PSS Sleman belum menemukan titik terang pada awal perjalanan mereka di BRI Super League 2026/2027. Tiga pertandingan telah dimainkan, tetapi tidak satu pun menghasilkan poin bagi Super Elang Jawa.
Rentetan hasil tersebut tentu menjadi perhatian. PSS harus menerima kekalahan dari Bali United, Madura United, dan Dewa United secara beruntun.
Meski begitu, pelatih Pieter Huistra tidak ingin timnya larut dalam hasil negatif. Jeda kompetisi akibat agenda FIFA Matchday justru ingin dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi sekaligus membangun kembali kekuatan skuad.
PSS masih memiliki waktu sekitar tiga pekan sebelum kembali bertanding. Periode tersebut menjadi kesempatan penting bagi Huistra untuk memperbaiki sejumlah aspek yang belum berjalan maksimal.
PSS Sleman Belum Raih Poin
Tiga laga awal BRI Super League 2026/2027 belum berpihak kepada PSS Sleman.
Super Elang Jawa mengawali kompetisi dengan kekalahan 1-2 dari Bali United. Hasil kurang baik kemudian berlanjut ketika mereka menghadapi Madura United dan kalah dengan skor 1-3.
Pada pertandingan ketiga, PSS kembali gagal mendapatkan poin setelah ditundukkan Dewa United dengan skor 1-2.
Hasil tersebut membuat PSS berada di posisi ke-15 klasemen sementara dengan koleksi nol poin.
Dari tiga pertandingan tersebut, PSS baru mampu mencetak tiga gol. Gol-gol Super Elja masing-masing diciptakan oleh Matheus Fornazari, Melvyn Lorenzen, dan Christophe Nduwarugira.
Sementara itu, pertahanan PSS sudah tujuh kali kebobolan.
Catatan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian selama masa jeda kompetisi.
Pieter Huistra Akui Kondisi Mental Pemain Sedikit Down
Pieter Huistra menyadari tiga kekalahan beruntun memberikan pengaruh terhadap kondisi mental para pemain.
Namun, pelatih PSS tersebut juga melihat sisi lain dari perjalanan timnya. Menurut Huistra, PSS sebenarnya masih mampu bersaing ketika menghadapi tiga lawan pertama.
“Kondisi tim setelah pramusim dan tiga laga awal, kami belum mendapatkan poin sama sekali. Secara mental, tim memang sedikit down. Tapi, di sisi lain, kami sudah menghadapi tiga tim yang bagus dan kami tetap bisa bersaing di pertandingan-pertandingan itu,” ujar Huistra.
Penilaian tersebut menjadi gambaran bahwa Huistra tidak hanya melihat hasil akhir. Ia juga memperhatikan performa tim selama pertandingan.
Karena itu, jeda FIFA Matchday menjadi kesempatan untuk mengubah beberapa kekurangan sekaligus mempertahankan hal-hal positif yang sudah terlihat.
Jeda FIFA Matchday Jadi Kesempatan Berbenah
Setelah memainkan tiga pertandingan, PSS mendapatkan waktu sekitar dua setengah hingga tiga pekan untuk melakukan persiapan.
Huistra ingin menggunakan periode tersebut untuk memulihkan pemain yang mengalami cedera, mengintegrasikan pemain yang terlambat bergabung, serta memperkuat pemahaman mengenai cara bermain tim.
“Sekarang yang penting adalah pemain-pemain yang sempat cedera, absen, atau yang baru bergabung terlambat saat pramusim. Kami punya waktu dua setengah Minggu untuk membuat mereka pulih dan benar-benar memahami cara tim ini bermain,” kata Huistra.
Pada masa jeda internasional kali ini, PSS hanya kehilangan satu pemain karena agenda tim nasional.
Christophe Nduwarugira dipanggil Timnas Burundi untuk menjalani pertandingan Kualifikasi Africa Cup of Nations (AFCON) 2027.
“Saat ini kami punya satu pemain internasional untuk Burundi, yaitu Christophe. Dia sedang pergi membela tim nasional dan akan memainkan tiga pertandingan, jadi dia akan absen selama jeda internasional,” jelas Huistra.
Kondisi Frederic Injai Mulai Membaik
Selain mengatur program latihan, Huistra juga mendapatkan waktu untuk memantau perkembangan pemain yang sedang dalam masa pemulihan.
Frederic Injai menjadi salah satu pemain yang masih harus menjalani proses pemulihan setelah menjalani operasi.
Menurut Huistra, perkembangan Injai berada di jalur yang tepat. Ia berharap pemain tersebut dapat kembali bergabung dengan tim pada November mendatang.
“Frederic Injai baru menjalani operasi. Dia sekarang berada di jalur pemulihan yang tepat dan semoga pada bulan November sudah bisa kembali bergabung dengan kami,” lanjutnya.
Kondisi pemain menjadi salah satu hal penting bagi PSS. Dengan kompetisi yang masih panjang, ketersediaan skuad secara penuh dapat membantu Huistra memiliki lebih banyak pilihan.
PSS Fokus Menyatukan Skuad
Jeda kompetisi juga menjadi kesempatan bagi PSS untuk memperkuat chemistry antarpemain.
Sejumlah pemain baru bergabung dengan tim pada musim ini. Huistra ingin periode tanpa pertandingan kompetitif tersebut dimanfaatkan agar pemain baru bisa lebih cepat memahami sistem yang diterapkan.
“Lalu, ada pemain baru seperti Isfandyar dan Markus. Ini juga periode penting bagi mereka untuk mengenal tim, membiasakan diri dengan latihan yang kami lakukan, dan beradaptasi dengan rekan setim,” tutur Huistra.
Menurutnya, semakin sering para pemain berlatih dan bermain bersama, semakin baik pula pemahaman mereka di lapangan.
“Bagi saya, yang paling penting sekarang adalah agar para pemain lebih sering bermain bersama. Jadi mereka bisa saling mengenal dan saling menyesuaikan. Itu berlaku untuk semua orang,” ujarnya.
Huistra Siapkan Eksperimen Taktik
Selain membangun kekompakan, Huistra juga berencana memanfaatkan jeda untuk mencoba beberapa alternatif.
Pelatih asal Belanda tersebut membuka peluang menempatkan pemain di posisi berbeda. Ia juga ingin menguji kombinasi pemain yang belum banyak dimainkan bersama.
“Kami juga akan mencoba menempatkan pemain di posisi yang berbeda. Ini adalah kesempatan bagus untuk mencoba pemain di posisi berbeda atau mencoba kombinasi pemain yang berbeda. Jadi itu yang menjadi fokus utama kami sekarang,” imbuhnya.
Langkah tersebut bisa menjadi bagian dari persiapan PSS menghadapi pertandingan selanjutnya.
Beberapa fokus utama PSS selama jeda FIFA Matchday meliputi:
- Memulihkan pemain yang mengalami cedera.
- Mengintegrasikan pemain yang terlambat bergabung.
- Meningkatkan pemahaman terhadap sistem permainan.
- Membangun chemistry antarpemain.
- Mencoba kombinasi dan posisi pemain yang berbeda.
- Memperbaiki kondisi mental setelah tiga kekalahan.
PSM Makassar Jadi Tantangan Berikutnya
PSS Sleman akan kembali bertanding pada 11 Oktober 2026. Pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027, Laskar Sembada dijadwalkan menjamu PSM Makassar.
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Dengan tiga kekalahan di awal musim, laga melawan PSM menjadi kesempatan berikutnya bagi PSS untuk memperbaiki catatan mereka.
Namun, sebelum pertandingan tersebut tiba, Pieter Huistra memiliki waktu untuk bekerja bersama skuad. Jeda FIFA Matchday akan menjadi periode penting untuk memastikan para pemain lebih siap secara fisik, mental, dan taktik.
PSS memang belum mendapatkan poin dari tiga pertandingan pertama. Akan tetapi, musim masih panjang dan Huistra kini memiliki kesempatan untuk melakukan berbagai pembenahan.
Fokus berikutnya adalah memastikan proses evaluasi selama jeda benar-benar memberikan perubahan ketika PSS kembali turun ke lapangan menghadapi PSM Makassar.
BACA JUGA :












