1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : PSS Sleman Gagal Menang atas Persebaya Gol Menit 90+1 Bikin Kecewa

PSS Sleman harus menelan kekecewaan setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna pada menit-menit akhir pertandingan. Bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (18/10/2026), Super Elja harus puas bermain imbang 2-2 pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027.

PSS sebenarnya tampil cukup menjanjikan dengan unggul dua kali melalui gol Melvyn Lorenzen pada menit ke-9 dan Hiromu Tanaka pada menit ke-61. Namun, Persebaya mampu membalas lewat dua gol Miguel Pereira, masing-masing pada menit ke-36 dan masa injury time menit 90+1.

Gol penyeimbang pada penghujung pertandingan menjadi pukulan bagi PSS. Pasalnya, tim tamu sudah berada dalam posisi unggul hingga menjelang peluit panjang dibunyikan.

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengakui hasil tersebut menyisakan kekecewaan. Meski begitu, ia tetap melihat sejumlah hal positif dari penampilan anak asuhnya saat menghadapi Persebaya.

PSS Sleman Dua Kali Unggul, Persebaya Selalu Mampu Membalas

Pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persebaya berusaha mengambil inisiatif serangan, tetapi PSS mampu memberikan perlawanan.

Super Elja bahkan berhasil membuka keunggulan lebih dahulu melalui Melvyn Lorenzen pada menit ke-9. Gol cepat tersebut memberikan keuntungan bagi tim tamu sekaligus membuat pertandingan semakin menarik.

Persebaya tidak tinggal diam. Tim tuan rumah berusaha meningkatkan tekanan dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Miguel Pereira pada menit ke-36.

Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir. Kedua tim masih memiliki kesempatan untuk mengamankan kemenangan setelah turun minum.

Memasuki babak kedua, PSS kembali menunjukkan efektivitasnya. Hiromu Tanaka mencetak gol pada menit ke-61 yang membawa Super Elja unggul 2-1.

Keunggulan tersebut bertahan cukup lama dan membuat PSS semakin dekat dengan kemenangan. Namun, Persebaya terus berusaha mencari gol penyama kedudukan.

Upaya tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-90+1. Miguel Pereira kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memastikan pertandingan berakhir imbang 2-2.

Bagi PSS, gol tersebut terasa menyakitkan karena kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya gagal diamankan.

Pieter Huistra Soroti Persaingan Liga yang Semakin Ketat

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai pertandingan melawan Persebaya berlangsung ketat dengan intensitas yang tinggi. Ia juga melihat perkembangan sepak bola Indonesia semakin terasa melalui persaingan antartim di lapangan.

Menurut Huistra, pertandingan seperti ini memperlihatkan bahwa setiap tim harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil positif. Duel antarpemain, intensitas permainan, dan persaingan memperebutkan bola menjadi bagian penting sepanjang laga.

“Saya pikir itu adalah laga yang ketat hari ini. Anda dapat melihat perkembangan dalam sepak bola Indonesia. Ada lebih banyak intensitas. Ada lebih banyak duel, ada lebih banyak permainan yang ketat di kedua tim,” ujar Huistra seusai pertandingan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Huistra tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga kualitas persaingan yang terjadi selama pertandingan.

PSS mampu mencetak dua gol dan dua kali berada dalam posisi unggul. Namun, menghadapi tim seperti Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo membutuhkan konsentrasi hingga menit terakhir.

Kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi salah satu aspek yang perlu dievaluasi PSS, terutama ketika pertandingan memasuki fase akhir.

Kecewa Gagal Raih Tiga Poin, Huistra Tetap Apresiasi Tim

Huistra tidak menutupi rasa kecewanya setelah PSS gagal membawa pulang kemenangan. Namun, pelatih asal Belanda itu tetap memberikan penilaian positif terhadap perjuangan para pemainnya.

Ia mengakui Persebaya memulai pertandingan dengan baik. Meski demikian, PSS mampu memberikan respons dan menciptakan situasi yang menguntungkan melalui dua gol yang dicetak Lorenzen dan Tanaka.

Menurutnya, jalannya pertandingan memperlihatkan bahwa kedua tim memiliki kesempatan untuk menentukan hasil akhir.

