Tim Nasional Indonesia telah menjalani dua pertandingan di FIFA ASEAN Cup 2026, menghadapi tantangan dari Singapura dan Malaysia. Mari kita lihat bagaimana pelatih John Herdman menyusun formasi dalam kedua laga tersebut.
Perkembangan Strategi Laga Pertama
Pada pertandingan melawan Singapura di matchday pertama yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 25 September 2026, Herdman merancang strategi dengan menggunakan formasi yang sedikit berbeda dibanding sebelumnya. Alih-alih mengandalkan tiga bek tengah, ia memilih untuk menggunakan empat bek. Dengan skema formasi 4-4-2, Timnas Indonesia bisa lebih fleksibel dalam menyerang.
Empat pemain bertahan yang ditampilkan dalam laga ini terdiri dari Kevin Diks, Justin Hubner, Elkan Baggott, dan Dean James. Di sektor tengah, Calvin Verdonk dan Joey Pelupessy berperan sebagai pengatur serangan, sedangkan Ragnar Oratmangoen dan Luke Vickery mengisi posisi sayap. Dua striker, Ole Romeny dan Mitchell Baker, berkolaborasi dalam menciptakan peluang.
Format ini memungkinkan rotasi posisi yang cerdas, sehingga menghasilkan kombinasi menyerang yang membahayakan, terutama melalui sisi kanan lapangan. Kerja sama antara Kevin Diks, Ole Romeny, dan Luke Vickery terlihat sangat mengancam pertahanan lawan.
Formasi Menghadapi Malaysia
Kemudian, pada laga kedua melawan Malaysia yang berlangsung pada 28 September 2026, komposisi dasar Timnas Indonesia tidak banyak berubah. John Herdman tetap memilih formasi empat bek yang sama, meskipun hanya ada satu perubahan pemain jitu yang dilakukan. Mitchell Baker yang sebelumnya menjadi starter digantikan oleh Thom Haye.
Kehadiran Thom Haye jelas mengubah skema permainan menjadi 4-2-3-1, memberi kebebasan lebih bagi Haye dan Ole Romeny untuk menyerang dengan lebih kreatif. Namun, malang bagi Skuad Merah-Putih, formasi ini tidak berjalan sesuai harapan. Pada menit ke-37, Thom Haye menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran berat terhadap Arif Aiman, memaksa Indonesia bermain dengan 10 pemain.
Situasi ini memberikan tantangan yang signifikan bagi tim, yang harus beradaptasi di lapangan dengan jumlah pemain yang kurang. Dalam situasi sulit ini, Herdman berusaha menyesuaikan strategi dengan menarik keluar Ragnar Oratmangoen dan menggantinya dengan Ivar Jenner. Perubahan ini menyebabkan Timnas Indonesia beralih ke format 4-4-1 guna mempertahankan pertahanan dan menghindari kebobolan lebih banyak.
Secara keseluruhan, dua laga yang dilalui Timnas Indonesia di pertandingan grup ini memberikan gambaran jelas mengenai ketahanan dan strategi yang diterapkan pelatih Herdman. Meski mengalami kendala akibat kartu merah, tim tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi selama pertandingan.
BACA JUGA :












