bola Indonesia.
Karena itu, Persita kini memasang ambisi lebih tinggi. Mereka ingin mampu bersaing di papan atas dan memperbaiki pencapaian musim lalu.
Namun, target tersebut tentu bukan perkara sederhana. Persita harus menghadapi persaingan ketat dari sejumlah klub kuat seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, hingga Persib Bandung yang sedang berada dalam periode dominasi setelah meraih tiga gelar secara beruntun.
Persita Satukan Tekad Menatap Musim Baru
Untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, Persita berusaha melibatkan seluruh elemen klub.
Manajemen, presiden klub, jajaran pelatih, pemain hingga kelompok suporter diajak untuk menyatukan visi sebelum kompetisi dimulai. Persita menyadari bahwa perjalanan panjang dalam satu musim membutuhkan dukungan dan komitmen dari seluruh bagian klub.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda formal. Persita menggunakannya sebagai momentum untuk membahas berbagai hal yang sedang dikerjakan klub sekaligus target yang ingin diwujudkan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Kami berkumpul dengan akrab dan berdiskusi secara terbuka mengenai apa saja yang sedang dikerjakan dan ingin dicapai Persita di musim ini maupun dalam jangka panjang,” tulis Persita melalui akun Instagram resmi klub.
Semangat untuk bangkit tersebut kemudian disampaikan dengan cara yang cukup menarik. Persita mengunggah foto lawas salah satu figur paling ikonik dalam sejarah klub, Ilham Jaya Kesuma.
Bagi Persita dan para pendukung setianya yang tergabung dalam Laskar Benteng Viola (LBV), Ilham Jaya Kesuma bukan sekadar mantan pemain. Namanya sudah menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan Pendekar Cisadane.
Ilham Jaya Kesuma, Ikon Besar Persita
Nama Ilham Jaya Kesuma memiliki tempat khusus di hati para pendukung Persita.
Lahir di Palembang pada 19 September 1978, Ilham dikenal sebagai salah satu penyerang paling berbahaya yang pernah dimiliki sepak bola Indonesia. Ketajamannya di depan gawang membuat para pemain bertahan lawan harus memberikan perhatian ekstra ketika berhadapan dengannya.
Ilham memperkuat Persita dalam periode 1996 hingga 2006. Selama satu dekade tersebut, ia menjadi salah satu pemain yang sangat identik dengan klub asal Tangerang tersebut.
Statistiknya bersama Persita juga menunjukkan betapa produktifnya sang penyerang. Ia mencatatkan 92 gol dari 131 pertandingan saat mengenakan seragam Pendekar Cisadane.
Kontribusi Ilham bahkan ikut mengantarkan Persita meraih pencapaian penting di kompetisi domestik. Salah satu momen terbaiknya terjadi ketika Persita menjadi yang terbaik di Liga Indonesia 2000.
Ketajaman Ilham kemudian semakin lengkap dengan berbagai penghargaan individu. Ia menjadi top scorer Liga Indonesia 2002, meraih penghargaan Liga Indonesia Player of the Year 2002, dan kembali menjadi pencetak gol terbanyak pada Liga Indonesia 2004.
Deretan prestasi tersebut membuat sosok yang akrab dengan sebutan IJK itu semakin melekat sebagai salah satu legenda terbesar Persita.
Ketajaman IJK Juga Bersinar Bersama Timnas Indonesia
Kebintangan Ilham Jaya Kesuma tidak hanya terlihat ketika membela Persita. Ia juga mampu menunjukkan ketajamannya saat mendapatkan kesempatan memperkuat Timnas Indonesia.
Salah satu periode terbaik dalam karier internasionalnya terjadi pada Piala AFF 2004.
Saat itu, Ilham tampil sebagai salah satu pemain penting dalam perjalanan Indonesia menuju partai final. Ia mencetak tujuh gol sepanjang turnamen dan mengakhiri kompetisi sebagai pencetak gol terbanyak.
Meski Indonesia harus puas menjadi runner-up, performa IJK tetap mendapatkan sorotan positif. Produktivitasnya di turnamen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa ia bukan hanya predator di level klub, tetapi juga mampu memberikan dampak ketika bermain untuk tim nasional.
Pengalaman dan pencapaian tersebut menjadikan Ilham Jaya Kesuma sebagai salah satu figur yang layak dijadikan inspirasi oleh generasi Persita saat ini.
Foto Legenda Jadi Suntikan Motivasi untuk Persita
Unggahan foto lawas Ilham Jaya Kesuma menjelang musim baru tentu memiliki makna tersendiri.
Persita seolah ingin mengingatkan kembali para pemain dan pendukung mengenai masa-masa ketika klub mampu bersaing dan memiliki pemain yang menjadi simbol kekuatan tim.
Kini, generasi baru Pendekar Cisadane memiliki tugas untuk menciptakan cerita mereka sendiri.
Hokky Caraka dan kawan-kawan diharapkan mampu membawa Persita tampil lebih kompetitif pada BRI Super League 2026/2027. Target memperbaiki posisi dari musim sebelumnya menjadi tantangan yang harus dijawab sejak pertandingan pertama.
Kehadiran Carlos Pena sebagai pelatih juga menjadi bagian dari upaya klub membangun fondasi baru. Persita membutuhkan konsistensi, kedalaman skuad, serta mental kompetitif jika ingin benar-benar bersaing dengan klub-klub papan atas.
Persita Segera Memulai Perjuangan di Musim 2026/2027
Persita Tangerang akan segera memulai perjalanan mereka di BRI Super League 2026/2027.
Laga perdana Pendekar Cisadane dijadwalkan berlangsung pada 5 September 2026. Persita akan menghadapi tuan rumah PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Pertandingan tersebut bakal menjadi ujian awal bagi skuad Carlos Pena sekaligus kesempatan untuk menunjukkan apakah berbagai persiapan selama pramusim sudah memberikan hasil.
Dengan target yang lebih tinggi, persiapan yang semakin matang, serta inspirasi dari legenda seperti Ilham Jaya Kesuma, Persita berharap musim 2026/2027 dapat menjadi titik balik.
Kini, tantangannya adalah membuktikan ambisi tersebut di atas lapangan. Para pemain Pendekar Cisadane harus mampu menerjemahkan semangat klub menjadi performa konsisten demi membawa Persita kembali diperhitungkan dalam persaingan papan atas BRI Super League 2026/2027.
BACA JUGA :












