Persib Bandung membuka musim 2026/2027 dengan tantangan yang semakin besar. Selain harus mempertahankan persaingan di kompetisi domestik, Maung Bandung juga akan membawa nama Indonesia ke panggung Asia melalui AFC Champions League Two atau ACL Two.
Pelatih Persib, Igor Tolic, memastikan timnya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Juru taktik asal Kroasia itu menegaskan bahwa Persib akan memberikan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan yang dijalani di kompetisi Asia.
Pernyataan tersebut disampaikan Tolic setelah Persib memastikan tiket ke fase grup ACL Two 2026/2027. Maung Bandung berhasil melewati babak play-off dengan menundukkan Manila Digger 1-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Senin, 31 Agustus 2026. Gol tunggal kemenangan Persib dicetak Mariano Peralta pada menit ke-88.
Kemenangan itu sekaligus mengantarkan Persib ke Grup E. Di fase tersebut, mereka akan menghadapi lawan-lawan dengan pengalaman kuat di level internasional, yakni FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, serta The Cong-Viettel dari Vietnam.
Bagi Tolic, persaingan tersebut merupakan tantangan besar. Namun, ia tidak ingin anak asuhnya merasa gentar. Sebaliknya, kesempatan menghadapi klub-klub dari negara lain harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kualitas Persib sekaligus mengukur sejauh mana perkembangan tim.
Tiket Grup Didapat Lewat Perjuangan Panjang
Perjalanan Persib menuju fase grup ACL Two tidak berlangsung mudah. Pertandingan melawan Manila Digger menjadi gambaran bahwa kompetisi Asia membutuhkan kesabaran dan konsentrasi tinggi.
Persib memang lebih diunggulkan secara pengalaman dan kualitas skuad. Akan tetapi, keunggulan tersebut tidak otomatis membuat pertandingan berjalan sederhana.
Manila Digger mampu memberikan perlawanan dan beberapa kali berusaha memanfaatkan situasi transisi untuk mengancam pertahanan Persib. Maung Bandung harus menunggu hingga mendekati akhir pertandingan sebelum akhirnya memperoleh gol yang menentukan.
Mariano Peralta menjadi pahlawan Persib melalui gol pada menit ke-88. Gol tersebut memastikan kemenangan 1-0 sekaligus menghapus ketegangan yang dirasakan sepanjang pertandingan.
Tolic memberikan apresiasi terhadap cara para pemain menjalankan rencana permainan. Menurutnya, Persib mampu bermain sabar dan mengantisipasi serangan balik lawan dengan baik.
Kemenangan tersebut memperlihatkan satu aspek penting yang ingin dibangun Tolic, yaitu kemampuan mengontrol emosi ketika pertandingan tidak berjalan sesuai keinginan.
Persib tidak terburu-buru dalam mencari gol. Mereka tetap menjalankan rencana dan akhirnya mendapatkan hasil yang diharapkan.
Tantangan Lebih Besar Menanti di Grup E
Lolos dari play-off hanyalah awal perjalanan Persib di ACL Two.
Fase grup menghadirkan tantangan dengan level yang jauh berbeda. FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel memiliki pengalaman di kompetisi regional maupun kontinental.
Tolic menyadari bahwa lawan-lawan tersebut memiliki kualitas tinggi. Karena itu, Persib harus melakukan persiapan sebaik mungkin untuk setiap pertandingan.
Pelatih Persib tersebut juga mengakui bahwa dirinya belum mempelajari seluruh lawan secara mendalam setelah pertandingan melawan Manila Digger. Ia memilih tidak terburu-buru memikirkan fase grup karena masih ada pertandingan domestik yang harus dihadapi.
Sikap tersebut menunjukkan pendekatan Tolic yang mengutamakan pertandingan secara bertahap.
Persib tidak boleh terlalu jauh memikirkan lawan yang masih menunggu beberapa pekan ke depan apabila ada pertandingan domestik yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Bagi Tolic, fokus menjadi salah satu kunci untuk menjaga performa tim.
