Pertemuan Isenmulang Kalteng FC vs Arema FC pada pekan pertama BRI Super League 2026/2027 memiliki cerita tersendiri bagi Makan Konate. Gelandang serang asal Mali itu akan kembali menginjakkan kaki di Stadion Kanjuruhan, tempat yang pernah menyimpan banyak momen penting dalam kariernya.
Kini, Konate datang bukan sebagai bagian dari Singo Edan. Pemain berusia 34 tahun tersebut akan mengenakan seragam Isenmulang Kalteng FC, klub promosi yang harus menghadapi tantangan berat pada laga pembuka musim.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (4/9/2026). Selain menjadi ujian bagi tim promosi, laga ini juga menjadi momen emosional bagi Konate yang pernah menjadi idola publik Malang.
Isenmulang Kalteng FC Hadapi Tantangan Berat
Sebagai klub promosi, Isenmulang Kalteng FC langsung mendapat lawan tangguh pada pekan pertama. Arema FC dinilai lebih siap menghadapi musim baru setelah mempertahankan komposisi pelatih dan kerangka tim dari musim sebelumnya.
Situasi tersebut membuat laga di Kanjuruhan menjadi ujian serius bagi Isenmulang Kalteng FC.
Meski begitu, tim promosi tersebut tidak datang dengan rasa gentar. Mereka tetap memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang bisa memberikan ancaman kepada tuan rumah.
Salah satu sosok yang menarik perhatian tentu saja Makan Konate.
Pengalamannya di sepak bola Indonesia bisa menjadi modal penting bagi Isenmulang Kalteng FC. Konate sudah lama mengenal atmosfer kompetisi nasional dan pernah memperkuat sejumlah klub besar.
Makan Konate Kembali ke Super League
Makan Konate sudah berkarier di sepak bola Indonesia sejak 2013. Dalam perjalanan panjangnya, ia pernah tampil di kasta tertinggi maupun kasta kedua kompetisi Indonesia.
Setelah sempat bermain di kasta kedua, Konate kini kembali ke level teratas bersama Isenmulang Kalteng FC.
Usianya yang telah mencapai 34 tahun membuat pengalaman menjadi salah satu kekuatan utama yang dimilikinya. Konate juga memiliki motivasi untuk menunjukkan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi.
Menariknya, pertandingan pertamanya setelah kembali ke Super League harus mempertemukannya dengan salah satu klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya, yakni Arema FC.
Kanjuruhan Menyimpan Cerita Spesial bagi Konate
Konate pernah memperkuat Arema FC pada musim 2018 dan 2019. Periode tersebut membuatnya memiliki hubungan yang cukup kuat dengan klub dan suporter Singo Edan.
Salah satu kenangan yang masih melekat adalah momen ketika Konate pertama kali diperkenalkan kepada Aremania.
Saat itu, Arema sedang menjalani pertandingan melawan PS Tira. Konate diperkenalkan kepada suporter ketika jeda pertandingan.
Ia kemudian berjalan mengelilingi tepi lapangan untuk menyapa Aremania. Ribuan suporter yang berada di Stadion Kanjuruhan menyambut kedatangannya dengan hangat.
Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman berkesan bagi Konate selama berada di Malang.
Kini, beberapa tahun berselang, ia kembali ke stadion tersebut dengan status berbeda. Bukan sebagai pemain Arema FC, melainkan sebagai pemain Isenmulang Kalteng FC.
Konate Tetap Menghormati Arema FC
Meski akan menjadi lawan, Konate mengaku tetap memiliki rasa hormat kepada Arema FC.
Ia mengenang masa-masa ketika menjadi bagian dari klub tersebut sekaligus menyampaikan perhatian kepada Aremania yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan.
Namun, statusnya sebagai pemain Isenmulang Kalteng FC membuat Konate harus bersikap profesional ketika pertandingan berlangsung.
Ia menegaskan fokus utamanya adalah membantu klub barunya menghadapi Arema FC.
Sikap tersebut memperlihatkan bagaimana Konate memandang pertemuan dengan mantan klubnya. Kenangan masa lalu tetap memiliki tempat tersendiri, tetapi tugas profesional di lapangan tetap menjadi prioritas.
Pernah Jadi Bagian dari Kesuksesan Arema
Karier Konate bersama Arema FC tidak hanya berkaitan dengan hubungan emosional bersama suporter. Ia juga pernah menjadi bagian dari perjalanan prestasi klub tersebut.
Dalam informasi yang tersedia, Konate disebut ikut menyumbangkan trofi Piala Presiden 2019 bersama Arema FC. Kesuksesan itu membuat namanya semakin dekat dengan publik Malang.
Sebelum bergabung dengan Arema, Konate juga sudah memiliki pengalaman meraih gelar di Indonesia.
Beberapa pencapaian penting dalam kariernya antara lain:
- Juara ISL 2014 bersama Persib Bandung.
- Juara Piala Presiden 2015 bersama Persib Bandung.
- Juara Piala Presiden 2019 bersama Arema FC.
- Pernah memperkuat Persib Bandung, Arema FC, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta.
Pengalaman tersebut membuat Konate menjadi salah satu pemain asing yang cukup lama berkiprah di sepak bola Indonesia.
Hubungan dengan Aremania Pernah Berubah
Kisah Konate bersama Arema FC tidak selalu berjalan mulus. Setelah meninggalkan klub tersebut, ia kemudian menerima tawaran dari Persebaya Surabaya pada 2020.
Keputusan tersebut mendapat respons negatif dari sebagian suporter Arema. Akun Instagram Konate bahkan sempat dipenuhi hujatan dari sejumlah penggemar.
Namun, Konate memilih melihat situasi tersebut sebagai bagian dari dinamika sepak bola profesional.
Baginya, perpindahan pemain dari satu klub ke klub lain merupakan sesuatu yang bisa terjadi dalam sepak bola.
Kini, ia tidak ingin terlalu larut dalam masa lalu. Kenangan positif bersama Arema tetap dikenang, sementara fokusnya telah beralih kepada klub yang sekarang dibelanya.
Duel Emosional di Pekan Pertama
Pertandingan Arema FC melawan Isenmulang Kalteng FC akhirnya bukan hanya soal tiga poin. Ada cerita pribadi yang membuat laga tersebut semakin menarik untuk disaksikan.
Konate akan menghadapi mantan klub di stadion yang pernah memberikan sambutan hangat kepadanya. Di sisi lain, ia juga harus membantu klub promosi melewati salah satu tantangan awal paling berat musim ini.
Bagi Isenmulang Kalteng FC, pengalaman Konate bisa menjadi aset penting dalam menghadapi tekanan pertandingan. Sementara bagi Arema FC, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menghadapi salah satu pemain yang pernah menjadi bagian dari perjalanan klub.
Yang jelas, kembalinya Makan Konate ke Kanjuruhan membawa cerita tersendiri. Kenangan manis bersama Arema tetap ada, tetapi kali ini ia datang dengan misi berbeda: membantu Isenmulang Kalteng FC tampil maksimal di awal musim.
BACA JUGA :












