1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Lionel Messi Selangkah Lagi Miliki CD Eldense Klub Divisi Dua Spanyol Jadi Aset Baru Sang Megabintang

Lionel Messi kembali membuat kejutan di luar lapangan hijau. Megabintang asal Argentina tersebut dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip untuk mengambil alih CD Eldense, klub yang saat ini berkompetisi di divisi kedua Liga Spanyol atau Segunda División.

Langkah tersebut menjadi perkembangan penting dalam perjalanan Messi sebagai seorang pesepak bola sekaligus pengusaha. Jika seluruh proses akuisisi berjalan sesuai rencana, Messi akan mengambil alih 100 persen saham yang saat ini dimiliki kelompok investasi asal Kolombia, TH Soluciones Group S.A.S. Dengan demikian, pemain Inter Miami tersebut akan memiliki kendali penuh atas salah satu klub profesional di kasta kedua sepak bola Spanyol.

Namun, transaksi tersebut belum sepenuhnya selesai. Pihak Eldense menyatakan bahwa kesepakatan masih harus melewati sejumlah prosedur hukum dan kontraktual, termasuk proses due diligence serta persetujuan yang diwajibkan oleh Dewan Olahraga Nasional Spanyol atau Consejo Superior de Deportes (CSD).

Jika semua tahapan tersebut dapat diselesaikan, kepemilikan Eldense akan menjadi bagian baru dari portofolio bisnis sepak bola Messi. Sebelumnya, ia telah mengambil alih UE Cornellà yang berkompetisi di kasta kelima sepak bola Spanyol pada April 2026.

Messi Mulai Serius Menekuni Dunia Kepemilikan Klub

Keputusan untuk membeli CD Eldense memperlihatkan perubahan menarik dalam perjalanan karier Messi.

Selama lebih dari dua dekade, namanya identik dengan prestasi di lapangan. Ia memenangkan berbagai gelar bersama Barcelona, menjadi juara dunia bersama Argentina, serta membangun reputasi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Kini, ketika karier bermainnya memasuki fase akhir, Messi mulai memperluas aktivitasnya ke dunia kepemilikan klub.

Akuisisi Eldense bukan lagi sekadar investasi kecil di sektor sepak bola. Klub tersebut bermain di divisi kedua Spanyol, sehingga memiliki struktur kompetisi, tuntutan operasional, dan potensi komersial yang jauh lebih besar dibandingkan klub-klub amatir atau semi-profesional.

Forbes menilai langkah tersebut sebagai bagian dari terbentuknya portofolio kepemilikan klub Messi. Sebelum Eldense, Messi telah mengambil alih UE Cornellà, sementara ia juga mempunyai kepentingan di Deportivo LSM di Uruguay bersama Luis Suárez.

Dengan dua investasi di klub Spanyol dalam waktu relatif berdekatan, semakin terlihat bahwa Messi memiliki ketertarikan serius terhadap industri sepak bola dari sisi bisnis.

Mengapa Messi Memilih CD Eldense

Pertanyaan besar yang muncul setelah kabar akuisisi ini adalah mengapa Lionel Messi memilih CD Eldense.

Eldense bukan klub raksasa Spanyol. Mereka tidak mempunyai sejarah panjang bermain di La Liga seperti Barcelona, Real Madrid, Atlético Madrid, atau Valencia.

Akan tetapi, justru posisi tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Klub-klub dari divisi bawah memiliki harga akuisisi yang relatif lebih terjangkau dibandingkan klub elite. Pada saat yang sama, mereka memiliki ruang pertumbuhan yang jauh lebih besar.

Jika dikelola dengan strategi yang tepat, sebuah klub divisi kedua dapat berkembang menjadi peserta La Liga. Ketika itu terjadi, nilai komersial, hak siar, sponsor, pemasukan pertandingan, serta nilai aset klub dapat meningkat secara signifikan.

Bagi figur dengan sumber daya finansial dan jaringan global seperti Messi, proyek semacam itu tentu memiliki daya tarik.

Selain faktor ekonomi, terdapat pula hubungan historis antara Eldense dan sepak bola Catalan. Klub yang bermarkas di Elda tersebut memiliki sejarah yang menarik, termasuk hubungan dengan komunitas pendukung Barcelona sejak masa awal berdirinya.

Faktor tersebut memberikan dimensi lain dalam keputusan Messi untuk mengambil alih klub.

Eldense Berada di Situasi yang Menantang

Meski nama Messi memberikan optimisme besar, sang megabintang tidak akan mengambil alih klub yang sedang berada dalam kondisi sempurna.

Eldense saat ini menghadapi tantangan di kompetisi Segunda División.

Menurut laporan terbaru, mereka berada di posisi bawah klasemen dan menjalani awal musim yang kurang meyakinkan. Klub tersebut juga telah melakukan perubahan di posisi pelatih setelah hasil pertandingan yang tidak sesuai harapan.

Situasi ini membuat kedatangan Messi menjadi semakin menarik.

Ia tidak hanya membeli klub yang sedang menikmati kesuksesan. Sebaliknya, ia masuk ke sebuah proyek yang membutuhkan perbaikan dari berbagai sisi.

Mulai dari performa tim utama, struktur manajemen, pengembangan pemain muda, strategi perekrutan, hingga aspek komersial, semuanya berpotensi membutuhkan perhatian.

Jika Messi benar-benar menjadi pemilik penuh, keputusan yang diambil dalam beberapa tahun pertama akan sangat menentukan arah masa depan Eldense.

Tantangan Terbesar Messi Bukan Sekadar Mendatangkan Pemain

Nama besar Messi mungkin membuat banyak orang langsung membayangkan kedatangan pemain-pemain terkenal ke Eldense.

Namun, realitas sepak bola Spanyol jauh lebih kompleks.

Salah satu batasan utama adalah regulasi finansial dan salary cap yang diterapkan dalam kompetisi Spanyol. Kepemilikan seorang superstar tidak otomatis berarti klub dapat mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli pemain.

Karena itu, Messi harus memikirkan strategi yang lebih berkelanjutan.

Membangun akademi, menemukan talenta muda, meningkatkan fasilitas latihan, memperkuat departemen analisis pemain, serta mengembangkan jaringan scouting bisa menjadi langkah yang lebih penting daripada sekadar mengeluarkan dana untuk transfer.

Di sinilah pengalaman sepak bola Messi dapat menjadi aset.

Selama bertahun-tahun bermain di level tertinggi, Messi melihat secara langsung bagaimana klub besar mengembangkan pemain muda dan membangun struktur kompetitif.

Jika pengalaman tersebut dapat diterapkan secara efektif di Eldense, klub tersebut berpotensi memiliki fondasi baru yang lebih kuat.

Potensi Besar dari Akademi dan Pemain Muda

Salah satu peluang terbesar bagi Eldense adalah pengembangan pemain muda.

Messi sendiri merupakan produk dari sistem pembinaan Barcelona. Ia datang ke Spanyol ketika masih sangat muda dan kemudian berkembang menjadi pemain kelas dunia.

Pengalaman tersebut membuat proyek akademi berpotensi menjadi bagian penting dari visi kepemilikannya.

UE Cornellà, klub yang sebelumnya dibeli Messi, juga memiliki reputasi dalam pengembangan pemain muda. Beberapa pemain dari akademi Cornellà pernah berkembang hingga mendapatkan kesempatan bergabung dengan Barcelona.

Jika filosofi serupa diterapkan di Eldense, klub dapat membangun jalur pembinaan yang lebih terstruktur.

Talenta-talenta muda dari Spanyol maupun negara lain dapat direkrut sejak usia dini, kemudian dikembangkan sebelum mendapatkan kesempatan di tim utama.

Dalam jangka panjang, model tersebut dapat memberikan keuntungan olahraga sekaligus finansial.

Seorang pemain yang berhasil berkembang di Eldense kemudian dijual ke klub yang lebih besar bisa menghasilkan pemasukan besar bagi klub.

Model seperti itu telah digunakan oleh banyak klub Eropa yang memiliki sumber daya lebih terbatas dibandingkan raksasa sepak bola.

Messi Membawa Daya Tarik Global

Salah satu keuntungan paling jelas dari kepemilikan Messi adalah kekuatan mereknya.

Tidak banyak figur dalam olahraga dunia yang mempunyai pengaruh sebesar Lionel Messi.

Namanya dikenal di hampir seluruh penjuru dunia. Jutaan penggemar mengikuti aktivitasnya, baik sebagai pemain maupun sebagai figur publik.

Ketika Messi menjadi pemilik Eldense, perhatian terhadap klub tersebut hampir pasti meningkat.

Media internasional akan lebih sering memberitakan aktivitas klub. Pengikut media sosial dapat bertambah. Sponsor potensial juga mungkin melihat Eldense sebagai proyek yang lebih menarik.

Stadion, jersey, konten digital, serta berbagai produk komersial klub dapat memperoleh eksposur lebih besar.

Dengan strategi pemasaran yang tepat, identitas Eldense bisa diperluas jauh melampaui basis pendukung tradisionalnya.

Namun, tantangannya adalah memastikan popularitas Messi tidak hanya menjadi fenomena sesaat.

Klub harus mampu mengubah perhatian tersebut menjadi pertumbuhan nyata dan berkelanjutan.

Ambisi Menuju La Liga

Bagi sebuah klub yang bermain di Segunda División, impian terbesar tentu saja adalah promosi ke La Liga.

Eldense sendiri memiliki pengalaman bermain di kasta kedua dan telah mengalami perjalanan panjang dari level regional menuju sepak bola profesional.

Menurut laporan Reuters, klub tersebut berkembang setelah bertahun-tahun berada di divisi regional dan berhasil mencapai level kedua sepak bola Spanyol.

