Ajax Amsterdam meraih kemenangan 2-0 atas Atalanta dalam pertandingan kedua fase liga Liga Conference 2026/2027 di Johan Cruijff ArenA, Kamis malam, 22 Oktober waktu setempat, atau Jumat dini hari WIB. Dua gol pada pengujung pertandingan memastikan tuan rumah memperoleh tiga poin setelah kesulitan memecahkan kebuntuan selama sebagian besar laga.
Tolu Arokodare membuka keunggulan pada menit ke-87, kemudian Abdellah Ouazane menggandakan skor pada menit ke-93. Keduanya masuk sebagai pemain pengganti dan memberikan kontribusi langsung terhadap hasil akhir. Bagi Ajax, kemenangan tersebut menjadi respons penting setelah kekalahan pada pertandingan pembuka melawan Hajduk Split.
Maarten Paes berada dalam daftar pemain cadangan dan tidak diturunkan. Posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Marc-Andre ter Stegen, yang bermain sampai pertandingan berakhir. Dengan demikian, keberhasilan Ajax menjaga gawang tanpa kebobolan pada laga ini tercatat bersama Ter Stegen, sementara Paes kembali harus menunggu kesempatan tampil dalam persaingan di bawah mistar.
Tekanan Awal Belum Menghasilkan Keunggulan
Ajax menunjukkan keinginan mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Salah satu ancaman pertama muncul melalui Lucas Rosa, yang melepaskan tembakan setelah bergerak ke wilayah pertahanan Atalanta. Bola berubah arah setelah mengenai pemain lawan dan membentur bagian dalam tiang gawang.
Peluang tersebut memberi gambaran bahwa tuan rumah mampu membawa bola ke posisi berbahaya. Namun, kedekatan dengan gol belum cukup untuk mengubah kedudukan. Ajax masih harus mencari penyelesaian yang lebih tepat agar tekanan mereka menghasilkan keunggulan.
Jorthy Mokio dan Marcos Leonardo juga mendapatkan kesempatan sebelum jeda. Meski demikian, tidak ada gol yang tercipta sepanjang babak pertama. Atalanta berhasil mempertahankan skor 0-0 dan menjaga peluang untuk membawa pulang hasil positif.
Secara analitis, babak pembuka memperlihatkan perbedaan antara membangun ancaman dan menuntaskan serangan. Ajax memiliki beberapa kesempatan, tetapi keberhasilan sebuah rangkaian menyerang tetap ditentukan oleh tindakan terakhir di depan gawang.
Pertandingan Tetap Terbuka Setelah Jeda
Ajax kembali menciptakan peluang pada awal babak kedua. Julian Brandt menjadi salah satu pemain yang mendekati gol, tetapi kebuntuan belum terpecahkan. Waktu terus berjalan sementara tuan rumah masih mencari cara menaklukkan pertahanan tim tamu.
Setelah sekitar satu jam, pertandingan mulai memberikan ruang bagi Atalanta untuk meningkatkan ancaman. Kondisi tersebut membuat Ajax tidak bisa hanya memikirkan serangan. Mereka juga harus menjaga struktur agar usaha memperoleh gol tidak memberikan kesempatan terlalu besar kepada lawan.
Nicola Zalewski mencoba mengancam pada fase akhir, sementara Jonathan Rowe turut memberikan pekerjaan kepada pertahanan Ajax. Perubahan momentum ini membantu menjelaskan mengapa skor akhir dua gol tidak berarti pertandingan sepenuhnya mudah bagi tuan rumah.
Sebagai penilaian taktis, laga yang tetap seimbang menjelang akhir menuntut pengelolaan risiko. Ajax membutuhkan keberanian untuk mencari kemenangan, tetapi setiap kehilangan bola juga berpotensi mengubah pertandingan ke arah yang tidak mereka inginkan.
Pergantian Pemain Membawa Pengaruh Besar
Pelatih Ajax, Michel Sanchez, melakukan sejumlah pergantian untuk menyegarkan permainan. Ouazane masuk menggantikan Oscar Gloukh pada menit ke-62, sedangkan Arokodare menggantikan Marcos Leonardo pada menit ke-66.
Viktor Tsygankov juga masuk pada menit ke-62 untuk menggantikan Davy Klaassen. Pergantian tersebut mengubah susunan pemain di lapangan ketika Ajax masih membutuhkan terobosan. Pada akhirnya, dua pemain dari bangku cadangan menjadi penentu kemenangan.
Hasil ini memperlihatkan nilai pilihan pemain yang tersedia bagi pelatih. Akan tetapi, keberhasilan pergantian tidak hanya diukur dari masuknya tenaga baru. Pemain pengganti tetap perlu memahami situasi pertandingan dan memilih tindakan yang sesuai ketika mendapatkan kesempatan.
Arokodare dan Ouazane melakukannya melalui kontribusi yang konkret. Mereka tidak sekadar membantu mempertahankan intensitas, tetapi menghasilkan gol. Pengaruh tersebut menjadi bagian paling menonjol dari perubahan Ajax pada babak kedua, sekaligus memperlihatkan bahwa pertandingan masih dapat ditentukan setelah rencana awal belum menghasilkan keunggulan.
Arokodare Memecahkan Kebuntuan
Gol pembuka lahir pada menit ke-87 melalui Arokodare. Youri Baas mengirimkan bola ke arah penyerang tersebut, yang berhasil menguasainya dan mendapatkan kesempatan berhadapan dengan penjaga gawang Atalanta, Marco Carnesecchi.
Arokodare menyelesaikan peluang dengan tembakan kaki kanan ke sudut bawah gawang. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 1-0 ketika pertandingan semakin dekat dengan akhir waktu normal, memberikan keuntungan besar bagi Ajax.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa jalan menuju gol tidak selalu harus melewati kombinasi pendek. Umpan yang menjangkau penyerang secara langsung dapat menjadi pilihan efektif apabila penerima bola mampu memenangi duel dan menyelesaikan kesempatan.
Namun, gol pertama belum langsung memastikan kemenangan. Atalanta masih mempunyai waktu untuk merespons, sehingga Ajax tetap perlu menjaga konsentrasi. Pada tahap tersebut, pekerjaan tuan rumah berubah: dari mengejar keunggulan menjadi melindunginya, sambil tetap mengenali peluang untuk menyerang kembali ketika lawan mencoba menaikkan tekanan.
Ouazane Menutup Laga dengan Gol Kedua
Ajax memastikan hasil pada menit ketiga waktu tambahan melalui Ouazane. Kali ini, Arokodare berperan sebagai pemberi umpan, melengkapi kontribusinya setelah sebelumnya mencetak gol pembuka.
Ouazane menerima bola di sisi kiri, bergerak menuju kotak penalti, lalu melepaskan tembakan kaki kiri dari sudut sempit. Penyelesaian tersebut menghasilkan gol kedua dan membuat kedudukan menjadi 2-0.
Gol itu memperkecil kemungkinan Atalanta menyelamatkan hasil dalam waktu yang tersisa. Bagi Ajax, tambahan gol memberikan penutup yang lebih meyakinkan terhadap pertandingan yang sebelumnya berlangsung tanpa gol selama lebih dari delapan puluh menit.
Kontribusi Arokodare dalam kedua gol patut mendapat perhatian khusus. Ia menyelesaikan kesempatan pertama dan kemudian membantu menciptakan gol berikutnya. Sementara itu, Ouazane menunjukkan bahwa pemain pengganti dapat membawa pengaruh melalui keberanian mengambil keputusan. Keduanya memberikan hasil nyata dari kesempatan yang diperoleh pada fase akhir pertandingan.
Ter Stegen Menjaga Gawang, Paes Tidak Diturunkan
Ter Stegen menjadi pilihan utama Ajax untuk menghadapi Atalanta. Ia mempertahankan posisinya sepanjang laga dan menutup pertandingan tanpa kebobolan. Paes tetap berada di bangku cadangan hingga peluit akhir.
Salah satu tindakan penting Ter Stegen terjadi ketika menghadapi upaya Rowe pada menit ke-83. Penyelamatan itu berlangsung sebelum Ajax mencetak gol pembuka, sehingga membantu mempertahankan kedudukan seimbang pada momen penting.
Urutan tersebut menunjukkan hubungan antara pekerjaan bertahan dan keberhasilan menyerang. Sebelum Arokodare memberikan keunggulan, Ajax perlu memastikan lawan tidak lebih dahulu mencetak gol. Kemenangan akhirnya dibangun melalui kontribusi pada kedua ujung lapangan.