Prinsip Step by Step yang Diterapkan Tolic
Setelah memastikan Persib lolos ke fase grup, Tolic langsung mengalihkan perhatian ke pertandingan pembuka Super League 2026/2027 melawan PSM Makassar.
Ia menegaskan bahwa Persib akan menjalani pertandingan satu per satu. Setelah menghadapi Manila Digger, para pemain mendapatkan waktu istirahat sebelum kembali menjalani persiapan menghadapi PSM.
Pendekatan tersebut penting karena Persib akan menghadapi jadwal yang padat.
Jika terlalu cepat memikirkan kompetisi Asia, fokus terhadap pertandingan domestik bisa terganggu. Sebaliknya, apabila terlalu fokus pada liga, persiapan menuju pertandingan internasional juga dapat kurang maksimal.
Tolic harus menemukan keseimbangan antara kedua kompetisi tersebut.
Pengelolaan kondisi fisik pemain akan menjadi salah satu pekerjaan penting staf pelatih. Rotasi kemungkinan menjadi bagian dari strategi agar pemain dapat mempertahankan kebugaran sepanjang musim.
Mentalitas Persib Jadi Modal Penting
Selain kualitas teknis, Tolic melihat mentalitas sebagai salah satu kekuatan Persib.
Sebelumnya, ia menilai skuad Maung Bandung masih memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun, ada satu hal yang mendapatkan apresiasi khusus, yaitu mental pantang menyerah para pemain.
Mentalitas tersebut kembali terlihat ketika menghadapi Manila Digger.
Persib harus menunggu hingga menit ke-88 untuk mencetak gol, tetapi pemain tetap berusaha menjalankan permainan dengan sabar.
Dalam kompetisi Asia, kemampuan menjaga ketenangan seperti itu sangat dibutuhkan.
Tidak semua pertandingan akan menghasilkan banyak peluang. Ada kalanya sebuah tim harus bertahan lebih lama, menghadapi tekanan, atau mencari celah dari situasi bola mati dan transisi.
Kemampuan untuk tetap percaya pada rencana permainan bisa menjadi pembeda.
Persib Tidak Ingin Sekadar Menjadi Peserta
Kehadiran Persib di ACL Two tentu bukan hanya untuk melengkapi jumlah peserta.
Sebagai juara Super League musim 2025/2026, Maung Bandung memiliki ekspektasi tinggi dari para pendukungnya.
Tolic memahami bahwa klub memiliki sejarah dan basis suporter yang besar. Dalam kompetisi internasional, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk membawa nama Persib sekaligus Indonesia.
Sebelumnya, ketika membahas keikutsertaan Persib di ASEAN Club Championship, Tolic juga menekankan bahwa timnya membawa tanggung jawab untuk mewakili Kota Bandung, Jawa Barat, serta jutaan Bobotoh.
Semangat tersebut juga relevan ketika Persib tampil di ACL Two.
Setiap pertandingan bukan hanya soal tiga poin atau kelolosan. Ada reputasi klub yang dipertaruhkan.
Karena itu, Tolic ingin pemain memberikan performa terbaik tanpa kehilangan identitas permainan.
Menghadapi Klub dengan Level Berbeda
FC Seoul menjadi salah satu lawan yang akan menjadi perhatian besar Persib.
Klub asal Korea Selatan tersebut memiliki tradisi kuat dan pengalaman menghadapi pertandingan tingkat Asia. Melbourne Victory juga datang dari Australia dengan pengalaman internasional yang tidak sedikit.
Sementara The Cong-Viettel merupakan salah satu klub Vietnam yang juga memiliki pengalaman menghadapi persaingan regional.
Kualitas lawan tersebut akan memberikan ujian besar bagi Persib.
Pertandingan melawan klub-klub tersebut bisa memperlihatkan seberapa dekat level sepak bola Indonesia dengan tim-tim dari negara lain.
Tolic tentu tidak ingin pemain hanya bertahan dan berharap mendapatkan hasil imbang. Persib harus mampu memainkan gaya mereka sendiri, tetapi tetap melakukan penyesuaian terhadap karakter setiap lawan.
Persiapan taktikal akan menjadi sangat penting.
Kekuatan Persib Harus Dimaksimalkan
Untuk bersaing di Asia, Persib harus memaksimalkan setiap keunggulan yang dimiliki.
Kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penting. Kompetisi domestik dan Asia yang berjalan berdekatan membuat pemain harus siap menghadapi intensitas pertandingan tinggi.
Tolic perlu menentukan kapan menggunakan pemain inti dan kapan memberikan kesempatan kepada pemain lainnya.
Kehadiran pemain dengan pengalaman internasional juga dapat membantu Persib menghadapi tekanan.
Di lini tengah, pemain yang mampu mengontrol tempo sangat dibutuhkan. Sementara itu, lini belakang harus memiliki komunikasi yang solid untuk menghadapi serangan cepat.
Pada sektor depan, efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi faktor penting.
Pengalaman menghadapi Manila Digger memberikan satu pelajaran bahwa peluang sekecil apa pun harus dimanfaatkan.
Persib memiliki kemampuan menciptakan kesempatan, tetapi pertandingan level Asia dapat ditentukan oleh satu momen.
Mariano Peralta Sudah Menunjukkan Perannya
Gol Mariano Peralta pada menit ke-88 menjadi contoh penting mengenai bagaimana seorang pemain dapat menjadi pembeda.
Ketika pertandingan terlihat akan berakhir tanpa gol, Mariano muncul dengan penyelesaian yang memastikan Persib lolos.
Gol tersebut bukan hanya memberikan kemenangan. Ia juga memberikan kepercayaan diri kepada seluruh tim.
Bagi seorang penyerang, gol pada pertandingan penting seperti itu bisa menjadi momentum besar.
Persib tentu berharap produktivitas Mariano terus berlanjut ketika kompetisi memasuki fase grup.
Namun, Tolic juga harus memastikan bahwa beban mencetak gol tidak hanya berada pada satu pemain.
Persib membutuhkan kontribusi dari berbagai lini agar tidak mudah dibaca lawan.
Pengalaman di Asia Akan Membentuk Persib
Keikutsertaan di ACL Two dapat menjadi kesempatan belajar bagi Persib.
Menghadapi lawan dari Korea Selatan, Australia, dan Vietnam memberikan pengalaman yang tidak selalu diperoleh dalam kompetisi domestik.
Perbedaan gaya bermain akan menjadi bahan evaluasi.
Klub Korea Selatan biasanya dikenal dengan organisasi dan intensitas tinggi. Tim Australia memiliki karakter fisik dan transisi yang kuat. Sementara klub Vietnam juga memiliki kemampuan teknis serta kecepatan dalam membangun serangan.
Menghadapi berbagai karakter tersebut dapat membantu pemain Persib berkembang.
Tolic juga dapat menggunakan pertandingan internasional sebagai kesempatan menguji sistem permainan yang sedang dibangun.
Sebagai pelatih yang baru mengambil alih posisi kepala pelatih, kompetisi Asia menjadi salah satu panggung penting untuk menunjukkan kualitasnya.
Tolic Membawa Warisan Era Sebelumnya
Igor Tolic bukan sosok yang benar-benar baru bagi Persib.
Sebelum menjadi pelatih kepala, ia merupakan bagian dari staf pelatih pada era Bojan Hodak. Tolic turut menjadi bagian dari keberhasilan Persib meraih gelar Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Kini ia memiliki tanggung jawab yang lebih besar.
Promosi dari asisten menjadi pelatih kepala membuat Tolic harus mengambil keputusan sendiri dalam banyak hal.
Ia mengetahui kekuatan skuad yang dimilikinya, tetapi juga memahami aspek yang masih harus diperbaiki.
Tolic sebelumnya secara terbuka menyatakan bahwa Persib belum sempurna. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ia tidak ingin terjebak dalam rasa puas setelah keberhasilan musim sebelumnya.
Justru dengan mengetahui kekurangan, ia dapat menyusun langkah perbaikan.
