Peluang Timnas Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2030 kembali menjadi sorotan. Kali ini, optimisme datang dari legenda sepak bola Thailand, Teeratep Winothai, yang menilai skuad Garuda memiliki kesempatan lebih besar dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya untuk menembus turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Penilaian itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup menarik, baik dari segi komposisi pemain maupun persaingan di level internasional.
Garuda bahkan sempat mendekati pencapaian bersejarah dengan melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski perjalanan akhirnya terhenti, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan berikutnya.
Selain itu, keberhasilan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 semakin menambah kepercayaan diri terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Menurut Teeratep Winothai, Indonesia memiliki potensi untuk melanjutkan perkembangan tersebut dan bersaing memperebutkan tiket menuju Piala Dunia 2030.
Teeratep Winothai Nilai Indonesia Punya Kans Besar
Teeratep Winothai merupakan salah satu nama yang cukup dikenal dalam sepak bola Thailand. Mantan penyerang Timnas Thailand tersebut memiliki pengalaman internasional dengan mencatatkan 41 penampilan bersama negaranya.
Kini berusia 41 tahun, Teeratep melihat perkembangan sepak bola Asia Tenggara dengan perhatian khusus. Ia menilai Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki peluang menjanjikan untuk bersaing di kualifikasi Piala Dunia 2030.
Perkembangan kualitas pemain menjadi salah satu faktor yang membuat Timnas Indonesia mendapat perhatian. Kehadiran sejumlah pemain berkualitas memberikan tambahan kekuatan bagi skuad Garuda dalam menghadapi lawan-lawan dari berbagai kawasan.
Pengalaman tampil di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 juga menjadi bekal berharga. Indonesia sudah merasakan bagaimana beratnya persaingan untuk mendapatkan tempat di putaran final.
Kegagalan sebelumnya tentu menyisakan kekecewaan. Namun, pengalaman tersebut bisa menjadi pelajaran penting dalam membangun tim yang lebih kompetitif untuk siklus kualifikasi berikutnya.
Indonesia dan Vietnam Jadi Dua Kandidat Asia Tenggara
Menariknya, Teeratep Winothai tidak hanya menyebut Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi besar.
Ia juga memberikan perhatian kepada Vietnam yang belakangan menunjukkan perkembangan positif di bawah kepemimpinan pelatih Kim Sang-sik.
Timnas Vietnam dikenal memiliki fondasi pemain lokal yang kuat. Selain itu, kehadiran sejumlah pemain naturalisasi dari kompetisi domestik turut memberikan variasi dalam komposisi skuad mereka.
Konsistensi permainan Vietnam membuat negara tersebut dinilai memiliki peluang untuk ikut bersaing dalam perebutan tiket menuju Piala Dunia 2030.
“Saya pikir Indonesia dan Vietnam saat ini cukup dekat untuk lolos ke Piala Dunia 2030, tapi untuk Thailand saya pikir masih terlalu jauh,” jelas Teeratep Winothai.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan sepak bola Asia Tenggara tidak lagi hanya berpusat pada negara-negara yang selama ini memiliki tradisi kuat.
Indonesia dan Vietnam kini menjadi dua tim yang menarik untuk diperhatikan dalam perkembangan menuju kualifikasi Piala Dunia berikutnya.
Sementara itu, Teeratep menilai Thailand masih membutuhkan banyak pembenahan agar bisa bersaing pada level tersebut.
Naturalisasi Bukan Satu-satunya Kunci Menuju Piala Dunia
Dalam beberapa tahun terakhir, naturalisasi menjadi salah satu strategi yang banyak digunakan negara-negara Asia Tenggara untuk meningkatkan kualitas tim nasional.
Indonesia termasuk negara yang cukup aktif memanfaatkan strategi tersebut. Kehadiran pemain dengan pengalaman bermain di kompetisi luar negeri memberikan tambahan pilihan bagi pelatih dalam membangun kekuatan skuad.
Namun, Teeratep Winothai mengingatkan bahwa naturalisasi saja tidak cukup untuk membawa sebuah negara menuju Piala Dunia.
Menurutnya, perkembangan sepak bola harus dibangun melalui fondasi yang kuat. Peningkatan kualitas kompetisi domestik, infrastruktur, hingga pembinaan pemain muda menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Tanpa sistem pembinaan yang berjalan baik, peningkatan kualitas tim nasional berisiko tidak bertahan dalam jangka panjang.
Karena itu, keberhasilan sebuah negara di level internasional seharusnya tidak hanya bergantung pada pemain yang sudah matang, tetapi juga kemampuan menghasilkan talenta baru secara berkelanjutan.
Fondasi Sepak Bola Indonesia Harus Terus Diperkuat
Pesan Teeratep Winothai menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Piala Dunia 2030 membutuhkan persiapan yang lebih luas daripada sekadar membentuk skuad kompetitif.
Indonesia memang memiliki sejumlah modal positif, tetapi konsistensi perkembangan harus terus dijaga.
Beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian dalam pembangunan sepak bola nasional antara lain:
- Pembinaan pemain muda: Memperkuat akademi dan kompetisi usia dini untuk menghasilkan talenta berkualitas.
- Infrastruktur sepak bola: Meningkatkan kualitas lapangan latihan, stadion, serta fasilitas pendukung.
- Kompetisi domestik: Menjaga kualitas liga agar pemain lokal mendapatkan pengalaman bertanding yang kompetitif.
- Regenerasi tim nasional: Menyiapkan pemain muda untuk mengisi posisi penting ketika pemain senior mulai menurun.
- Program jangka panjang: Membangun sistem pembinaan yang konsisten dan tidak hanya berorientasi pada hasil sesaat.
Teeratep menggambarkan pembangunan sepak bola seperti sebuah piramida. Fondasinya harus kuat terlebih dahulu sebelum sebuah negara bisa mencapai level tertinggi.
“Kita perlu membangun dasar yang kuat, seperti piramid. Struktur itu harus kuat dulu sebelum berlaga di Piala Dunia,” tandas pemilik 41 caps bersama Timnas Thailand tersebut.
Piala Dunia 2030 Jadi Tantangan Besar Timnas Indonesia
Penilaian positif dari legenda Thailand tentu menjadi tambahan motivasi bagi sepak bola Indonesia. Namun, peluang menuju Piala Dunia 2030 tetap harus dibuktikan melalui perkembangan nyata di lapangan.
Pengalaman di Kualifikasi Piala Dunia 2026, peningkatan kualitas pemain, serta keberhasilan di level Asia Tenggara dapat menjadi modal untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Di sisi lain, Indonesia juga perlu memastikan bahwa pembinaan pemain muda dan kualitas kompetisi domestik terus berkembang.
Persaingan dengan Vietnam dan negara Asia lainnya dipastikan membutuhkan persiapan matang. Tidak cukup hanya memiliki pemain berkualitas, Timnas Indonesia juga membutuhkan sistem sepak bola yang mampu mendukung perkembangan tim dalam jangka panjang.
Kini, harapan publik sepak bola Tanah Air tertuju pada bagaimana Garuda menjaga momentum positif tersebut. Piala Dunia 2030 memang masih menjadi perjalanan panjang, tetapi fondasi yang dibangun sejak sekarang bisa menentukan seberapa jauh Indonesia mampu melangkah.
BACA JUGA :