Bagi Paes, pertandingan ini tidak menambah menit bermainnya. Status tersebut merupakan fakta susunan pemain, tetapi tidak sekaligus menjelaskan seluruh pertimbangan pelatih. Tanpa penjelasan khusus mengenai pemilihan penjaga gawang, alasan teknis yang lebih terperinci tidak seharusnya diasumsikan sebagai kepastian.
Status Cadangan Perlu Dibaca Secara Proporsional
Paes baru mencatatkan lima penampilan bersama Ajax pada musim tersebut hingga pertandingan melawan Atalanta. Angka itu menunjukkan kesempatan bermain yang diperolehnya masih terbatas, tetapi tetap perlu dibedakan dari kesimpulan mengenai masa depannya.
Tidak tampil dalam satu pertandingan tidak otomatis berarti seorang pemain kehilangan kepercayaan secara permanen. Sebaliknya, masuk daftar cadangan juga tidak menjamin kesempatan akan segera datang. Kedua kesimpulan tersebut membutuhkan informasi tambahan.
Secara umum, posisi penjaga gawang mempunyai pola pergantian berbeda dibandingkan pemain lapangan. Pelatih biasanya mempertahankan satu kiper sepanjang pertandingan apabila tidak ada kebutuhan untuk menggantinya. Karena itu, keberadaan Paes di bangku cadangan tidak dapat dinilai dengan ukuran yang sama seperti penyerang pengganti.
Analisis mengenai peluangnya sebaiknya bertumpu pada penampilan, keputusan susunan pemain berikutnya, dan keterangan pelatih. Dugaan tentang konflik, cedera, atau rencana perpindahan tidak memiliki dasar hanya dari statusnya dalam pertandingan ini.
Perjalanan Paes di Ajax Masih Berlangsung
Paes bergabung dengan Ajax dari FC Dallas pada Februari 2026. Ia menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2029, kembali ke sepak bola Belanda setelah sebelumnya pernah bermain untuk NEC dan FC Utrecht.
Latar tersebut memberikan konteks terhadap keberadaannya dalam skuad Ajax. Ia bukan pemain yang baru mengenal lingkungan kompetisi Belanda, meskipun menyesuaikan diri dengan tuntutan klub dan persaingan internal tetap merupakan proses tersendiri.
Durasi kontrak menunjukkan hubungan kerja yang telah disepakati, tetapi tidak menentukan jumlah pertandingan yang akan dimainkan. Pemilihan pemain tetap dapat berubah sesuai pertimbangan staf pelatih dan perkembangan selama musim berjalan.
Bagi pendukung Indonesia, perhatian terhadap Paes dapat berjalan bersama penilaian yang proporsional. Kemenangan Ajax merupakan hasil positif bagi klubnya, sedangkan perkembangan pribadi sang kiper memerlukan ukuran berbeda. Kesempatan tampil, kualitas penampilan, dan konsistensi akan lebih berguna untuk menilai perjalanannya dibandingkan satu malam di bangku cadangan.
Tiga Poin Membuka Jalan Perbaikan
Kemenangan atas Atalanta menjadi kemenangan pertama Ajax dalam fase liga Liga Conference musim ini. Setelah kalah 1-2 dari Hajduk Split, tambahan tiga poin memberikan posisi yang lebih baik untuk melanjutkan persaingan.
Ajax berada di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan tiga poin, sedangkan Atalanta menempati urutan ke-15 dengan jumlah poin sama. Posisi tersebut merupakan gambaran setelah pertandingan, bukan penetapan akhir mengenai peluang kelolosan kedua tim.
Masih ada laga berikutnya yang akan mengubah perolehan poin dan susunan klasemen. Karena itu, keberhasilan mengalahkan Atalanta sebaiknya dipandang sebagai langkah perbaikan yang penting, dengan kebutuhan mempertahankan konsistensi tetap terbuka.
Ajax membawa pulang pelajaran tentang ketekunan mencari gol, manfaat pergantian pemain, dan pentingnya menjaga gawang ketika skor masih seimbang. Arokodare serta Ouazane menjadi penentu hasil, Ter Stegen menuntaskan tugas di bawah mistar, sementara Paes melanjutkan penantiannya untuk memperoleh kesempatan berikutnya.
Baca Juga:












