PSS Sleman terus mematangkan persiapan menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. Pelatih Pieter Huistra mengaku sudah memiliki gambaran mengenai komposisi pemain yang berpotensi mengisi starting XI Super Elang Jawa pada awal musim.
Kembalinya Pieter Huistra ke posisi pelatih kepala menjadi salah satu perubahan penting dalam tubuh PSS Sleman. Pada musim sebelumnya, pelatih asal Belanda tersebut tidak dapat mendampingi tim dari area teknis karena regulasi Pegadaian Championship tidak mengizinkan pelatih asing menangani klub secara langsung.
Sebagai gantinya, Huistra menjalankan tugas sebagai Direktur Teknik PSS Sleman. Meski tidak bisa memberikan instruksi dari pinggir lapangan, ia tetap terlibat dalam perjalanan PSS sepanjang musim dan menyaksikan perjuangan tim dari tribun stadion.
Kini setelah PSS berhasil mendapatkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Huistra kembali dipercaya memegang kendali sebagai pelatih kepala. Ia pun menyambut peran tersebut dengan penuh antusias.
Huistra Senang Bisa Kembali ke Pinggir Lapangan
Pieter Huistra memiliki pengalaman panjang sebagai pelatih dan telah mengantongi lisensi UEFA Pro. Karena itu, kembali berada di area teknis menjadi momen yang sangat dinantikan olehnya.
Menurut Huistra, posisi di pinggir lapangan memberikan kesempatan lebih besar baginya untuk membaca pertandingan secara langsung dan mengambil keputusan dengan cepat ketika situasi berubah.
“Saya sangat senang bisa kembali berada di pinggir lapangan. Bagi saya, itu jauh lebih baik. Saya merasa lebih nyaman karena bisa berada lebih dekat dengan lapangan dan membuat keputusan dengan cepat. Ketika berada di tribun, tentu situasinya tidak sama,” ujar Huistra.
Selain aspek taktikal, Huistra juga sempat melontarkan candaan mengenai pengalamannya menyaksikan pertandingan dari tribun pada musim lalu.
“Selain itu, saya rasa para penonton di tribun juga akan senang karena mereka tidak harus duduk di sebelah seseorang yang terus berteriak seperti orang gila sepanjang pertandingan,” lanjutnya.
Kini, Huistra dapat kembali menjalankan tugas utamanya sebagai pelatih dan berinteraksi langsung dengan para pemain selama pertandingan.
BRI Super League 2026/2027 Segera Dimulai
Persiapan PSS Sleman kini memasuki tahap akhir. Kompetisi BRI Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada pekan depan, tepatnya 4 September 2026.
PSS langsung mendapatkan ujian berat pada pertandingan pertama. Super Elja harus bertandang ke markas Bali United untuk memainkan laga pembuka di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Huistra dan anak asuhnya. Bali United dikenal sebagai salah satu tim yang memiliki pengalaman dan kekuatan kompetitif di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Karena itu, pemilihan starting XI akan menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan strategi PSS Sleman pada pertandingan pembuka.
Pieter Huistra Sudah Punya Gambaran Starting XI
Menjelang laga perdana, Pieter Huistra mengakui bahwa dirinya telah memiliki gambaran besar mengenai pemain yang akan menjadi pilihan utama PSS Sleman.
Namun, pelatih berusia 59 tahun tersebut belum ingin mengunci susunan pemain secara permanen. Menurutnya, masih ada sejumlah faktor yang harus diperhitungkan sebelum keputusan akhir dibuat.
“Saya sudah memiliki gambaran besarnya. Namun, gambaran tersebut masih cukup luas karena kami memiliki banyak pilihan pemain,” kata Huistra.
Ia menjelaskan bahwa kondisi pemain akan menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum menentukan sebelas pemain yang turun sejak menit pertama.
“Semuanya bergantung pada seberapa bugar kondisi setiap pemain dan seberapa sering mereka bermain bersama, baik dalam latihan maupun pertandingan uji coba,” tambahnya.
Artinya, performa selama latihan dan pertandingan pramusim masih memiliki pengaruh besar terhadap peluang seorang pemain masuk dalam starting XI PSS pada laga kontra Bali United.
Kondisi Fisik Pemain Jadi Faktor Penting
Huistra juga tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru. Menurutnya, kondisi fisik pemain harus benar-benar diperhatikan, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan banyak kesempatan tampil selama pramusim.
Hal tersebut menjadi semakin penting karena kompetisi resmi akan berlangsung dengan intensitas yang lebih tinggi. Pemain yang belum mencapai kondisi fisik optimal berpotensi mengalami kesulitan ketika harus bermain dalam pertandingan dengan tempo tinggi.
“Terutama untuk pemain yang sempat mengalami cedera ringan dan belum banyak bermain dalam pertandingan uji coba,” jelas Huistra.
“Mereka mungkin sedikit tertinggal dibandingkan pemain lainnya. Namun, kita akan melihat bagaimana perkembangan kondisi mereka nanti,” sambungnya.
Dengan demikian, persaingan mendapatkan tempat di starting XI PSS Sleman masih terbuka. Huistra memiliki banyak opsi dan masih akan melihat perkembangan para pemain sebelum menentukan komposisi final.
Dua Pemain Dipastikan Absen di Laga Perdana
Di tengah persiapan menghadapi Bali United, PSS Sleman harus menerima kabar kurang menyenangkan terkait kondisi skuad.
Saat ini terdapat dua pemain yang masih menjalani proses pemulihan cedera, yakni Frederic Injai dan Hanif Sjahbandi.
Kondisi tersebut membuat keduanya dipastikan belum dapat memperkuat PSS Sleman dalam pertandingan pembuka BRI Super League 2026/2027.
Absennya dua pemain tersebut tentu menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan Huistra dalam menyusun strategi. Sang pelatih harus mencari kombinasi alternatif agar kekuatan tim tetap optimal ketika menghadapi Bali United.
Di sisi lain, absennya Injai dan Hanif juga membuka peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitas dan mendapatkan kepercayaan sebagai starter.
Persaingan Menuju Starting XI PSS Semakin Ketat
Dengan kompetisi yang tinggal beberapa hari lagi, persaingan untuk mendapatkan tempat di starting XI PSS Sleman dipastikan semakin sengit.
Huistra tidak hanya harus menentukan pemain berdasarkan kemampuan individu, tetapi juga mempertimbangkan kebugaran, chemistry antarpemain, pengalaman bermain bersama, serta kebutuhan taktik menghadapi lawan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa susunan pemain PSS Sleman untuk musim 2026/2027 masih bisa mengalami perubahan hingga menjelang pertandingan.
PSS tentu ingin memulai musim dengan hasil positif setelah berhasil mendapatkan promosi ke kasta tertinggi. Laga melawan Bali United menjadi kesempatan pertama bagi Super Elja untuk menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di BRI Super League.
PSS Sleman Bersiap Hadapi Tantangan Besar
Kembalinya Pieter Huistra ke pinggir lapangan memberikan warna baru bagi PSS Sleman. Setelah sebelumnya bekerja dari balik layar sebagai Direktur Teknik, kini ia kembali memiliki kendali langsung terhadap strategi tim.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju pertandingan perdana, Huistra harus segera menentukan formula terbaik untuk menghadapi Bali United.
Gambaran starting XI memang sudah berada di kepalanya, tetapi keputusan akhir masih akan dipengaruhi kondisi pemain hingga hari pertandingan.
PSS Sleman kini hanya perlu memastikan seluruh pemain yang tersedia berada dalam kondisi terbaik. Jika persiapan berjalan sesuai rencana, Super Elja berharap dapat memberikan kejutan dan membawa pulang hasil positif dari markas Bali United pada laga pembuka BRI Super League 2026/2027.
BACA JUGA :












