Garudayaksa FC datang ke kasta teratas dengan komposisi pemain yang cukup berpengalaman. Sebagai tim promosi, kekuatan di setiap lini menjadi modal penting untuk menghadapi ketatnya persaingan BRI Super League 2026/2027.
Salah satu sosok yang menjadi tumpuan adalah Wahyu Prasetyo. Didatangkan dari Dewa United, pemain kelahiran Batang, Jawa Tengah, tersebut bukan hanya dipercaya mengawal lini belakang, tetapi juga mendapat tanggung jawab sebagai kapten Garudayaksa FC.
Menariknya, Wahyu Prasetyo memiliki sisi lain yang membuat sosoknya semakin dikenal. Di balik perannya sebagai bek tengah yang tangguh, ia memiliki julukan “Hulk” serta ritual tersendiri sebelum memasuki lapangan.
Wahyu Prasetyo Jadi Andalan Garudayaksa FC
Kehadiran Wahyu Prasetyo menjadi bagian penting dari upaya Garudayaksa FC bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Pengalaman yang dimilikinya membuat Wahyu Prasetyo mendapat kepercayaan lebih dari tim. Selain bertugas menjaga pertahanan, pemain yang akrab disapa Wahyu Pras itu juga mengemban ban kapten.
Statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia turut menjadi pengalaman berharga. Wahyu Prasetyo terakhir kali memperkuat Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026.
Sejauh ini, Wahyu Prasetyo sudah tampil dalam tiga pertandingan BRI Super League 2026/2027 bersama Garudayaksa FC. Hasil yang diraih timnya adalah dua kali imbang dan sekali kalah.
Catatan tersebut menunjukkan perjalanan Garudayaksa FC masih membutuhkan konsistensi. Persaingan di kasta teratas tentu menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan kompetisi sebelumnya.
Tantangan Berikutnya Menanti Persita Tangerang
Garudayaksa FC akan kembali menjalani pertandingan pada pekan berikutnya dengan menghadapi Persita Tangerang.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Banten International Stadium (BIS), Serang, Sabtu (10/10/2026) sore pukul 15.30 WIB.
Dengan perannya sebagai kapten sekaligus pemain penting di lini pertahanan, Wahyu Prasetyo diproyeksikan kembali menjadi bagian dari starting XI yang disiapkan pelatih Milos Joksic.
Pertandingan melawan Persita menjadi kesempatan bagi Garudayaksa FC untuk mencari hasil positif sekaligus memperbaiki catatan pada tiga pertandingan sebelumnya.
Bagi Wahyu Prasetyo, tugasnya tentu tidak hanya menghentikan serangan lawan. Ia juga memiliki tanggung jawab untuk membantu menjaga organisasi permainan tim dari lini belakang.
Kenapa Wahyu Prasetyo Dipanggil “Hulk”?
Ada cerita menarik di balik julukan “Hulk” yang melekat pada Wahyu Prasetyo.
Julukan tersebut ternyata sudah diberikan kepadanya jauh sebelum dirinya bermain di sepak bola profesional. Wahyu mengaku panggilan itu muncul ketika dirinya mengikuti turnamen futsal di Batang.
Teman-temannya di Batang menjadi pihak yang memberikan panggilan tersebut. Salah satu alasannya berkaitan dengan postur tubuh Wahyu yang besar dan kuat.
Dengan tinggi badan mencapai 185 sentimeter, karakter fisik tersebut memang menjadi salah satu modal Wahyu ketika berduel dengan pemain lawan.
“Saya merasa bersyukur dianugerahi tubuh yang kekar dan kuat,” kata Wahyu Prasetyo.
Kondisi fisiknya juga membantunya ketika menghadapi penyerang lawan. Apalagi, di kasta teratas Indonesia, banyak pemain asing yang memiliki postur tubuh besar sehingga duel fisik menjadi bagian dari pertandingan.
Wahyu pun menceritakan bagaimana julukan tersebut bisa muncul dari obrolan sederhana bersama teman-temannya.
“Mungkin dia bilang, ‘Kamu kuat sekali, bro’. Itu aja sih. Selebihnya kita ya profesional lagi,” ujar Wahyu.
Ritual Wahyu Prasetyo Sebelum Pertandingan
Selain julukan Hulk, Wahyu Prasetyo juga mempunyai kebiasaan khusus sebelum pertandingan.
Menghadapi tekanan sebagai pemain Garudayaksa FC di kasta tertinggi tentu membutuhkan kesiapan mental. Karena itu, Wahyu memiliki cara sendiri untuk membangun suasana sebelum pertandingan dimulai.
Ritual tersebut cukup sederhana, tetapi menjadi bagian dari persiapannya menjelang turun ke lapangan.
Wahyu mengaku biasanya mendengarkan sholawat sebelum pertandingan. Setelah itu, musik dangdut menjadi bagian lain dari rutinitasnya.
“Tentunya pertama, dengerin sholawat. Yang terakhir dangdut. Jangan lupa itu, dangdut,” kata Wahyu Prasetyo.
Kebiasaan tersebut menjadi sisi menarik dari sosok Wahyu Prasetyo. Di tengah tuntutan sebagai bek sekaligus kapten tim, ia tetap memiliki rutinitas pribadi untuk mempersiapkan diri sebelum pertandingan.
Wahyu Prasetyo dan Misi Garudayaksa FC
Sebagai tim promosi, Garudayaksa FC tentu menghadapi tantangan besar di kasta teratas. Persaingan yang lebih ketat membuat pengalaman pemain menjadi salah satu modal penting.
Wahyu Prasetyo berada di posisi strategis karena memiliki pengalaman bermain di level profesional sekaligus pernah memperkuat Timnas Indonesia.
Beberapa peran penting Wahyu bersama Garudayaksa FC antara lain:
- Menjadi bagian dari lini pertahanan tim.
- Mengemban tugas sebagai kapten.
- Membawa pengalaman dari level profesional dan Timnas Indonesia.
- Menjadi salah satu pemain dengan postur kuat di lini belakang.
- Membantu Garudayaksa FC menghadapi persaingan BRI Super League 2026/2027.
Pertandingan melawan Persita Tangerang akan menjadi tantangan berikutnya bagi Wahyu Prasetyo dan rekan-rekannya.
Julukan “Hulk” boleh menjadi identitas yang melekat sejak masa futsal di Batang. Namun, di lapangan, Wahyu Prasetyo tetap memiliki tugas utama sebagai bek sekaligus pemimpin Garudayaksa FC.
Dengan pengalaman, karakter fisik, dan peran sebagai kapten, sosok Wahyu Prasetyo akan menjadi salah satu figur yang menarik untuk diperhatikan dalam perjalanan Garudayaksa FC di BRI Super League 2026/2027.
BACA JUGA :












