Perjalanan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 meninggalkan pengalaman yang tidak mudah dilupakan oleh Jarell Quansah. Bek serbabisa tersebut harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah menerima kartu merah ketika menghadapi Meksiko di babak 16 besar.
Momen itu menjadi salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam perjalanan Quansah bersama The Three Lions. Ia harus meninggalkan lapangan setelah tinjauan VAR dan kemudian hanya bisa menyaksikan perjuangan rekan-rekannya dari ruang ganti.
Inggris akhirnya tetap berhasil melewati pertandingan tersebut dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Meksiko. Namun, bagi Quansah, kejadian itu meninggalkan pelajaran yang tidak ingin ia lupakan begitu saja.
Kartu Merah Mengakhiri Laga Quansah
Quansah tampil sebagai starter ketika Inggris menghadapi Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ia dipercaya mengisi posisi bek kanan dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Azteca.
Namun, pertandingan tersebut berubah menjadi pengalaman pahit bagi pemain berusia 23 tahun itu.
Pada awal babak kedua, Quansah diganjar kartu merah setelah insidennya ditinjau melalui VAR. Ia mengakui bahwa dirinya masuk ke dalam tekel dengan kecepatan yang terlalu tinggi sehingga situasi akhirnya berujung buruk.
Kartu merah tersebut membuat Quansah harus meninggalkan pertandingan ketika Inggris masih berjuang mengamankan kemenangan.
Lebih berat lagi, ia kemudian hanya bisa mengikuti sisa pertandingan dari ruang ganti.
Menyaksikan Inggris dari Ruang Ganti
Bagi seorang pemain, menyaksikan rekan-rekannya berjuang dari luar lapangan tentu bukan pengalaman yang mudah.
Quansah mengakui situasi tersebut terasa sangat menyakitkan. Ia tidak bisa lagi membantu tim secara langsung dan hanya dapat mengikuti perkembangan pertandingan dari ruang ganti.
Inggris pada akhirnya berhasil mengamankan kemenangan 3-2 atas Meksiko.
Di satu sisi, Quansah merasa lega karena timnya mampu melewati pertandingan sulit tersebut. Namun, di sisi lain, ia tetap merasakan kekecewaan karena tidak bisa berada di lapangan bersama rekan-rekannya.
Pengalaman itu menjadi semakin berat karena kartu merah yang diterimanya kemudian membuat ia harus menjalani hukuman larangan bermain selama dua pertandingan.
Hukuman Dua Laga Membuat Situasi Semakin Berat
Larangan bermain selama dua pertandingan membuat Quansah harus menunggu lebih lama untuk kembali tampil bersama Timnas Inggris.
Periode tersebut menjadi salah satu fase sulit dalam perjalanan Quansah di Piala Dunia 2026. Ia harus menerima konsekuensi dari kartu merah sekaligus melihat perjalanan timnya dari luar lapangan.
Namun, Quansah memilih untuk tidak terus terjebak dalam penyesalan.
Menurutnya, setiap kejadian di lapangan selalu memiliki sesuatu yang dapat dipelajari. Karena itu, kartu merah tersebut justru ingin ia jadikan pengalaman untuk berkembang.
Beberapa pelajaran yang dapat diambil Quansah dari kejadian tersebut antara lain:
- Lebih berhati-hati ketika melakukan tekel.
- Mengontrol kecepatan dan timing saat menghadapi lawan.
- Memahami konsekuensi dari setiap keputusan di lapangan.
- Menggunakan pengalaman buruk sebagai bahan evaluasi.
- Tidak sekadar melupakan kejadian, tetapi belajar darinya.
Quansah Baru Kembali di Perebutan Tempat Ketiga
Setelah menjalani hukuman, Quansah akhirnya kembali memperkuat Timnas Inggris pada pertandingan perebutan tempat ketiga.
Ia tampil ketika Inggris menghadapi Prancis dan berhasil meraih kemenangan 6-4.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Quansah untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan bersama tim nasional setelah harus menepi akibat kartu merah.