“Persebaya memulai dengan sangat baik. Kami mencetak gol yang indah, 1-0. Kemudian pertandingan bisa berjalan ke arah mana saja. Pada akhirnya, kami unggul 2-1 beberapa menit lalu,” katanya.

Huistra kemudian mengakui bahwa satu poin bukan hasil yang sepenuhnya memuaskan bagi PSS. Meski demikian, ia tetap menilai hasil imbang tersebut cukup baik jika melihat keseluruhan pertandingan.

“Kami sedikit tidak senang dengan satu poin, tapi jika dilihat secara keseluruhan saya pikir itu adalah hasil yang bagus,” sambung pelatih berusia 59 tahun tersebut.

Sikap tersebut memperlihatkan adanya dua sisi dari hasil pertandingan ini. PSS berhasil menunjukkan kemampuan menyerang dan mencetak dua gol di kandang lawan, tetapi masih harus memperbaiki konsentrasi untuk menjaga keunggulan.

Melvyn Lorenzen Sebut Hasil Imbang Terasa Seperti Kekalahan

Kekecewaan juga dirasakan Melvyn Lorenzen. Penyerang PSS Sleman tersebut menilai hasil imbang melawan Persebaya terasa seperti kekalahan karena timnya sempat unggul hingga menjelang pertandingan berakhir.

Lorenzen mengakui bahwa sebelum pertandingan, membawa pulang satu poin dari markas Persebaya mungkin menjadi hasil yang bisa diterima. Namun, situasinya berubah setelah PSS berhasil menciptakan keunggulan 2-1.

“Saya baru saja berbicara sedikit dengan pelatih, ini adalah sebuah pengalaman. Karena sebelum pertandingan, Anda mungkin akan mengambil satu poin dan merasa senang tentang hal itu,” ucap Lorenzen.

Ia menambahkan bahwa kehilangan keunggulan pada menit-menit akhir membuat hasil tersebut terasa jauh lebih mengecewakan.

“Tapi dengan jalannya pertandingan, di mana kami unggul 2-1 sampai benar-benar akhir rasanya seperti kekalahan. Kami kehilangan dua poin. Tapi kami melakukan banyak hal baik hari ini. PSS bermain sangat baik. Mereka memulai pertandingan dengan baik.”

Meski kecewa, Lorenzen tetap mengakui bahwa PSS telah memperlihatkan sejumlah hal positif. Intensitas permainan dan kemampuan memanfaatkan serangan balik menjadi bagian dari penampilan yang patut diapresiasi.

Ia juga menilai satu poin tersebut masih bisa diterima jika melihat perjuangan tim sepanjang pertandingan.

PSS Sleman Masih Tertahan di Peringkat ke-15

Hasil imbang 2-2 melawan Persebaya membuat PSS Sleman membawa pulang satu poin dari lawatan ke Surabaya. Namun, tambahan poin tersebut belum cukup untuk mengangkat posisi mereka secara signifikan di klasemen sementara BRI Super League 2026/2027.

PSS saat ini berada di peringkat ke-15 dengan koleksi empat poin. Dari lima pertandingan yang telah dijalani, Super Elja mencatatkan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Situasi ini membuat PSS perlu segera memperbaiki konsistensi apabila ingin memperbaiki posisi di klasemen.

Beberapa hal penting yang bisa menjadi perhatian PSS setelah pertandingan ini meliputi:

  • Menjaga konsentrasi: Keunggulan harus dipertahankan hingga peluit akhir.
  • Memperkuat pertahanan: Gol pada masa injury time menjadi catatan yang perlu dievaluasi.
  • Mempertahankan efektivitas serangan: PSS mampu mencetak dua gol saat menghadapi Persebaya.
  • Meningkatkan konsistensi: Tambahan poin diperlukan untuk memperbaiki posisi di klasemen.

PSS Sleman memang gagal membawa pulang tiga poin dari Stadion Gelora Bung Tomo. Namun, performa yang ditunjukkan tetap memberikan sejumlah bahan evaluasi bagi Pieter Huistra dan timnya.

Kini, tantangan bagi Super Elja adalah mengubah pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran. Jika mampu memperbaiki konsentrasi pada menit-menit akhir, PSS memiliki peluang untuk tampil lebih konsisten dalam pertandingan berikutnya.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE