1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Pelatih Persijap Ogah Cari Alasan Usai Dibekuk Persib, Kesalahan Fatal Jadi Biang Kekalahan

Persijap Jepara harus menerima kenyataan pahit saat menjamu Persib Bandung pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Laskar Kalinyamat takluk dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (20/9/2026) malam.

Kekalahan tersebut membuat Persijap gagal mendapatkan poin dari pertandingan yang berlangsung sengit. Namun, pelatih Persijap, Mario Lemos, memilih melihat hasil tersebut secara realistis.

Pelatih asal Portugal itu tidak ingin mencari-cari alasan setelah timnya kehilangan poin. Menurut Mario, pertandingan berjalan menarik karena kedua kesebelasan sama-sama berusaha keras untuk meraih kemenangan.

“Dari segi sepak bola, ini adalah laga yang bagus di mana kedua tim sama-sama berusaha keras untuk menang. Saya rasa kami telah melakukan yang terbaik,” kata Mario Lemos dalam konferensi pers seusai laga.

Namun, menghadapi tim seperti Persib membuat kesalahan kecil bisa berakibat besar. Mario menilai Persib mampu memanfaatkan kesalahan tersebut dengan baik.

Mario Lemos Akui Persib Bisa Menghukum Kesalahan

Mario Lemos memberikan perhatian khusus terhadap kesalahan yang dilakukan Persijap dalam pertandingan tersebut.

Menurutnya, Persib memiliki kualitas untuk langsung memberikan hukuman ketika lawan melakukan kesalahan. Apalagi Maung Bandung datang sebagai tim yang memiliki status juara tiga kali.

“Akan tetapi, tentu saja ketika Anda bermain melawan tim seperti Persib Bandung, sang juara tiga kali, satu kesalahan saja akan membuat mereka menghukum Anda, dan itulah kenyataannya,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana Mario melihat pertandingan Persijap vs Persib. Timnya mampu memberikan perlawanan, tetapi satu kesalahan bisa membuat momentum berubah.

Karena itu, Mario tidak menjadikan hasil akhir sebagai alasan untuk menyalahkan faktor tertentu. Ia justru melihat pertandingan tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran Persijap.

Persijap Harus Tampil Maksimal

Bagi Mario Lemos, menghadapi tim dengan kualitas seperti Persib membutuhkan penampilan yang maksimal dari awal hingga akhir pertandingan.

Ia menilai laga tersebut memberikan pelajaran penting kepada para pemain Persijap. Terlebih ketika tim berada dalam posisi tertinggal, Persib dapat lebih mengandalkan serangan balik.

“Saya pikir pada babak kedua, saat kami dalam posisi tertinggal, mereka tentu mengandalkan serangan balik, tetapi sebelum itu, pertandingan ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kami,” ujar Mario.

Mario juga menekankan pentingnya menghindari kesalahan di kedua kotak penalti.

Menurutnya, Persijap harus mampu bermain lebih sempurna apabila ingin menaklukkan lawan dengan kualitas seperti Persib Bandung.

“Untuk menaklukkan tim seperti ini, kami harus menampilkan permainan sepak bola terbaik kami dan tidak boleh melakukan kesalahan di kedua sisi lapangan, baik di kotak penalti kami sendiri maupun di kotak penalti lawan,” lanjutnya.

Ada beberapa pelajaran yang disoroti Mario dari pertandingan tersebut:

  • Persijap harus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
  • Kesalahan di area penting dapat langsung dihukum lawan.
  • Menghadapi tim kuat membutuhkan permainan terbaik.
  • Persijap perlu memanfaatkan peluang di kotak penalti lawan.
  • Mentalitas untuk terus berjuang menjadi bagian penting dari perkembangan tim.

Mario Lemos Tak Jadikan Waktu sebagai Alasan

Salah satu hal yang cukup menarik dari pernyataan Mario Lemos adalah sikapnya mengenai waktu persiapan.

Mario mengaku tidak ingin menjadikan waktu yang diberikan manajemen sebagai alasan atas hasil yang diraih Persijap. Baginya, berapa pun waktu yang tersedia, targetnya tetap berusaha memenangkan pertandingan.

“Anda tahu, tidak ada alasan. Entah mereka memberi saya waktu satu hari, dua hari, atau 25 hari, saya selalu berusaha untuk memenangkan pertandingan. Inilah yang saya sampaikan kepada para pemain Persijap serta semua orang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan pendekatan Mario terhadap situasi yang dihadapi Persijap.

Ia menegaskan bahwa mentalitas untuk mengejar kemenangan harus tetap dipertahankan, terlepas dari panjang atau pendeknya waktu persiapan.

“Diberi waktu dua hari atau 15 hari pun, saya tidak suka mencari-cari alasan. Di setiap pertandingan yang kami jalani, kami akan berusaha untuk menang dan menjaga mentalitas tersebut,” imbuhnya.

Rakhmatsho Rakhmatzoda Nilai Persijap Layak Dapat Satu Poin

Gelandang Persijap, Rakhmatsho Rakhmatzoda, memiliki pandangan yang cukup berbeda mengenai hasil akhir pertandingan.

Menurut pemain yang telah mengoleksi empat caps bersama Timnas Tajikistan tersebut, performa Persijap sebenarnya mengalami perkembangan dibandingkan dua pertandingan sebelumnya.

Rakhmatzoda merasa permainan timnya sudah menunjukkan peningkatan. Karena itu, ia menilai hasil imbang sebenarnya cukup layak bagi Persijap.

“Saya rasa kami telah bermain sebaik mungkin, dan permainan kami terus membaik di setiap laganya. Pertandingan ini seharusnya berakhir imbang, tetapi inilah sepak bola,” ujar Rakhmatsho Rakhmatzoda.

Ia tidak ingin Persijap terlalu lama larut dalam kekecewaan setelah kekalahan tersebut. Menurutnya, hasil pertandingan memang bisa berupa kemenangan, kekalahan, atau hasil imbang.

“Terkadang kita kalah, menang, atau seri. Saya yakin kami akan terus berkembang dan kini kami mengalihkan fokus untuk pertandingan berikutnya,” lanjutnya.

Kekalahan dari Persib Jadi Pelajaran Persijap

Kekalahan 1-2 dari Persib memang membuat Persijap kehilangan poin di kandang sendiri. Namun, Mario Lemos memilih mengambil sisi positif dari pertandingan tersebut.

Persijap mampu memberikan perlawanan dan terus menunjukkan perkembangan dari pertandingan ke pertandingan. Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana tim menjaga perkembangan tersebut sekaligus mengurangi kesalahan yang dapat dimanfaatkan lawan.

Bagi Mario, tidak ada ruang untuk mencari alasan. Setiap pertandingan harus dihadapi dengan mentalitas untuk menang.

Sementara itu, Rakhmatsho Rakhmatzoda juga menegaskan bahwa Persijap harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.

Kekalahan dari Persib pun diharapkan bisa menjadi pengalaman berharga bagi Laskar Kalinyamat untuk terus berkembang di BRI Super League 2026/2027.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE