Persebaya Surabaya mengalami kekalahan mengejutkan dalam debut mereka di I League Cup 2026/2027, ketika menghadapi Kendal Tornado FC. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, pada 3 November 2026, berakhir dengan skor 2-3 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Momen Menyakitkan di Pertandingan Pembuka
Dalam laga ini, Persebaya tidak mampu menghindari hasil buruk. Meskipun Ramadhan Sananta dan Toni Firmansyah berhasil mencetak dua gol untuk Bajul Ijo, hal itu tidak cukup untuk menanggulangi tiga gol yang dicetak oleh Akbar Firmansyah, Dimas Sukarno, dan Patrick Cruz dari Kendal Tornado.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tampil ke depan untuk menerima tanggung jawab penuh atas hasil negatif ini. Ia mengucapkan selamat kepada Kendal Tornado, yang dinilainya lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang ada. “Mereka menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memanfaatkan kesempatan. Dalam sepak bola, penguasaan bola dan tembakan saja tidak cukup untuk meraih kemenangan. Kami harus lebih efektif dalam setiap kesempatan yang kami miliki,” ungkap Tavares.
Kesalahan Berulang yang Harus Dievaluasi
Selama pertandingan, Tavares menggarisbawahi adanya kesalahan yang dilakukan oleh timnya, terutama saat mengalami kehilangan penguasaan bola. Transisi yang kurang baik memberi kesempatan bagi Kendal Tornado untuk melancarkan serangan yang berbahaya. “Kami mengalami masalah ketika kehilangan bola, terutama dalam fase transisi. Beberapa umpan yang salah membuat lawan bisa menjatuhkan serangan,” jelasnya.
Kekalahan ini menjadi semakin berat karena Persebaya sebelumnya juga gagal meraih kemenangan saat bertanding melawan Persijap Jepara, dengan hasil imbang 1-1. Ini menunjukkan bahwa perjalanan dan performa tim sedang berada dalam fase yang kurang baik, memperpanjang rekor tanpa kemenangan menjadi dua laga berturut-turut.
Seiring dengan hasil buruk ini, tekanan terhadap tim kian meningkat. Namun, Tavares tetap tegas mengatakan bahwa sebagai pelatih, ia tentu merasa bertanggung jawab atas setiap keputusan dan persiapan yang dilakukan sebelum pertandingan. “Sebagai pelatih, saya harus siap menerima konsekuensi dari hasil baik dan buruk. Kekalahan ini adalah tanggung jawab saya sepenuhnya,” tegasnya.
Bagi Persebaya, hasil pertandingan ini tentu menjadi catatan penting yang harus dievaluasi untuk memperbaiki performa di laga-laga selanjutnya di Grup G I League Cup. Sebuah tantangan besar menanti mereka, terutama dengan sorotan kritik yang terus mengalir melalui media sosial dari para pendukung setia, Bonek, yang mengharapkan perbaikan signifikan dari tim kesayangan mereka.
BACA JUGA :












