Pada pertandingan Premier League yang berlangsung pada tanggal 20 September 2026, Manchester United berhasil menyelamatkan diri dari kekalahan saat menghadapi Fulham. Pertandingan ini menyajikan drama yang cukup menarik, termasuk adanya tudingan terhadap wasit.
Alvaro Arbeloa Menyuarakan Keberatan Mengenai Keputusan Wasit
Alvaro Arbeloa, pelatih Fulham, meluapkan frustrasinya setelah timnya gagal meraih kemenangan dalam laga tersebut. Ia mencatat bahwa wasit, Peter Bankes, dinilai memberi keuntungan bagi Manchester United sepanjang pertandingan. Mengawali dengan gol bunuh diri dari Lisandro Martinez, Fulham tampak memiliki peluang untuk meraih tiga poin. Namun, situasi berubah ketika Matheus Cunha berhasil menyamakan kedudukan di masa akhir pertandingan.
“Banyak keputusan yang menguntungkan Manchester United di laga ini. Anda bisa melihatnya dari pelanggaran yang dilakukan oleh Harry Maguire. Semua keputusan yang diambil oleh wasit seolah berpihak pada mereka,” ungkap Arbeloa kepada Sky Sports. Dalam pandangan pelatih asal Spanyol ini, keputusan-keputusan wasit yang tidak adil menjadi faktor penentu yang membuat timnya tidak bisa meraih hasil manis di kandang.
Pertimbangan Arbeloa Tentang Hubungan Antara Wasit dan Manchester United
Tuduhan Arbeloa tidak sepenuhnya lepas dari konteks yang lebih luas. Ia beranggapan bahwa Manchester United merupakan tim favorit dalam kompetisi yang dikelola oleh operator Liga Inggris. “Setelah pertandingan melawan Manchester City, posisi Manchester United sebagai tim besar di liga membuat berbagai pihak ingin menghindarkan mereka dari kekalahan,” tambahnya. Ini membawa spekulasi bahwa keberpihakan wasit memang konkret, sesuai dengan pandangan pelatih terhadap situasi yang dihadapi timnya.
Kekhawatiran Arbeloa bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, hasil imbang ini memperpanjang catatan buruk Fulham yang kini belum merasakan kemenangan setelah lima pertandingan. Dengan hanya mengumpulkan dua poin, mereka harus berjuang keras untuk lepas dari zona merah klasemen yang saat ini menempatkan mereka di peringkat 19.
Meskipun hasil laga tersebut tidak memuaskan, Manchester United, di bawah arahan Michael Carrick, harus tetap berpikiran optimis. Matheus Cunha, penyerang MU yang berhasil mencetak gol penyeimbang dalam laga tersebut, mengungkapkan bahwa timnya harus terus berjuang dan tidak boleh puas hanya dengan satu poin. Kencangnya kritik terhadap tim, termasuk terhadap performa Marcus Rashford yang dinilai kurang tajam, memastikan bahwa ada tekanan lebih bagi Carrick untuk segera membalikkan keadaan.
Dengan adanya berbagai spekulasi dan komentar pasca pertandingan ini, apa yang akan terjadi selanjutnya bagi kedua tim di ajang Premier League? Hanya waktu yang akan menjawab setiap pertanyaan setelah kejadian kontroversial ini.
BACA JUGA :