Meski pengalaman di Piala Dunia 2026 tidak berjalan sepenuhnya sesuai harapan, Quansah memilih menjadikannya sebagai bagian dari proses perkembangan karier.
Ia menilai tidak mudah begitu saja melupakan kejadian tersebut karena waktunya masih relatif dekat. Namun, pengalaman pahit itu tetap bisa menjadi bekal untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Kepercayaan Tuchel Kembali Didapatkan
Menariknya, setelah Piala Dunia, Quansah justru kembali mendapatkan kepercayaan besar dari pelatih Inggris, Thomas Tuchel.
Ia menjadi starter dalam tiga dari empat pertandingan Inggris pada musim gugur.
Kesempatan tersebut menunjukkan bahwa kartu merah di Piala Dunia tidak membuat Quansah kehilangan tempat dalam rencana Tuchel.
Sebaliknya, ia kembali mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya dalam beberapa posisi.
Quansah kemudian tampil impresif ketika dipercaya sebagai bek kanan saat Inggris meraih kemenangan 7-0 atas Kroasia.
Setelah itu, ia bermain sebagai bek tengah dalam kemenangan 3-0 atas Republik Ceska di Wembley.
Bek Tengah Tetap Jadi Posisi Favorit
Meskipun mampu bermain sebagai bek kanan, Quansah mengakui bahwa posisi bek tengah merupakan peran yang paling ia sukai.
Ia sudah bermain di posisi tersebut sejak usia muda. Karena itu, kembali mengisi posisi bek tengah bersama Timnas Inggris memberikan pengalaman tersendiri baginya.
Bermain sebagai bek tengah juga memberinya kesempatan tampil di Wembley dengan peran yang lebih familiar.
Kemampuan Quansah bermain di beberapa posisi menjadi salah satu nilai penting bagi Inggris. Ia bisa memberikan opsi berbeda sesuai kebutuhan pertandingan dan karakter lawan yang dihadapi.
Quansah dan Trent Punya Karakter Berbeda
Perubahan posisi Quansah juga memberikan kesempatan kepada Trent Alexander-Arnold untuk kembali bermain sebagai bek kanan.
Keduanya sudah pernah menjadi rekan setim ketika masih bersama di Liverpool. Quansah menyadari bahwa dirinya dan Trent memiliki karakter permainan yang berbeda.
Quansah lebih mengandalkan tenaga ketika bermain di sisi lapangan. Sementara itu, Alexander-Arnold dikenal memiliki kemampuan distribusi bola dan umpan yang dapat membantu membongkar pertahanan lawan dari posisi bek kanan.
Menurut Quansah, perbedaan tersebut justru menjadi keuntungan bagi Timnas Inggris.
Setiap pertandingan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kehadiran pemain dengan karakter dan kemampuan yang beragam bisa membantu pelatih menentukan pilihan sesuai situasi.
Kartu Merah Jadi Bagian dari Proses Belajar
Kisah Quansah di Piala Dunia 2026 menunjukkan bagaimana sebuah pengalaman buruk dapat menjadi bagian dari proses perkembangan seorang pemain.
Kartu merah ketika menghadapi Meksiko memang meninggalkan kenangan pahit. Ia bahkan harus menyaksikan perjuangan Inggris dari ruang ganti dan menjalani hukuman dua pertandingan.
Namun, Quansah tidak ingin sekadar melupakan kejadian tersebut.
Ia memilih menggunakannya sebagai pelajaran. Setelah Piala Dunia, kepercayaan dari Thomas Tuchel kembali datang dan Quansah mampu menunjukkan fleksibilitasnya di beberapa posisi.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya bersama Timnas Inggris. Kesalahan di masa lalu tidak bisa diubah, tetapi cara seorang pemain meresponsnya dapat menentukan langkah berikutnya.
Bagi Quansah, kartu merah di Piala Dunia 2026 mungkin akan tetap menjadi kenangan yang menyakitkan. Namun, pengalaman itu juga bisa menjadi salah satu pelajaran penting yang membentuk dirinya menjadi pemain yang lebih matang.
BACA JUGA :












