Manchester City menjaga peluang mempertahankan gelar Carabao Cup setelah menyingkirkan Brighton and Hove Albion melalui adu penalti di Stadion Etihad, Rabu, 28 Oktober 2026. Pertandingan babak keempat tersebut berakhir 2-2 dalam waktu normal, sebelum tuan rumah memenangi babak penentuan dengan skor 4-3.
Geronimo Rulli menjadi tokoh utama setelah menggagalkan dua tendangan terakhir Brighton. Penyelamatan kiper asal Argentina itu memastikan City melangkah ke perempat final dalam pertandingan yang sempat dua kali menempatkan mereka dalam posisi tertinggal.
Malick Yalcouye dan Georginio Rutter masing-masing membawa Brighton memimpin, tetapi Mateo Kovacic dan Vitor Reis mengembalikan keseimbangan. Rayan Cherki kemudian menjalankan tugas penting sebagai penendang kelima City dalam adu penalti.
Kelolosan tersebut diraih melalui perjuangan panjang. Brighton memberikan perlawanan yang membuat tim asuhan Enzo Maresca harus mencari berbagai cara untuk bertahan dalam kompetisi.
Brighton Membuktikan Diri sebagai Lawan Berbahaya
Bermain di kandang sendiri tidak membuat City langsung menguasai seluruh jalannya pertandingan. Brighton menunjukkan keberanian menyerang dan beberapa kali membawa bola ke area yang mengancam pertahanan tuan rumah.
Tim asuhan Fabian Hurzeler tidak sekadar menunggu kesempatan dari kesalahan lawan. Mereka berusaha membangun serangan dan menghadirkan tekanan yang membuat City tidak selalu nyaman ketika mengembangkan permainan.
Pendekatan tersebut penting karena menghadapi City dengan sikap terlalu pasif dapat memberikan ruang bagi tuan rumah untuk mengatur ritme. Brighton justru berusaha menjaga agar pertandingan tetap kompetitif sejak awal.
Bagi City, tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara mengalirkan bola dan melindungi wilayah pertahanan. Mereka membutuhkan ketelitian saat menguasai bola sekaligus kesiapan menghadapi serangan Brighton.
Dari perkembangan pertandingan, terlihat bahwa ancaman tim tamu bukan hanya muncul sesaat. Brighton mampu mempertahankan daya saingnya sampai pertandingan mendekati akhir.
Yalcouye Membuka Keunggulan Tim Tamu
Brighton mendapatkan hasil dari keberanian mereka pada menit ke-30. Yalcouye mencetak gol pembuka setelah terlibat dalam rangkaian serangan yang menembus pertahanan City.
Gol tersebut memberi tim tamu keuntungan penting. Mereka dapat melanjutkan pertandingan dengan keunggulan, sementara City harus meningkatkan efektivitas serangan untuk menghindari posisi yang semakin sulit.
Bagi tuan rumah, kebobolan lebih dahulu mengubah tuntutan pertandingan. Penguasaan bola saja tidak cukup apabila tidak disertai kemampuan menciptakan kesempatan yang benar-benar menguji pertahanan Brighton.
Keunggulan satu gol juga memberikan Brighton pilihan dalam mengatur tempo. Namun, mempertahankan hasil di Etihad tetap membutuhkan konsentrasi karena City memiliki pemain yang mampu menciptakan ancaman dari berbagai posisi.
Pertandingan kemudian memasuki fase ketika respons tuan rumah menjadi perhatian utama. City perlu menemukan gol balasan tanpa memberikan terlalu banyak ruang bagi Brighton untuk memperbesar keunggulan melalui serangan berikutnya.
Kovacic Mengembalikan Keseimbangan Sebelum Jeda
City akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-40 melalui Kovacic. Gelandang asal Kroasia tersebut melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang menghasilkan gol balasan.
Penyelesaian itu memberi City kesempatan memasuki ruang ganti dalam keadaan seimbang. Alih-alih membawa ketertinggalan ke babak kedua, mereka memperoleh titik awal baru dengan skor 1-1.
Gol Kovacic juga menunjukkan nilai ancaman dari lini tengah. Ketika jalur menuju penyerang tidak mudah dibuka, tembakan dari luar kotak penalti dapat menjadi pilihan untuk memaksa pertahanan lawan bereaksi.
Namun, keberhasilan menyamakan skor belum berarti persoalan City selesai. Brighton tetap menunjukkan kemampuan menyerang yang dapat kembali mengganggu mereka.
Secara permainan, gol menjelang jeda memberi tuan rumah kesempatan memperbaiki pendekatan tanpa harus mengejar selisih. Pada saat bersamaan, Brighton mendapat pengingat bahwa keunggulan mereka dapat hilang apabila City memperoleh ruang untuk menyelesaikan serangan.
Rutter Membawa Brighton Kembali Memimpin
Babak kedua baru berlangsung singkat ketika Brighton kembali unggul. Rutter mencetak gol pada menit ke-47, membuat City untuk kedua kalinya berada dalam posisi tertinggal.
Gol cepat setelah jeda tersebut menjadi pukulan bagi tuan rumah. Kesempatan membangun momentum dari gol Kovacic tidak berlangsung lama karena Brighton segera mengambil kembali keuntungan.
Bagi tim tamu, keberhasilan itu memperlihatkan kesiapan melanjutkan tekanan. Mereka tidak membiarkan gol balasan City pada babak pertama menghentikan usaha mencari kemenangan.
City kembali menghadapi kebutuhan untuk meningkatkan serangan. Akan tetapi, mendorong lebih banyak pemain ke depan juga berarti harus lebih berhati-hati ketika kehilangan bola.
Situasi tersebut membuat pertandingan menarik secara taktis. Brighton mempunyai keunggulan yang dapat dilindungi, tetapi ancaman serangan mereka tetap dibutuhkan agar City tidak bebas menekan sepanjang sisa pertandingan. Menyerahkan seluruh inisiatif kepada tuan rumah berpotensi menambah beban pertahanan sendiri.
Rulli Menjaga City Tetap dalam Persaingan
Sebelum menjadi penentu dalam adu penalti, Rulli sudah memberikan kontribusi penting selama pertandingan. Ia menggagalkan kesempatan Rutter yang dapat memperbesar keunggulan Brighton.
Penyelamatan itu memiliki arti besar bagi arah pertandingan. Selisih satu gol masih memberi City peluang realistis untuk menyamakan kedudukan melalui satu serangan yang berhasil.
Sebaliknya, jika Brighton mampu mencetak gol ketiga, tuntutan terhadap tuan rumah akan semakin berat. City harus mengejar lebih banyak gol sekaligus menghadapi risiko pertahanan yang makin terbuka.
Peran Rulli memperlihatkan hubungan antara ketahanan di belakang dan peluang bangkit di depan. Serangan City membutuhkan waktu untuk menghasilkan gol, sementara sang kiper membantu memastikan pertandingan belum menjauh dari jangkauan.
Karena itu, penampilannya tidak dapat dinilai hanya melalui dua penyelamatan penalti. Kontribusinya pada waktu normal ikut menyediakan jalan menuju babak penentuan yang akhirnya dimenangi City.
Reis Menyambut Bola Mati yang Menentukan
City kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-72. Tendangan bebas Cherki mengenai Reis sebelum bola masuk ke gawang Brighton.
Gol tersebut dicatat atas nama Reis dan mengubah kedudukan menjadi 2-2. Bagi City, keberhasilan memanfaatkan bola mati memberikan jalan keluar ketika mereka membutuhkan gol balasan.
Situasi itu menunjukkan bahwa ancaman tidak harus selalu berasal dari serangan terbuka. Pengiriman bola ke wilayah berbahaya dapat menghasilkan peluang apabila pemain mampu memberikan sentuhan yang mengubah arah bola.
Cherki berperan dalam menciptakan situasi tersebut, sedangkan Reis menjadi pemain yang memberikan kontribusi terakhir. Kerja keduanya menghapus keunggulan Brighton untuk kedua kalinya.
Setelah kedudukan kembali seimbang, pertandingan belum kehilangan ketegangan. Kedua tim masih mempunyai kesempatan menghindari adu penalti, tetapi tidak ada gol tambahan yang memisahkan mereka sampai waktu normal berakhir.
Adu Penalti Mengubah Tekanan Pertandingan
Dengan skor tetap 2-2, kelolosan ditentukan melalui adu penalti. City dan Brighton kini menghadapi tuntutan berbeda dibandingkan selama permainan berlangsung.
Kerja sama antarlini digantikan oleh serangkaian duel antara penendang dan penjaga gawang. Setiap eksekusi membawa konsekuensi langsung terhadap posisi tim dalam babak penentuan.
