Wasit muda Indonesia Naufal Adya Fairuski mulai mendapat sorotan setelah memiliki status AFC Elite. Predikat tersebut membuka peluang bagi Naufal untuk menjalankan tugas di pertandingan resmi level Asia hingga kompetisi yang berada di bawah naungan FIFA.
Namun, jalan menuju Piala Dunia ternyata masih cukup panjang. Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menegaskan bahwa Naufal harus melewati sejumlah jenjang dan membuktikan konsistensinya sebelum bisa masuk dalam persaingan menuju turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Di usia yang baru menginjak 26 tahun, perjalanan karier Naufal masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang.
Naufal Adya Fairuski Sudah Berstatus AFC Elite
Status AFC Elite menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Naufal sebagai wasit. Dengan status tersebut, ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan penugasan pada pertandingan resmi AFC maupun FIFA.
Meski demikian, Ogawa mengingatkan bahwa status tersebut bukan berarti Naufal otomatis berada di jalur langsung menuju Piala Dunia.
Masih ada berbagai tahap yang perlu dilewati. Setiap penugasan akan menjadi kesempatan bagi Naufal untuk menunjukkan kemampuan, konsistensi, serta kualitasnya sebagai pengadil pertandingan.
Menurut Ogawa, proses tersebut memang harus dijalani secara bertahap.
“Sebenarnya, langkah demi langkah. Dia baru menjadi wasit AFC Elite, yang berarti dia bisa memimpin pertandingan resmi AFC atau FIFA terlebih dahulu.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman internasional menjadi bagian penting dalam perkembangan karier Naufal.
Rekam Jejak Naufal di Kompetisi Indonesia
Naufal bukan nama baru dalam dunia perwasitan sepak bola Indonesia. Berdasarkan data Transfermarkt yang disebutkan dalam informasi tersebut, ia sudah memimpin 68 pertandingan.
Dalam jumlah pertandingan tersebut, Naufal tercatat mengeluarkan:
- 227 kartu kuning
- 6 kartu kuning-merah
- 9 kartu merah
- 27 penalti
Kompetisi dengan jumlah penugasan terbanyak bagi Naufal adalah BRI Super League.
Ia telah memimpin 43 pertandingan di kompetisi tersebut. Dari jumlah itu, Naufal mencatat 163 kartu kuning, empat kartu kuning-merah, lima kartu merah, dan 17 penalti.
Angka tersebut menggambarkan pengalaman yang sudah dikumpulkan Naufal meski usianya masih relatif muda.
Pengalaman Internasional Mulai Bertambah
Selain kompetisi domestik, Naufal juga mulai mendapatkan pengalaman di berbagai ajang internasional dan kelompok usia.
Ia tercatat pernah memimpin pertandingan di Championship sebanyak 11 laga hingga musim lalu. Pengalamannya juga mencakup sejumlah turnamen level Asia Tenggara.
Beberapa di antaranya adalah:
- Tiga pertandingan uji coba
- Tiga pertandingan Piala AFF U-17
- Dua pertandingan Piala AFF U-19
- Dua pertandingan Piala AFF U-23
- Satu pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-17
Naufal juga pernah dipercaya menjadi wasit dalam ajang Piala Presiden.
Beragam pengalaman tersebut menjadi modal penting. Namun, untuk mencapai level yang lebih tinggi, Naufal tetap membutuhkan kesempatan bermain di kompetisi resmi AFC dan kemudian membangun rekam jejak di sana.
Jalan Naufal Menuju Piala Dunia Masih Panjang
Bagi seorang wasit, perjalanan menuju Piala Dunia tidak bisa ditempuh secara instan. Ada jenjang kompetisi yang harus dilewati sebelum mendapatkan kepercayaan pada pertandingan dengan level yang lebih tinggi.
Ogawa menjelaskan bahwa salah satu tingkatan tertinggi yang harus menjadi tujuan Naufal adalah AFC Champions League Elite.
“Ada beberapa tingkatan turnamen. Tingkatan tertingginya adalah ACL Elite. Setelah dia mulai memimpin pertandingan di ACL Elite dan menunjukkan performa yang baik, barulah dia menjadi kandidat untuk Piala Dunia.”
Artinya, Naufal perlu membangun reputasi melalui penampilan yang konsisten. Kesempatan memimpin pertandingan di level AFC menjadi tahap awal yang sangat penting.
Setelah itu, performa yang baik dapat membuka peluang untuk mendapatkan penugasan pada jenjang berikutnya.
Butuh Tiga hingga Lima Tahun
Piala Dunia memang menjadi salah satu target terbesar bagi seorang wasit, tetapi Naufal diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mencapai tahap tersebut.
Ogawa memperkirakan prosesnya bisa memakan waktu sekitar tiga hingga lima tahun.
“Artinya, dia masih membutuhkan waktu tiga, empat, bahkan lima tahun lagi. Sebab, pertama-tama dia harus memimpin pertandingan di level terendah AFC.”
Perkiraan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Naufal harus dilalui dengan kesabaran. Ia tidak hanya membutuhkan kesempatan, tetapi juga performa yang mampu meyakinkan pihak yang bertanggung jawab atas penunjukan wasit di setiap tingkatan.
Dengan usianya yang masih 26 tahun, waktu tersebut tentu masih memberikan ruang bagi Naufal untuk mengembangkan kariernya.
Konsistensi Jadi Kunci Perkembangan Naufal
Setiap jenjang dalam karier wasit memiliki tantangan tersendiri. Setelah mendapatkan kesempatan pada satu level, Naufal harus mampu menunjukkan performa yang baik sebelum mendapatkan peluang naik ke tingkat berikutnya.
Ogawa menekankan pentingnya proses tersebut.
“Kemudian, dia harus menunjukkan performa yang bagus sebelum naik ke level berikutnya, lalu level berikutnya lagi, dan seterusnya.”
Karena itu, perjalanan menuju Piala Dunia bukan hanya tentang mendapatkan status AFC Elite. Performa dalam setiap pertandingan akan menjadi bagian penting dari penilaian karier seorang wasit.
Dukungan terhadap perkembangan wasit muda juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ogawa menyebut dukungan tersebut bukan hanya ditujukan kepada Naufal, tetapi juga kepada para wasit lain yang sedang berkembang.
Yoshimi Ogawa Optimistis dengan Potensi Naufal
Terlepas dari panjangnya perjalanan yang harus dilewati, Ogawa memberikan penilaian positif terhadap masa depan Naufal.
Ia melihat Naufal sebagai wasit muda yang memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.
“Ya, sebenarnya dia memiliki masa depan yang sangat bagus. Dia memiliki potensi yang sangat besar.”
Penilaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan perwasitan Indonesia. Naufal kini memiliki kesempatan untuk membuktikan potensinya di level yang lebih tinggi melalui penugasan AFC maupun FIFA.
Jalan menuju Piala Dunia memang belum dekat. Namun, status AFC Elite, pengalaman di kompetisi domestik, serta sejumlah penampilan internasional menjadi bagian dari fondasi yang bisa membawanya menuju level berikutnya.
Jika mampu menjaga konsistensi dan terus berkembang, perjalanan Naufal Adya Fairuski dalam beberapa tahun ke depan layak untuk terus dinantikan.
BACA JUGA :












