Derby Jatim antara Persik Kediri dan Arema FC bakal menjadi ujian berikutnya bagi kiper muda Husna Al Malik. Penjaga gawang berusia 23 tahun tersebut datang dengan modal yang cukup positif setelah mencatatkan clean sheet pada pertandingan sebelumnya.
Persik akan menghadapi Arema FC pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026).
Bagi Husna Al Malik, laga ini menjadi kesempatan untuk melanjutkan performa positif sekaligus membawa semangat yang ia dapatkan ketika bermain di Stadion Pakansari.
Husna Al Malik Punya Modal Clean Sheet
Awal musim 2026/2027 memberikan pengalaman berbeda bagi Husna Al Malik. Gawang Persik sudah kemasukan satu gol ketika Macan Putih menghadapi Dewa United.
Namun, hasil tersebut kemudian ditebus dengan penampilan tanpa kebobolan ketika Persik mengalahkan Garudayaksa FC dengan skor 0-2 di Pakansari.
Clean sheet tersebut menjadi yang pertama bagi Husna Al Malik pada musim ini.
Catatan tersebut tentu memberikan tambahan kepercayaan diri bagi sang kiper sebelum menghadapi Arema FC. Apalagi, pertandingan yang akan dijalani Persik bukan laga biasa karena mempertemukan dua klub Jawa Timur.
Husna pun memiliki alasan tersendiri mengapa bisa tampil tenang ketika menghadapi Garudayaksa FC.
“Stadion Pakansari seperti rumah sendiri. Saya sangat familier dan merasa nyaman ketika melawan Garudayaksa FC kemarin. Ini membuat saya bisa tampil tenang dan percaya diri,” katanya, Kamis (17/9/2026).
Spirit Pakansari Dibawa ke Kanjuruhan
Pengalaman Husna Al Malik di Pakansari ternyata bukan sesuatu yang baru. Kiper Persik tersebut sudah mengenal stadion yang berada di Kabupaten Bogor itu sejak beberapa tahun lalu.
Husna pernah memperkuat Persikabo 1973 pada Liga 1 musim 2022/2023. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki pemahaman terhadap karakter lapangan dan lingkungan pertandingan di Pakansari.
“Saya paham dengan Pakansari karena pernah main di Persikabo. Saya kira satu musim cukup bagi saya untuk tahu karakter stadion itu,” ucapnya.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang membuat Husna merasa nyaman saat menghadapi Garudayaksa FC.
Kini, situasinya berbeda. Ia harus meninggalkan Pakansari dan menghadapi Arema FC di Kanjuruhan.
Meski begitu, kepercayaan diri yang didapat setelah mencatatkan clean sheet diharapkan tetap terbawa ke pertandingan Derby Jatim.
Chemistry dengan Pakansari Sudah Terbentuk Lama
Hubungan Husna Al Malik dengan Pakansari memang sudah terbangun sejak ia masih menjadi pemain Persikabo 1973.
Sebelum bergabung dengan Persik, Husna terlebih dahulu mengawali karier di klub kota kelahirannya, PSG Pati. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan sang pemain hingga akhirnya memperkuat Macan Putih.
Setelah bergabung dengan Persik, Husna juga mendapatkan kesempatan tampil dalam sejumlah pertandingan.
Pada musim sebelumnya, ia tercatat bermain sebanyak 14 laga bersama Persik. Dari penampilan tersebut, gawangnya kemasukan 20 gol dan ia mencatatkan tiga clean sheet.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses perkembangan Husna sebagai penjaga gawang.
Husna Al Malik Masih Jadi Pilihan Utama
Untuk sementara, Husna Al Malik masih dipercaya mengawal gawang Persik Kediri pada musim ini.
Kepercayaan tersebut membuat kiper senior eks Persebaya, Andhika Ramadhani, harus menunggu kesempatan dari bangku cadangan.
Persaingan di posisi penjaga gawang tentu menjadi bagian penting dalam sebuah tim. Namun, kepercayaan yang diberikan kepada Husna membuatnya memiliki tanggung jawab untuk menjaga performanya.
Clean sheet ketika melawan Garudayaksa FC menjadi modal yang baik. Akan tetapi, pertandingan melawan Arema FC akan menghadirkan tantangan berbeda.
Husna dituntut kembali tampil fokus karena lawan memiliki sejumlah pemain yang mampu memberikan ancaman ke lini pertahanan Persik.
Arema FC Punya Produktivitas Gol Tinggi
Tantangan Husna Al Malik semakin besar karena Arema FC termasuk salah satu tim dengan produktivitas gol tinggi pada awal kompetisi.
Berdasarkan catatan yang diberikan, Arema FC menjadi tim tersubur kedua setelah Bali United dengan koleksi tujuh gol.
Artinya, Husna perlu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan ketika berhadapan dengan skuad asuhan Marcos Santos.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian Husna dan lini belakang Persik antara lain:
- Menjaga konsentrasi selama 90 menit.
- Mengantisipasi tekanan dari lini depan Arema FC.
- Mempertahankan komunikasi dengan pemain bertahan.
- Menjaga kepercayaan diri setelah clean sheet sebelumnya.
- Menghindari kesalahan yang dapat memberikan peluang kepada lawan.
Catatan produktivitas Arema FC tersebut membuat tugas Husna tidak mudah. Ia harus mampu menunjukkan performa yang lebih impresif dibandingkan pertandingan sebelumnya.
Derby Jatim Jadi Ujian Berikutnya
Pertandingan Persik melawan Arema FC bukan hanya soal tiga poin. Derby Jatim selalu memiliki atmosfer tersendiri dan menjadi pertandingan yang dinantikan pendukung kedua tim.
Dalam situasi tersebut, mental pemain juga menjadi faktor penting.
Bagi Husna Al Malik, pengalaman di Pakansari bisa menjadi modal untuk menghadapi tekanan pertandingan. Ia sudah merasakan bagaimana bermain dengan rasa nyaman dan percaya diri hingga mampu mencatatkan clean sheet.
Kini, tantangannya adalah membawa karakter tersebut ke Kanjuruhan.
Namun, Husna tentu tidak bekerja sendirian. Performa seorang penjaga gawang sangat bergantung pada koordinasi dengan lini belakang dan kerja seluruh tim dalam mengantisipasi serangan lawan.
Husna Al Malik Berusaha Jaga Kepercayaan
Kepercayaan sebagai kiper utama membuat Husna Al Malik memiliki kesempatan untuk terus menunjukkan perkembangan.
Usianya yang masih 23 tahun juga membuat perjalanan kariernya masih panjang. Pengalaman bermain di Persikabo 1973, Persik, hingga pernah mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-23 di SEA Games Thailand 2025 menjadi bagian dari perjalanan yang telah dilaluinya.
Kini, fokus Husna adalah pertandingan menghadapi Arema FC.
Modal satu clean sheet dari Pakansari tentu memberikan suntikan kepercayaan diri. Namun, produktivitas Arema FC membuat Husna harus kembali bekerja keras jika ingin mempertahankan gawang Persik.
Derby Jatim di Kanjuruhan pun menjadi panggung berikutnya bagi sang kiper muda untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya layak dipertahankan.
BACA JUGA :