City sempat menghadapi kesulitan ketika tendangan Kovacic dihentikan Jason Steele. Gelandang yang sebelumnya mencetak gol penyama dalam waktu normal itu tidak berhasil mengulangi keberhasilannya dari titik penalti.
Kegagalan tersebut membuka kesempatan bagi Brighton untuk mengambil keuntungan. Namun, babak penentuan belum selesai, dan Rulli kemudian memberikan respons yang dibutuhkan tuan rumah.
Momen itu memperlihatkan betapa cepat keseimbangan dapat berubah dalam adu penalti. Satu penyelamatan tidak selalu memastikan kemenangan apabila tim lawan masih memiliki kesempatan untuk membalas melalui penjaga gawangnya sendiri.
Dua Penyelamatan Rulli Memastikan Kelolosan
Rulli menggagalkan tendangan Yasin Ayari, kemudian menghentikan eksekusi Lewis Dunk. Dua penyelamatan beruntun tersebut menjadi pembeda utama dalam hasil akhir.
Di antara dua momen itu, Cherki berhasil menjalankan tugas sebagai penendang kelima City. Eksekusinya membawa tuan rumah berada dalam posisi yang kemudian dipastikan oleh penyelamatan Rulli terhadap Dunk.
City mengakhiri adu penalti dengan kemenangan 4-3. Setelah dua kali mengejar ketertinggalan selama pertandingan, mereka akhirnya memperoleh hasil yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan.
Brighton tersingkir meskipun mampu memberikan perlawanan kuat. Mereka dua kali memimpin dan membawa pertandingan sampai tahap ketika satu eksekusi atau satu penyelamatan dapat menentukan segalanya.
Hasil tersebut menempatkan Rulli sebagai sosok paling menentukan pada fase terakhir. Ketika City kehilangan keuntungan akibat penalti Kovacic yang gagal, sang kiper mengembalikan peluang timnya melalui tindakan nyata di bawah mistar.
Kelolosan Tetap Menyisakan Evaluasi bagi City
Kemenangan ini memberi City alasan untuk merayakan keberhasilan, tetapi pertandingan juga menunjukkan sejumlah hal yang perlu diperbaiki.
Dua kali tertinggal berarti mereka harus mengeluarkan usaha tambahan untuk mempertahankan peluang lolos. Menghadapi lawan yang mampu menyerang secara efektif, kesalahan kecil dapat segera mengubah arah permainan.
Maresca dapat mengambil pelajaran dari cara Brighton menemukan peluang dan mencetak gol. Pada pertandingan berikutnya, kemampuan menjaga konsentrasi setelah jeda menjadi salah satu aspek yang layak diperhatikan.
Di sisi lain, City menunjukkan bahwa mereka mempunyai beberapa jalan untuk menghindari kekalahan. Gol datang melalui tembakan gelandang dan keterlibatan pemain belakang dalam situasi bola mati.
Keberagaman kontribusi itu merupakan keuntungan. Namun, kemampuan bangkit sebaiknya menjadi pelengkap bagi permainan yang lebih stabil, bukan sesuatu yang harus terus dibutuhkan setiap kali tim menghadapi tekanan.
Brighton Membawa Pulang Pelajaran Berharga
Bagi Brighton, kekalahan melalui adu penalti tidak menghapus kualitas perlawanan mereka. Dua gol di Etihad menunjukkan bahwa mereka mampu menciptakan masalah serius bagi City.
Meski demikian, keunggulan yang dua kali hilang menjadi bagian penting dalam evaluasi. Mengendalikan pertandingan setelah mencetak gol membutuhkan ketelitian, pengaturan tempo, dan koordinasi pertahanan.
Tidak ada dasar untuk memastikan bahwa hasil berbeda akan muncul jika satu keputusan diubah. Yang dapat dipastikan, Brighton mempunyai kesempatan lolos, tetapi gagal menuntaskan pertandingan dengan kemenangan.
City kini melanjutkan langkah ke perempat final dan akan menghadapi Bradford City. Peluang mempertahankan gelar tetap terbuka, meskipun keberhasilan meraih trofi masih bergantung pada pertandingan berikutnya.
Malam di Etihad akhirnya menjadi milik Rulli dan rekan-rekannya. Gol Kovacic serta Reis menjaga harapan selama waktu normal, sedangkan keberhasilan Cherki dan dua penyelamatan sang kiper memastikan perjuangan City tidak berakhir di babak keempat.
Baca Juga:












