Real Madrid tidak hanya memiliki deretan bintang di tim utama. Di balik pemain-pemain yang menjadi pilihan utama, klub asal Spanyol tersebut juga menyimpan kedalaman skuad yang membuat tim lapis keduanya tetap terlihat kompetitif.
Di bawah arahan Jose Mourinho, sejumlah pemain yang belum rutin menjadi starter justru membentuk komposisi yang cukup kuat. Jika dimainkan bersama secara rutin, susunan tersebut dinilai mampu menghadapi sebagian besar tim di La Liga.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan betapa ketatnya persaingan di internal Real Madrid. Beberapa pemain yang masuk kategori pelapis bahkan memiliki kualitas untuk mendapatkan tempat utama di klub besar lainnya.
Tim Lapis Kedua Real Madrid Tetap Punya Kualitas
Kedalaman skuad menjadi salah satu modal penting bagi Real Madrid dalam menjalani musim yang panjang.
Dengan banyaknya pertandingan yang harus dihadapi, keberadaan pemain berkualitas di bangku cadangan membuat pelatih memiliki lebih banyak pilihan. Rotasi pun dapat dilakukan tanpa harus membuat kualitas permainan turun terlalu jauh.
Komposisi tim lapis kedua yang ada saat ini memperlihatkan kekuatan tersebut.
Mulai dari penjaga gawang, lini pertahanan, gelandang, hingga lini depan, hampir setiap posisi memiliki pemain yang bisa memberikan kontribusi.
Susunan tersebut juga menunjukkan bahwa status sebagai pemain pelapis di Real Madrid tidak selalu berarti kualitasnya jauh di bawah pemain utama.
Andriy Lunin Jadi Pilihan di Bawah Mistar
Andriy Lunin menjadi sosok yang mengisi posisi penjaga gawang dalam susunan tim lapis kedua ini.
Kehadiran Lunin memberikan fondasi yang cukup kuat di belakang. Ia menjadi bagian dari komposisi yang tetap memiliki pengalaman untuk bersaing dalam pertandingan level La Liga.
Di depannya terdapat kombinasi pemain dengan karakter berbeda.
Alvaro Carreras mengisi sisi kiri, sedangkan Denzel Dumfries berada di posisi bek kanan. Sementara itu, Eder Militao dan Antonio Rudiger menjadi pasangan di jantung pertahanan.
Komposisi tersebut memiliki perpaduan antara kemampuan fisik, pengalaman, dan kualitas dalam membaca permainan.
Militao Harus Bersaing untuk Tempat Utama
Menariknya, Eder Militao sebenarnya memiliki kualitas untuk menjadi bagian dari tim utama.
Namun, persaingan di posisi bek tengah Real Madrid membuatnya harus berjuang mendapatkan kembali tempatnya. Ibrahima Konate dan Dean Huijsen menjadi pemain yang membuat persaingan di lini belakang semakin ketat.
Situasi tersebut menunjukkan betapa sulitnya mendapatkan posisi utama di skuad Mourinho.
Di sisi lain, Alvaro Carreras dan Antonio Rudiger juga disebut menunjukkan perkembangan dibandingkan musim sebelumnya.
Rudiger bahkan tampil menonjol ketika menghadapi Malaga. Performa tersebut semakin memperlihatkan bahwa kualitas pemain yang tidak selalu berada dalam susunan utama tetap bisa memberikan dampak besar ketika mendapatkan kesempatan.
Tchouameni dan Camavinga Jadi Poros Tengah
Lini tengah tim lapis kedua Real Madrid juga tidak bisa dianggap remeh.
Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga dipasang sebagai dua gelandang bertahan. Keduanya memiliki kemampuan fisik yang mendukung permainan intens sekaligus kualitas dalam mendistribusikan bola.
Kombinasi tersebut memberikan keseimbangan antara pertahanan dan pembangunan serangan.
Tchouameni dan Camavinga juga memiliki kemampuan untuk membantu tim mempertahankan penguasaan bola. Dengan dua pemain tersebut di depan lini belakang, tim lapis kedua Real Madrid tetap memiliki poros yang kuat.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa susunan pelapis tersebut masih berpotensi kompetitif ketika menghadapi lawan-lawan di La Liga.
Brahim Diaz Lebih Bebas di Tengah
Untuk posisi gelandang serang, Brahim Diaz menjadi pilihan dalam susunan tersebut.
Pemain Timnas Maroko itu sebelumnya lebih sering dimainkan di sisi kanan. Namun, skema yang dirancang Mourinho untuk Arda Guler membuat Brahim memiliki kesempatan untuk menjalankan peran berbeda.
