Java United FC kembali mendapat pekerjaan rumah setelah harus mengakui keunggulan Persita Tangerang pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Kekalahan 2-3 tersebut bukan hanya membuat Laskar Kepodang Emas kehilangan poin, tetapi juga membuka persoalan yang perlu segera dibenahi di lini pertahanan.
Pelatih Java United, Fabio Lefundes, secara terbuka mengakui adanya masalah ketika timnya menghadapi serangan dari sektor sayap. Bola dinilai terlalu mudah masuk dari sisi lapangan dan kemudian menciptakan ancaman di dalam kotak penalti.
Menariknya, tim pelatih sebenarnya sudah menyadari persoalan tersebut ketika pertandingan berlangsung. Penyesuaian taktik pun dilakukan untuk mengatasi ancaman dari sisi sayap.
Namun, solusi tersebut ternyata menimbulkan persoalan lain.
Java United akhirnya kebobolan dua gol dari situasi duel di dalam kotak penalti dan harus menerima kekalahan tipis dari Persita.
Fabio Lefundes Soroti Masalah di Sektor Sayap
Menurut Fabio Lefundes, salah satu persoalan utama Java United saat menghadapi Persita adalah terlalu mudahnya lawan mengirimkan bola dari sektor sayap.
Situasi tersebut membuat lini pertahanan Java United berada dalam tekanan ketika bola sudah masuk ke area berbahaya.
Lefundes mengatakan timnya berusaha melakukan penyesuaian selama pertandingan. Namun, ketika satu sisi ditutup, ruang di area lain justru terbuka.
Ia menggambarkan situasi tersebut seperti menggunakan selimut yang terlalu pendek. Ketika satu bagian ditutup, bagian lainnya justru menjadi terbuka.
“Jadi, hal itu terjadi dengan sangat alami, kami harus berhati-hati. Ketika kami melakukan evaluasi ini. Justru evaluasi inilah yang saya buat, bahwa bola masuk dengan sangat mudah dari sisi sayap dan kami mencoba menyesuaikan masuknya bola ini,” kata Lefundes.
“Hanya saja, kami ini seperti selimut yang pendek, kan? Saya menutup satu sisi dan terbuka di sisi yang lain. Dan kami kebobolan dua gol dari duel di dalam area kotak penalti kami sendiri,” lanjutnya.
Kekalahan dari Persita Jadi Bahan Evaluasi
Java United sebenarnya mampu mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Namun, tiga gol Persita membuat tim asal Jawa Tengah itu harus pulang tanpa tambahan poin penuh.
Bagi Lefundes, hasil pertandingan bukan satu-satunya hal yang harus menjadi perhatian.
Proses evaluasi justru menjadi bagian penting dalam membangun tim yang masih berada dalam tahap penyesuaian.
Pelatih berusia 42 tahun tersebut menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya dilakukan ketika tim mengalami kekalahan.
Menurutnya, proses tersebut harus berjalan setiap saat, baik ketika Java United meraih kemenangan maupun ketika mendapatkan hasil kurang maksimal.
“Evaluasi dilakukan setiap saat. Bukan hanya ketika menang, bukan hanya ketika kalah. Evaluasi dilakukan setiap saat. Dan kami baru saja memulai sekarang,” ujar Lefundes.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa staf pelatih Java United tidak ingin menjadikan kekalahan dari Persita sebagai alasan untuk panik.
Sebaliknya, pertandingan tersebut dianggap sebagai sumber informasi untuk mengetahui bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan.
Ada Sisi Positif dari Permainan Java United
Meski lini belakang menjadi perhatian, Fabio Lefundes tidak melihat seluruh performa Java United secara negatif.
Sang pelatih justru menemukan satu hal positif dari penampilan timnya, yakni kemampuan menciptakan peluang.
Menurut Lefundes, proses membangun tim masih membutuhkan waktu. Java United sedang berada dalam fase transisi yang membuat penyesuaian taktik menjadi tantangan tersendiri.
Namun, kemampuan menciptakan peluang menunjukkan bahwa ada fondasi positif yang dapat dikembangkan.
“Kami sedang berada dalam sebuah proses yang masih sulit untuk disesuaikan, tetapi kami akan berhasil, kami akan menyesuaikannya,” ujar Lefundes.
Ia juga menilai memperbaiki pertahanan bisa menjadi pekerjaan yang lebih mudah dibandingkan membangun kemampuan menyerang.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa fokus utama Java United saat ini bukan membongkar seluruh sistem permainan, melainkan membuat tim lebih solid ketika kehilangan bola dan harus bertahan.
Soliditas Pertahanan Jadi Pekerjaan Rumah
Masalah pertahanan menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar Java United setelah dua pertandingan awal BRI Super League 2026/2027.
Lefundes ingin timnya mampu merespons tekanan lawan dengan lebih baik, terutama ketika pertandingan memasuki situasi sulit.
Bukan hanya soal posisi pemain, mentalitas bertarung juga menjadi perhatian.
Pelatih asal Brasil tersebut ingin para pemain memahami bahwa pertandingan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada saat ketika sebuah tim harus bertahan dalam tekanan dan berjuang melewati periode sulit.
Menurut Lefundes, pemain perlu memahami bagaimana menghadapi situasi ketika mereka sedang “menderita” di lapangan.
“Terkadang kami harus mengajari, menanamkan di kepala pemain bahwa suatu saat dia perlu tahu bahwa dia harus menderita, dan bagaimana yang harus dia lakukan ketika sedang menderita,” katanya.
Bagi Java United, kemampuan bertahan dalam kondisi seperti itu bisa menjadi faktor penting dalam pertandingan berikutnya.
Java United Masih Punya Waktu untuk Berbenah
Java United saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen sementara.
Dari dua pertandingan yang sudah dijalani, mereka baru mengumpulkan satu poin. Namun, karena adanya sanksi pengurangan poin pada awal musim, jumlah tersebut membuat Java United berada di angka -1 dalam klasemen.
Situasi tersebut tentu bukan awal musim yang ideal.
Meski begitu, kompetisi masih berjalan dan Lefundes menunjukkan keyakinan bahwa timnya mampu memperbaiki kekurangan yang terlihat pada awal musim.
Ada beberapa pekerjaan yang perlu menjadi perhatian Java United:
- Mengurangi ancaman dari sektor sayap lawan.
- Memperbaiki koordinasi ketika bola masuk ke kotak penalti.
- Menjaga keseimbangan ketika melakukan penyesuaian taktik.
- Meningkatkan soliditas lini belakang.
- Memperkuat mentalitas pemain ketika berada dalam tekanan.
- Mempertahankan kemampuan menciptakan peluang.
Jika aspek-aspek tersebut bisa diperbaiki secara bertahap, Java United masih memiliki kesempatan untuk mengubah situasi.
Fabio Lefundes Optimistis Java United Bangkit
Kekalahan dari Persita memang memperlihatkan kelemahan Java United, terutama dalam mengantisipasi serangan dari sisi sayap dan duel di area kotak penalti.
Namun, Fabio Lefundes tidak ingin melihat hasil tersebut sebagai akhir dari proses.
Ia menyadari bahwa Java United masih membutuhkan banyak penyesuaian. Pada saat yang sama, sang pelatih juga melihat kemampuan timnya dalam menciptakan peluang sebagai modal positif.
Tantangan berikutnya adalah mengubah potensi tersebut menjadi permainan yang lebih konsisten.
Lefundes percaya proses perbaikan akan membawa perubahan seiring kompetisi berjalan.
“Tapi kami akan berhasil, kami akan memperbaikinya,” tegasnya.
Dengan posisi Java United yang masih berada di papan bawah, respons terhadap kekalahan dari Persita akan menjadi penting. Bukan hanya hasil pertandingan berikutnya yang dinantikan, tetapi juga sejauh mana Laskar Kepodang Emas mampu memperbaiki celah pertahanan yang sudah diidentifikasi oleh tim pelatih.
Untuk saat ini, Fabio Lefundes sudah mengetahui masalahnya. Tantangan berikutnya adalah menemukan solusi yang membuat Java United tidak lagi harus memilih menutup satu sisi dengan mengorbankan sisi lainnya.
BACA JUGA :