Kedatangan Messi dapat memberikan dorongan baru terhadap ambisi tersebut.

Namun, promosi tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan nama besar pemilik.

Segunda División dikenal sebagai kompetisi yang sangat kompetitif. Banyak klub memiliki pengalaman bermain di La Liga dan mempunyai struktur sepak bola yang matang.

Karena itu, Eldense membutuhkan perencanaan jangka panjang.

Musim pertama setelah akuisisi mungkin lebih tepat digunakan untuk membangun fondasi. Setelah struktur klub lebih stabil, barulah target promosi dapat dikejar secara lebih agresif.

Investasi Jangka Panjang Bukan Proyek Instan

Cara Messi mengelola Eldense akan menjadi hal yang menarik untuk diamati.

Ia bisa memilih pendekatan agresif dengan mengeluarkan investasi besar untuk mengejar promosi dalam waktu singkat. Namun, regulasi finansial dan kondisi kompetisi dapat membuat strategi tersebut tidak mudah diterapkan.

Pilihan lain adalah membangun klub secara bertahap.

Strategi kedua kemungkinan lebih berkelanjutan. Messi dapat memperkuat infrastruktur, akademi, scouting, teknologi, dan sumber daya manusia terlebih dahulu.

Kemudian, klub dapat meningkatkan kualitas skuad secara bertahap.

Pendekatan semacam ini memang membutuhkan kesabaran, tetapi dapat menciptakan fondasi yang lebih kuat.

Jika berhasil, Eldense bukan hanya akan menjadi klub yang memiliki nama besar pemiliknya. Mereka dapat berkembang menjadi organisasi sepak bola yang mampu berdiri dengan kekuatan sendiri.

Kesepakatan Masih Menunggu Tahap Akhir

Meskipun berita mengenai Messi dan Eldense telah menjadi perhatian dunia, penting untuk memahami bahwa proses akuisisi belum selesai secara administratif.

Pihak klub telah mengonfirmasi adanya kesepakatan prinsip untuk pengambilalihan saham. Messi dilaporkan akan membeli 100 persen saham yang saat ini berada di tangan TH Soluciones Group S.A.S.

Namun, masih ada sejumlah prosedur yang harus diselesaikan.

Di antaranya adalah pemeriksaan due diligence, finalisasi dokumen hukum dan kontrak, serta persetujuan dari otoritas olahraga Spanyol.

Karena itu, status yang paling tepat saat ini adalah Messi telah mencapai kesepakatan prinsip untuk mengambil alih Eldense, bukan bahwa seluruh proses kepemilikan telah selesai tanpa syarat.

Laporan mengenai nilai transaksi juga belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak klub. Eldense tidak mengungkapkan detail finansial maupun tanggal pasti penyelesaian akuisisi.

Bukan Pertama Kali Messi Memiliki Klub

Jika transaksi Eldense rampung, ini bukan pengalaman pertama Messi menjadi pemilik klub.

Pada April 2026, Messi mengambil alih UE Cornellà, klub yang bermain di kasta kelima sepak bola Spanyol.

Perbedaan level antara Cornellà dan Eldense cukup signifikan.

Cornellà berada jauh lebih rendah dalam piramida sepak bola Spanyol, sementara Eldense berkompetisi di Segunda División dan memiliki jalur langsung menuju La Liga.

Oleh karena itu, kepemilikan Eldense dapat menjadi langkah yang jauh lebih besar dalam portofolio sepak bola Messi.

Jika proyek tersebut berhasil, Messi bukan hanya memiliki klub untuk investasi, tetapi juga dapat membangun jaringan sepak bola di Spanyol dengan beberapa tingkatan kompetisi.

Hal tersebut membuka kemungkinan adanya hubungan strategis antara klub-klub yang dimilikinya.

Era Baru Lionel Messi di Dunia Sepak Bola

Selama bertahun-tahun, Messi dikenal karena kemampuannya mencetak gol, memberikan assist, dan memenangkan trofi.

Kini, perannya perlahan mulai berubah.

Ia masih aktif bermain bersama Inter Miami, tetapi aktivitas bisnisnya menunjukkan bahwa Messi mulai mempersiapkan kehidupan setelah karier bermain profesional.

Laporan juga menyebutkan bahwa Messi berpotensi memperoleh kepemilikan di Inter Miami setelah kontraknya sebagai pemain berakhir.

Jika itu terjadi, Messi akan mempunyai kepentingan dalam beberapa proyek sepak bola di berbagai negara.

Eldense bisa menjadi salah satu bagian terpenting dari portofolio tersebut.

Menariknya, Messi memilih klub-klub yang masih memiliki ruang pertumbuhan besar. Ia tidak masuk sebagai pemilik klub elite yang sudah memiliki nilai sangat tinggi, tetapi memilih membangun dari level yang lebih rendah.

Strategi tersebut memberikan peluang untuk menciptakan nilai melalui perkembangan klub.

Baca Juga:

TAGS:
CLOSE