Garudayaksa FC tidak ingin terlalu lama bersantai selama jeda internasional. Meski kompetisi BRI Super League 2026/2027 sedang dihentikan sementara, tim promosi tersebut sudah harus memikirkan pertandingan berikutnya.
Persita Tangerang sudah menunggu. Kedua tim dijadwalkan bertemu pada 10 Oktober 2026 di Banten International Stadium (BIS), Serang.
Bagi Garudayaksa FC, pertandingan tersebut punya arti penting. Pasalnya, tim berjuluk Spirit of Garuda itu belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan awal musim ini.
Manajemen pun memilih memberikan waktu libur yang relatif singkat kepada para pemain. Setelah mendapatkan waktu istirahat, skuad Garudayaksa FC akan kembali menjalani latihan pada Kamis, 24 September 2026.
Garudayaksa FC Hanya Libur Singkat
Media Officer Garudayaksa FC, Yudianto Nugroho, menjelaskan bahwa manajemen tidak ingin pemain terlalu lama meninggalkan aktivitas latihan.
Menurutnya, tim masih memiliki pekerjaan besar yang harus dipersiapkan sebelum kembali tampil di BRI Super League 2026/2027.
“Sekarang masih libur. Hari Kamis lusa mulai latihan lagi,” ujar Yudianto Nugroho kepada Bola.com, Selasa (22/9/2026).
Keputusan tersebut cukup beralasan mengingat Garudayaksa FC masih membutuhkan banyak waktu untuk membangun kekuatan tim.
Sebagai tim promosi, mereka harus beradaptasi dengan persaingan di kasta teratas sepak bola Indonesia. Apalagi, komposisi skuad saat ini masih dalam proses pembentukan.
Beberapa pemain baru, termasuk pemain asing, belum lama bergabung sehingga membutuhkan waktu untuk memahami karakter permainan serta strategi yang diterapkan pelatih.
Persita Jadi Lawan Berikutnya
Setelah jeda internasional berakhir, Garudayaksa FC akan langsung menghadapi Persita Tangerang.
Pertandingan yang berlangsung di Banten International Stadium pada 10 Oktober tersebut menjadi salah satu agenda penting bagi tim asuhan Milos Joksic.
Persita datang dengan modal yang cukup positif. Dalam tiga pertandingan terakhir, tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut belum mengalami kekalahan.
Catatan tiga pertandingan terakhir Persita adalah:
- Imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta.
- Menang 3-2 atas Java United FC.
- Imbang 2-2 melawan PSM Makassar.
Rangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa Garudayaksa FC akan menghadapi lawan yang sedang berada dalam periode kompetitif.
Karena itu, waktu jeda internasional bisa dimanfaatkan Garudayaksa FC untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki sejumlah aspek permainan sebelum menghadapi Persita.
Garudayaksa FC Masih Memburu Kemenangan Pertama
Garudayaksa FC belum mampu meraih kemenangan dalam tiga pertandingan awal BRI Super League 2026/2027.
Tim promosi tersebut baru mengoleksi dua hasil imbang dan satu kekalahan.
Hasil yang sudah diraih Garudayaksa FC sejauh ini adalah:
- Imbang 1-1 melawan Java United FC.
- Imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya.
- Kalah 0-2 dari Persik Kediri.
Catatan tersebut membuat pertandingan melawan Persita semakin penting.
Kemenangan pertama tentu menjadi target yang ingin dikejar Garudayaksa FC. Selain memberikan tambahan poin, hasil positif juga bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain setelah melalui tiga pertandingan tanpa kemenangan.
Namun, untuk mendapatkannya, mereka harus tampil lebih konsisten dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Milos Joksic Masih Bangun Skuad
Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, memahami bahwa timnya masih berada dalam proses pembangunan.
Pelatih asal Serbia tersebut masih mencari komposisi terbaik, khususnya untuk starting XI. Menurutnya, kekuatan Garudayaksa FC saat ini belum sepenuhnya berada dalam kondisi maksimal.
Situasi tersebut tidak terlepas dari banyaknya pemain baru yang berada di dalam skuad. Beberapa pemain asing juga masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Milos bahkan menyebut masih ada pemain tambahan yang akan bergabung dan diproyeksikan untuk memperkuat sebelas pemain utama.
“Tim ini sedang dibangun. Kami tim yang belum sepenuhnya punya kekuatan penuh. Kami masih memiliki pemain tambahan yang akan datang untuk bermain di sebelas pertama,” kata Milos Joksic.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa proses pembentukan Garudayaksa FC belum selesai.
Jeda Internasional Jadi Waktu Evaluasi
Dengan kompetisi yang berhenti sementara karena agenda Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Garudayaksa FC memiliki kesempatan untuk melakukan evaluasi lebih mendalam.
Jeda ini tidak hanya bisa digunakan untuk menjaga kondisi fisik pemain, tetapi juga menjadi momentum bagi tim pelatih untuk memperbaiki koordinasi dan memahami karakter setiap pemain.
Garudayaksa FC tentu perlu memanfaatkan waktu yang tersedia dengan baik. Sebab, begitu kompetisi kembali bergulir, mereka langsung menghadapi Persita yang memiliki catatan positif dalam tiga pertandingan terakhir.
Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian Garudayaksa FC selama masa persiapan meliputi:
- Membangun chemistry antarpemain.
- Mematangkan komposisi starting XI.
- Meningkatkan efektivitas permainan.
- Mengevaluasi hasil tiga laga sebelumnya.
- Mempersiapkan strategi menghadapi Persita.
- Memberikan kesempatan adaptasi bagi pemain baru.
FIFA ASEAN Cup 2026 Hentikan Kompetisi Sementara
Jeda BRI Super League 2026/2027 berlangsung karena Timnas Indonesia sedang mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026.
Turnamen tersebut berlangsung pada 21 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia menjadi tuan rumah dan pertandingan untuk divisi utama digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, serta Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Timnas Indonesia yang ditangani John Herdman berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, serta Pakistan.
Agenda tersebut membuat kompetisi domestik untuk sementara dihentikan.
Bagi klub seperti Garudayaksa FC, jeda ini menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum kompetisi kembali berjalan.
Persita Menjadi Ujian Penting
Pertandingan melawan Persita bisa menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Garudayaksa FC di musim pertamanya pada kasta teratas.
Dengan belum adanya kemenangan dari tiga laga awal, tim asuhan Milos Joksic membutuhkan hasil positif untuk mengangkat posisi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Namun, Persita bukan lawan yang mudah. Tim asuhan Carlos Pena tersebut datang dengan catatan tiga pertandingan tanpa kekalahan.
Karena itu, persiapan sejak masa jeda menjadi sangat penting. Garudayaksa FC tidak ingin kehilangan waktu untuk membangun skuad yang lebih solid.
Setelah libur singkat hingga 24 September, fokus tim akan kembali diarahkan kepada latihan dan persiapan menghadapi Persita pada 10 Oktober.
Pertandingan di Banten International Stadium nanti pun menjadi kesempatan bagi Garudayaksa FC untuk menunjukkan perkembangan mereka sekaligus memburu kemenangan pertama di BRI Super League 2026/2027.
BACA JUGA :