Jadwal Padat Menjadi Ujian Besar
Persib harus berhati-hati dalam mengelola energi skuad.
Ketika kompetisi Asia dimulai, jadwal domestik tetap berjalan. Jarak pertandingan yang berdekatan bisa membuat pemain mengalami kelelahan.
Cedera juga menjadi risiko.
Karena itu, rotasi tidak hanya dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pemain cadangan, tetapi juga untuk menjaga kondisi pemain utama.
Tolic harus mengetahui kapan seorang pemain membutuhkan istirahat dan kapan ia harus diturunkan.
Pengelolaan latihan juga perlu disesuaikan.
Setelah pertandingan berat, latihan fisik dengan intensitas tinggi mungkin bukan pilihan terbaik. Pemulihan menjadi bagian penting dari persiapan.
Semakin jauh Persib melangkah di kompetisi Asia, semakin besar pula tuntutan terhadap manajemen fisik pemain.
Bobotoh Menjadi Sumber Motivasi
Dukungan Bobotoh akan menjadi elemen penting dalam perjalanan Persib.
Stadion Si Jalak Harupat sudah menunjukkan atmosfer luar biasa ketika Persib menghadapi Manila Digger.
Dukungan tersebut memberikan energi tambahan bagi pemain.
Namun, ketika bertanding di luar Indonesia, Persib tidak akan mendapatkan keuntungan atmosfer kandang yang sama.
Para pemain harus mampu menciptakan motivasi dari dalam diri sendiri.
Tolic tentu berharap karakter dan mentalitas yang ditunjukkan saat bermain di Bandung juga dibawa ketika menghadapi pertandingan tandang di Asia.
Persib Harus Tetap Rendah Hati
Meski memiliki status sebagai juara domestik, Persib tidak boleh menganggap dirinya otomatis lebih unggul dari lawan.
Tolic memahami bahwa kompetisi Asia memiliki standar berbeda.
Setiap kesalahan dapat dihukum.
Karena itu, persiapan harus dilakukan secara serius.
Persib perlu mempelajari pola permainan lawan, memahami pemain kunci mereka, serta mempersiapkan berbagai skenario pertandingan.
Tidak kalah penting adalah menjaga konsentrasi selama 90 menit.
Pertandingan melawan Manila Digger menjadi contoh bahwa kemenangan bisa baru ditentukan pada menit-menit akhir.
Kesabaran menjadi salah satu senjata Persib, tetapi kesabaran tersebut harus disertai kemampuan menjaga intensitas.
Ambisi Besar Harus Diikuti Kerja Keras
Pernyataan Tolic bahwa Persib akan memberikan yang terbaik di Asia merupakan bentuk komitmen.
Namun, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui latihan dan pertandingan.
Tidak ada jalan pintas untuk mencapai hasil bagus di kompetisi internasional.
Pemain harus siap menghadapi perbedaan cuaca, perjalanan, atmosfer stadion, kualitas lawan, hingga tekanan pertandingan.
Staf pelatih juga harus mampu melakukan evaluasi dengan cepat.
Setiap pertandingan akan memberikan informasi baru tentang kekuatan dan kelemahan Persib.
Jika ada kelemahan yang terlihat, perbaikannya harus segera dilakukan.
Target Jangka Panjang Persib di Asia
Untuk saat ini, Persib memang harus menjalani perjalanan secara bertahap.
Tolic sendiri memilih fokus terhadap pertandingan terdekat dan tidak ingin terlalu jauh memikirkan fase berikutnya.
Pendekatan tersebut masuk akal.
Target jangka panjang memang penting, tetapi pertandingan berikutnya selalu menjadi prioritas.
Setelah laga domestik selesai, barulah Persib dapat mengalihkan perhatian sepenuhnya ke ACL Two.
Jika mampu mendapatkan hasil positif di fase grup, kepercayaan diri pemain akan meningkat.
Kemudian, peluang untuk melangkah lebih jauh akan semakin terbuka.
Baca Juga:












