Langkah Timnas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 harus berakhir dengan kekecewaan. Pasukan Gajah Perang gagal membawa pulang trofi setelah kalah dari Timnas Indonesia melalui drama adu penalti pada final yang berlangsung Senin, 5 Oktober 2026.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal hingga akhir. Kedua tim sama-sama mencetak dua gol sehingga skor 2-2 bertahan sampai waktu pertandingan berakhir. Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti.
Situasi semakin sulit bagi Thailand setelah mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-81. Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Meski kehilangan satu pemain, Thailand mampu bertahan hingga pertandingan memasuki babak adu penalti. Namun, Timnas Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang dan memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Di tengah kekecewaan tersebut, kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, tetap memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya. Ia juga menilai kualitas individu Thailand sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Indonesia.
Thailand Harus Bermain dengan 10 Pemain
Salah satu momen penting dalam final terjadi ketika Nicholas Mickelson menerima kartu merah pada menit ke-81.
Bek Thailand tersebut mendapatkan kartu kuning kedua sehingga harus meninggalkan lapangan. Kondisi itu membuat Thailand harus menghadapi tekanan besar pada fase akhir pertandingan.
Dengan jumlah pemain yang tidak seimbang, anak asuh Anthony Hudson dipaksa bekerja lebih keras untuk menjaga kedudukan 2-2.
Indonesia terus berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sementara Thailand harus menjaga konsentrasi agar tidak kebobolan.
Namun, pertahanan Thailand mampu bertahan hingga waktu normal berakhir. Tidak ada gol tambahan yang tercipta sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke adu penalti.
Dalam drama tersebut, Timnas Indonesia tampil lebih efektif dan akhirnya memastikan kemenangan.
Thailand pun harus puas menjadi runner-up FIFA ASEAN Cup 2026.
Chanathip Tetap Apresiasi Perjuangan Thailand
Kegagalan meraih trofi tidak membuat Chanathip Songkrasin melupakan perjuangan rekan-rekannya.
Kapten Thailand tersebut justru memberikan apresiasi kepada seluruh pemain, terutama para pemain muda yang tampil sepanjang turnamen.
Menurut Chanathip, suasana di dalam skuad Thailand juga sangat positif selama kompetisi berlangsung.
“Hari ini semua orang, terutama para pemain muda, sudah berjuang sangat luar biasa. Suasana di dalam tim sangat bagus,” ujar Chanathip seusai pertandingan.
Pemain yang dikenal dengan julukan Messi Jay itu juga mengungkapkan bahwa Thailand sempat memiliki kepercayaan diri tinggi untuk memenangkan pertandingan.
Namun, situasi berubah setelah mereka kehilangan Mickelson akibat kartu merah.
Thailand kemudian harus berjuang keras untuk mempertahankan skor hingga pertandingan berakhir.
Chanathip Nilai Kualitas Thailand dan Indonesia Tak Jauh Beda
Salah satu pernyataan Chanathip yang menarik perhatian adalah mengenai perbandingan kualitas pemain Thailand dan Indonesia.
Timnas Indonesia memang memiliki sejumlah pemain keturunan dalam skuadnya. Kehadiran para pemain tersebut menjadi salah satu pembahasan menjelang pertandingan final.
Namun, Chanathip tidak melihat perbedaan kualitas individu kedua tim terlalu jauh.
Menurutnya, Thailand sebenarnya mampu bersaing dengan Indonesia. Hanya saja, beberapa peluang yang dimiliki tidak berhasil dimanfaatkan dengan maksimal.
“Kami bermain sangat baik hari ini. Indonesia memang memiliki beberapa pemain keturunan, tetapi jika dibandingkan secara individu, kualitas mereka tidak jauh di atas kami. Kami hanya melewatkan beberapa peluang kecil di laga ini,” ujar Chanathip.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Chanathip tidak melihat Thailand kalah karena adanya kesenjangan kualitas yang besar.
Menurut sang kapten, detail kecil dalam pertandingan justru memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir.
Kekalahan dari Indonesia Jadi Bahan Evaluasi Thailand
Bagi Chanathip, kekalahan di final tidak seharusnya hanya menjadi kekecewaan.
Pertandingan tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi Thailand sebelum menghadapi agenda berikutnya.
Salah satu perhatian yang disoroti adalah kebutuhan untuk menambah variasi taktik serta meningkatkan kedalaman skuad.
Beberapa hal yang bisa menjadi evaluasi Thailand setelah final antara lain:
- Meningkatkan variasi dalam strategi permainan.
- Memperkuat kedalaman skuad.
- Meningkatkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
- Mempersiapkan tim menghadapi situasi ketika bermain dengan 10 pemain.
- Memberikan pengalaman lebih banyak kepada pemain muda.
Namun, keputusan mengenai komposisi pemain dan strategi tetap berada di tangan pelatih kepala Anthony Hudson.
Chanathip menyadari bahwa dirinya sebagai pemain hanya dapat memberikan pengalaman dan masukan dari dalam lapangan, sementara keputusan akhir tetap menjadi tanggung jawab tim pelatih.
Timnas Thailand Punya Modal untuk Bangkit
Meskipun gagal menjadi juara, Thailand tetap mendapatkan pengalaman berharga dari perjalanan mereka di FIFA ASEAN Cup 2026.
Final melawan Indonesia memperlihatkan bahwa Thailand mampu bertahan dalam situasi sulit, termasuk ketika harus bermain dengan 10 pemain.
Bagi pemain senior seperti Chanathip, pengalaman tersebut juga menjadi bagian penting dalam proses perkembangan tim.
Kehadiran pemain muda yang mendapatkan kesempatan bermain di turnamen ini menjadi salah satu hal positif yang disorot sang kapten.
Jika pengalaman dari final bisa digunakan dengan baik, Thailand memiliki kesempatan untuk melakukan pembenahan sebelum menghadapi tantangan berikutnya.
Indonesia dan Thailand Bisa Kembali Bertemu di Level Asia
Persaingan antara Timnas Indonesia dan Thailand diperkirakan belum akan berakhir setelah final FIFA ASEAN Cup 2026.
Kedua negara masih berpeluang kembali bertemu di kompetisi yang lebih besar, termasuk Piala Asia.
Karena itu, kekalahan di final dapat menjadi pelajaran penting bagi Thailand untuk mempersiapkan diri menghadapi pertemuan berikutnya.
Chanathip sendiri menunjukkan sikap positif setelah pertandingan. Ia mengakui hasil akhir, tetapi tetap percaya bahwa Thailand memiliki kualitas untuk bersaing dengan Indonesia.
Bagi sang kapten, fokus berikutnya adalah memastikan Thailand belajar dari kesalahan yang terjadi di final.
Kegagalan meraih trofi memang menjadi akhir yang pahit bagi Thailand. Namun, perjuangan sepanjang pertandingan dan kemampuan bertahan meski bermain dengan 10 pemain menunjukkan bahwa tim masih memiliki fondasi untuk berkembang.
Sementara itu, Timnas Indonesia berhak menikmati keberhasilan setelah melewati drama adu penalti. Bagi Thailand dan Chanathip, final tersebut menjadi pengingat bahwa pertandingan besar sering kali ditentukan oleh detail kecil, terutama dalam memanfaatkan peluang dan menjaga konsentrasi hingga menit terakhir.
BACA JUGA :