Bermain lebih ke tengah dapat memberikan ruang bagi Brahim untuk memanfaatkan kemampuan menggunakan kedua kakinya.
Peran tersebut juga membuatnya lebih dekat dengan lini depan sehingga kreativitasnya dapat dimaksimalkan.
Kehadiran Brahim di tengah menambah variasi permainan Real Madrid, terutama ketika tim membutuhkan pemain yang mampu membuka ruang dan menghubungkan lini tengah dengan penyerang.
Rodrygo, Espi, dan Diomande Isi Lini Depan
Sektor serangan juga memperlihatkan kualitas yang cukup menarik.
Rodrygo ditempatkan di sisi kiri, Carlos Espi menjadi penyerang tengah, sementara Yan Diomande berada di posisi kanan.
Diomande menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian karena memiliki peluang untuk menjadi starter pada masa mendatang. Real Madrid disebut mengeluarkan 140 juta euro atau sekitar Rp2,87 triliun untuk mendatangkannya.
Namun, persaingan di sisi kanan tidak akan mudah.
Arda Guler sedang menunjukkan performa yang sangat baik sehingga Diomande harus terus berkembang untuk mendapatkan tempat. Persaingan tersebut justru bisa menjadi keuntungan bagi tim karena Mourinho memiliki lebih banyak pilihan.
Sementara itu, Carlos Espi dinilai layak mendapatkan tempat setelah menunjukkan potensi besar sebagai penyerang tengah.
Endrick Bahkan Tidak Masuk Susunan Ini
Salah satu hal yang menarik dari kedalaman skuad Real Madrid adalah posisi Endrick.
Penyerang muda tersebut bahkan tidak masuk dalam susunan tim lapis kedua yang dibahas. Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan untuk mendapatkan tempat di lini depan.
Jika seorang pemain dengan kualitas seperti Endrick saja belum masuk dalam komposisi tersebut, pilihan Mourinho memang terlihat sangat melimpah.
Kondisi ini juga memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi setiap pemain untuk mendapatkan menit bermain secara konsisten.
Kedalaman Skuad Jadi Senjata Real Madrid
Secara keseluruhan, susunan tim lapis kedua Real Madrid memperlihatkan kedalaman yang sulit diabaikan.
Komposisinya memiliki pemain berpengalaman seperti Rudiger, Militao, dan Rodrygo. Di saat yang sama, ada pula pemain yang sedang berkembang dan memiliki potensi untuk menjadi bagian penting tim di masa depan.
Jika seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik, tim lapis kedua tersebut bukan sekadar kumpulan pemain cadangan.
Mereka memiliki kualitas yang cukup untuk membuat Real Madrid tetap kompetitif ketika melakukan rotasi.
Beberapa kekuatan utama tim lapis kedua Real Madrid adalah:
- Lini belakang memiliki kombinasi pengalaman dan fisik.
- Tchouameni serta Camavinga memberikan keseimbangan di lini tengah.
- Brahim Diaz menawarkan kreativitas dari area tengah.
- Rodrygo menjadi ancaman di sisi kiri.
- Diomande dan Arda Guler membuat persaingan di kanan semakin menarik.
- Espi memberikan opsi di posisi penyerang tengah.
- Banyak pemain memiliki potensi untuk bersaing mendapatkan tempat utama.
Persaingan Internal Bisa Jadi Keuntungan
Persaingan mendapatkan tempat di tim utama tentu bukan situasi yang mudah bagi para pemain.
Namun, dari sisi klub, kondisi tersebut justru bisa menjadi keuntungan. Setiap pemain dituntut menjaga performa karena selalu ada pemain lain yang siap mengambil kesempatan.
Bagi Mourinho, kedalaman tersebut memberikan fleksibilitas dalam menentukan susunan pemain.
Ia bisa melakukan rotasi tanpa harus kehilangan terlalu banyak kualitas. Pemain utama juga mendapatkan kesempatan untuk beristirahat ketika diperlukan.
Pada akhirnya, kekuatan Real Madrid bukan hanya terletak pada sebelas pemain yang berada di lapangan sejak awal.
Kualitas para pemain pelapis juga menjadi bagian penting dari keseluruhan skuad.
Jika tim lapis kedua mampu mempertahankan performa terbaiknya, Real Madrid memiliki kedalaman yang sangat kuat untuk menghadapi persaingan La Liga. Bahkan, komposisi tersebut berpotensi menjadi ancaman serius bagi sebagian besar klub di Spanyol.
BACA JUGA :












