1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Jelang EPA 2026 Akademi PSIM Dibekali Pemahaman Laws of the Game

Tim EPA PSIM Yogyakarta mulai mematangkan persiapan sebelum tampil di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) 2026/2027. Tak hanya mengandalkan latihan teknis dan taktik, pemain muda Laskar Mataram juga mendapatkan pembekalan mengenai Laws of the Game (LOTG) 2026/2027.

Pembekalan tersebut diberikan kepada tim EPA PSIM kelompok usia U-16, U-18, dan U-20. Kegiatan berlangsung di Monumen PSSI, Baciro, Yogyakarta, Kamis (1/10/2026) sore.

Jajaran manajemen serta tim pelatih EPA PSIM turut hadir dalam kegiatan tersebut. Materi disampaikan oleh wasit profesional delegasi PSSI, Fariq Hitaba.

Pembekalan LOTG menjadi bagian dari persiapan tim muda PSIM sebelum kompetisi EPA 2026/2027 yang akan dimulai pada akhir pekan ini.

Fariq Hitaba Berikan Pemahaman LOTG Terbaru

Fariq Hitaba dipercaya untuk memberikan materi mengenai Laws of the Game kepada pemain EPA PSIM. Wasit berlisensi FIFA tersebut sebelumnya juga memberikan pembekalan serupa kepada tim senior PSIM pada 20 Agustus 2026.

Menurut Fariq, materi yang diberikan kepada tim muda memiliki acuan yang sama dengan tim senior. Regulasi tersebut mengacu pada aturan terbaru yang ditetapkan IFAB atau International Football Association Board dan disosialisasikan melalui FIFA.

“Materi LOTG ini sama dengan yang diberikan untuk tim senior karena memang acuan kita semua sama, yakni regulasi terbaru oleh IFAB (International Football Association Board) dan diterbitkan serta disosialisasikan oleh FIFA,” ujar Fariq.

Dengan adanya pembekalan ini, pemain EPA PSIM diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai aturan yang berlaku selama pertandingan.

Pengetahuan tersebut penting karena pemain tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis. Mereka juga perlu memahami situasi pertandingan agar dapat mengambil keputusan sesuai dengan regulasi.

Pemain Muda Belajar Membedakan Jenis Pelanggaran

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam pembekalan LOTG adalah mengenai challenges atau bentuk-bentuk tantangan terhadap lawan.

Fariq menjelaskan perbedaan antara fair challenge, reckless, hingga tactical foul. Pemahaman mengenai kategori tersebut penting bagi pemain muda karena setiap tindakan di lapangan memiliki konsekuensi yang berbeda.

Dalam pertandingan kelompok umur, pemain terkadang masih berada dalam proses memahami batas antara permainan fisik yang diperbolehkan dan tindakan yang dapat dianggap sebagai pelanggaran.

Karena itu, pemahaman Laws of the Game dapat membantu pemain membuat keputusan yang lebih tepat ketika berada dalam situasi duel.

Materi ini juga berkaitan dengan aspek keselamatan pemain. Pemain perlu memahami bagaimana melakukan tantangan terhadap lawan tanpa melakukan tindakan yang berisiko membahayakan.

Insiden Sepak Bola Kelompok Umur Jadi Pelajaran

Pentingnya pemahaman mengenai pelanggaran juga relevan dengan sejumlah kejadian dalam sepak bola kelompok umur di Yogyakarta.

Salah satu insiden terjadi dalam Piala Soeratin U-13 pada 20 Agustus lalu. Dalam pertandingan tersebut, pemain Mataram Utama FC terlibat insiden setelah melakukan tendangan keras ala kungfu yang mengenai kepala pemain Baturetno FC.

Peristiwa seperti ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai aturan permainan tidak hanya berkaitan dengan keputusan wasit. Pemain juga perlu memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukan di lapangan.

Pembekalan LOTG kepada pemain EPA PSIM diharapkan dapat memberikan wawasan lebih luas mengenai batas-batas permainan.

Dengan begitu, pemain muda bisa berkembang bukan hanya dari sisi kemampuan sepak bola, tetapi juga dalam memahami bagaimana menjalankan pertandingan sesuai aturan.

Materi Handball dan Offside Turut Dibahas

Fariq Hitaba tidak hanya membahas soal challenges. Sejumlah aturan lain juga menjadi bagian dari materi yang diberikan kepada pemain EPA PSIM.

Beberapa di antaranya adalah handball, offside, serta ketentuan khusus yang berkaitan dengan penjaga gawang.

Materi tersebut penting karena situasi seperti offside dan handball sering kali muncul dalam pertandingan dan membutuhkan pemahaman yang tepat dari para pemain.

Selain aturan dasar, Fariq juga menyampaikan sejumlah regulasi terbaru dalam sepak bola profesional.

Materi yang diberikan mencakup beberapa aspek, seperti:

  • Ketentuan pergantian pemain.
  • Penanganan pemain yang mengalami cedera.
  • Aturan lemparan ke dalam.
  • Ketentuan tendangan gawang.
  • Berbagai situasi pelanggaran dalam pertandingan.
  • Ketentuan khusus untuk penjaga gawang.

Pembahasan berbagai aturan tersebut diharapkan membuat pemain EPA PSIM lebih memahami situasi pertandingan dari sudut pandang Laws of the Game.

Pembekalan Berlangsung Selama 90 Menit

Fariq Hitaba memberikan materi selama sekitar 90 menit. Dalam waktu tersebut, ia berusaha menyampaikan poin-poin penting mengenai LOTG sekaligus memberikan gambaran mengenai penerapannya dalam pertandingan.

Bagi pemain muda, pemahaman seperti ini dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sebagai pesepak bola.

Mereka tidak hanya belajar bagaimana menguasai bola, melakukan operan, mencetak gol, atau bertahan. Pemain juga dituntut memahami konsekuensi dari keputusan yang mereka ambil selama pertandingan.

Fariq berharap meskipun materi disampaikan dalam waktu yang relatif singkat, para pemain tetap mendapatkan gambaran mengenai konsep utama Laws of the Game.

“Saya harap walaupun express (penyampaian materinya), tapi semoga konsep pemahamannya ada gambaran. Sukses untuk tim EPA, mudah-mudahan di musim 2026/2027 kalian mendapatkan kemudahan dan prestasi terbaik,” kata Fariq.

Jadi Bekal Sebelum EPA 2026/2027

Pembekalan Laws of the Game menjadi salah satu bagian persiapan EPA PSIM Yogyakarta sebelum memasuki kompetisi 2026/2027.

Tim U-16, U-18, dan U-20 mendapatkan kesempatan untuk memahami aturan pertandingan secara lebih mendalam sebelum turun ke kompetisi.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa pengembangan pemain muda tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Pemahaman regulasi, disiplin, pengambilan keputusan, dan aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan pemain.

Dengan bekal tersebut, pemain EPA PSIM diharapkan dapat memasuki kompetisi dengan pemahaman yang lebih baik mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di lapangan.

Kompetisi EPA 2026/2027 pun akan menjadi kesempatan bagi para pemain muda Laskar Mataram untuk menerapkan berbagai hal yang telah dipelajari, termasuk pemahaman mengenai Laws of the Game.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE