1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Tiga Kekalahan Beruntun Berujung Pemecatan Fabio Grosso di Fiorentina

Fiorentina mengambil keputusan besar setelah mengawali Serie A 2026/2027 dengan hasil yang jauh dari harapan. Fabio Grosso resmi dipecat pada Minggu, 6 September 2026, setelah La Viola menelan tiga kekalahan beruntun.

Tidak butuh waktu lama bagi manajemen untuk menentukan pengganti. Paolo Vanoli kembali dipercaya untuk menangani Fiorentina, setelah sebelumnya posisinya digantikan oleh Grosso pada awal musim.

Keputusan tersebut memperlihatkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi Fiorentina. Dalam tiga pertandingan pertama, mereka hanya mampu mencetak satu gol dan sudah sembilan kali kebobolan.

Hasil tersebut membuat La Viola terbenam di dasar klasemen sementara Serie A.

Tiga Kekalahan Jadi Awal Kejatuhan Grosso

Perjalanan Fabio Grosso bersama Fiorentina dimulai dengan hasil yang langsung memberikan tekanan.

Pada pertandingan pertama, Fiorentina bertandang menghadapi AS Roma. Alih-alih membawa pulang poin, La Viola justru kalah telak 0-4.

Situasi tidak membaik ketika Fiorentina kembali bermain di kandang. Mereka harus mengakui keunggulan Frosinone dengan skor 0-3.

Harapan untuk bangkit kemudian kembali muncul ketika Torino datang ke markas Fiorentina. Namun, pertandingan tersebut kembali berakhir mengecewakan.

Fiorentina kalah 1-2 dari Torino dan harus menerima kekalahan ketiga secara beruntun.

Jika melihat tiga hasil tersebut, rapor awal Fiorentina memang sangat buruk:

  • Tiga pertandingan, tiga kekalahan.
  • Fiorentina hanya mencetak satu gol.
  • La Viola kebobolan sembilan gol.
  • Dua kekalahan terjadi di kandang sendiri.
  • Fiorentina berada di dasar klasemen sementara.

Rangkaian hasil itu akhirnya membuat manajemen mengambil keputusan untuk mengakhiri masa kerja Grosso lebih cepat.

Fabio Grosso Hanya Bertahan Kurang dari Tiga Bulan

Grosso sebenarnya baru ditunjuk sebagai pelatih Fiorentina pada 8 Juni 2026. Ia datang dengan kontrak berdurasi dua tahun.

Namun, perjalanan tersebut hanya bertahan kurang dari tiga bulan.

Sebelum menangani Fiorentina, Grosso memiliki pengalaman yang cukup positif. Ia pernah membawa Sassuolo promosi ke Serie A dan kemudian membantu klub tersebut bertahan di papan tengah pada musim berikutnya.

Namanya juga memiliki sejarah besar dalam sepak bola Italia. Sebagai mantan bek timnas Italia, Grosso merupakan bagian dari skuad yang menjuarai Piala Dunia 2006.

Ia bahkan mencetak gol penalti kemenangan Italia dalam final turnamen tersebut.

Karena itu, pemecatan Grosso setelah hanya tiga pertandingan menjadi keputusan yang cukup mengejutkan jika melihat pengalaman dan rekam jejaknya.

Laporan yang ada juga menyebut adanya ketegangan antara Grosso dan direktur Fiorentina, Fabio Paratici. Situasi tersebut disebut mungkin turut memengaruhi keputusan klub untuk melakukan pergantian pelatih.

Paolo Vanoli Kembali ke Fiorentina

Setelah memecat Grosso, Fiorentina langsung menunjuk Paolo Vanoli sebagai penggantinya.

Penunjukan tersebut menarik karena Vanoli merupakan pelatih yang sebelumnya justru digantikan oleh Grosso.

Kini, Vanoli mendapatkan kesempatan untuk kembali memimpin La Viola dan mencoba memperbaiki situasi yang sedang sulit.

Vanoli sebelumnya memiliki pengalaman menangani Fiorentina setelah awal musim yang tidak mudah di bawah Stefano Pioli. Ia mampu membawa tim hingga posisi ke-15.

Tantangan kali ini tentu berbeda.

Vanoli harus bekerja dengan tim yang sedang berada di dasar klasemen dan memiliki catatan pertahanan yang buruk setelah tiga pertandingan.

Pekerjaan pertama sang pelatih bukan hanya mencari kemenangan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri para pemain.

Fiorentina Kembali Hadapi Pergantian Pelatih

Pemecatan Fabio Grosso juga memperlihatkan adanya pola pergantian pelatih yang cukup cepat di Fiorentina.

Sebelumnya, Stefano Pioli juga diberhentikan pada November 2025 setelah tim menjalani rangkaian 10 pertandingan tanpa kemenangan.

Kini, hanya beberapa bulan kemudian, Fiorentina kembali mengganti pelatih setelah awal musim yang buruk.

Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian tersendiri bagi klub. Pergantian pelatih memang bisa memberikan energi baru, tetapi perubahan yang terlalu sering juga membuat tim harus kembali beradaptasi dengan pendekatan berbeda.

Vanoli kini memiliki tugas untuk memutus tren tersebut.

Apa yang Harus Dibenahi Vanoli?

Dengan kondisi Fiorentina saat ini, Vanoli membutuhkan solusi yang cepat. Tiga kekalahan beruntun membuat margin kesalahan semakin kecil.

Beberapa hal yang menjadi pekerjaan rumah utama Fiorentina antara lain:

  1. Memperbaiki pertahanan Sembilan gol kebobolan dalam tiga pertandingan menjadi masalah paling jelas. Fiorentina harus menemukan cara untuk membuat lini belakang lebih solid.
  2. Meningkatkan produktivitas La Viola baru mencetak satu gol. Artinya, bukan hanya pertahanan yang bermasalah, tetapi juga kemampuan menciptakan dan menyelesaikan peluang.
  3. Mengembalikan kepercayaan diri Tiga kekalahan beruntun bisa memengaruhi mental pemain. Vanoli perlu mengembalikan keyakinan tim agar mampu menghadapi pertandingan berikutnya dengan lebih percaya diri.
  4. Mencari konsistensi Fiorentina membutuhkan hasil positif secepat mungkin agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan Serie A.

Vanoli Punya Misi Berat di Tengah Tekanan

Kembalinya Paolo Vanoli memberikan babak baru bagi Fiorentina. Namun, pergantian pelatih tidak otomatis menyelesaikan seluruh masalah.

Vanoli harus segera menemukan keseimbangan tim setelah awal musim yang buruk. Catatan satu gol dan sembilan kebobolan menjadi gambaran jelas bahwa banyak aspek yang perlu diperbaiki.

Di sisi lain, pengalaman Vanoli bersama Fiorentina sebelumnya bisa menjadi modal penting. Ia sudah mengetahui lingkungan klub dan pernah menghadapi situasi sulit bersama La Viola.

Kini, tantangannya adalah membawa Fiorentina keluar dari dasar klasemen.

Pemecatan Fabio Grosso mungkin menjadi akhir yang cepat bagi sang pelatih, tetapi bagi Fiorentina, keputusan tersebut justru menjadi awal dari pekerjaan yang jauh lebih besar.

Paolo Vanoli harus membuktikan bahwa dirinya adalah sosok yang tepat untuk menghentikan tren negatif sekaligus membawa Fiorentina kembali menemukan arah di Serie A 2026/2027.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE