Persib Bandung akan menghadapi situasi yang cukup unik saat memulai perjalanan di AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027. FC Seoul berencana memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda dari Osan High School untuk tampil menghadapi juara bertahan BRI Super League tersebut.
Pertandingan FC Seoul vs Persib Bandung akan berlangsung di Seoul World Cup Stadium pada Rabu, 16 September 2026. Di atas kertas, duel ini mempertemukan dua tim yang sama-sama datang dengan status juara di kompetisi domestik masing-masing.
Namun, FC Seoul memiliki prioritas berbeda. Klub asal Korea Selatan tersebut sedang berada dalam posisi kuat di K League 1 dan ingin menjaga fokus terhadap persaingan memperebutkan gelar liga.
Keputusan menurunkan pemain muda pun bukan karena menganggap remeh Persib. Pelatih FC Seoul, Kim Gi-dong, justru melihat ACL Two sebagai kesempatan bagi para pemain muda untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman.
FC Seoul Berencana Turunkan Pemain Osan High School
Kim Gi-dong mengungkapkan bahwa FC Seoul berencana membagi skuad untuk menghadapi pertandingan melawan Persib.
Sebagian pemain muda dari Osan High School akan mendapatkan kesempatan tampil. Selain itu, pemain-pemain FC Seoul yang sejauh ini belum banyak mendapatkan menit bermain juga diproyeksikan turun.
Osan High School sendiri memiliki hubungan erat dengan sistem pembinaan FC Seoul. Sejak 2012, sekolah tersebut bekerja sama dengan klub untuk membentuk dan mengembangkan tim sepak bola dengan identitas FC Seoul U-18.
Dengan demikian, pemain SMA yang dimaksud bukan sekadar pemain yang dipilih secara acak. Mereka merupakan bagian dari jalur pembinaan pemain muda FC Seoul.
Bagi para pemain tersebut, pertandingan melawan Persib dapat menjadi kesempatan berharga untuk merasakan pertandingan di level Asia.
Kim Gi-dong menjelaskan bahwa rencana tersebut berkaitan dengan kondisi skuad utama FC Seoul dan prioritas mereka di K League 1.
K League 1 Jadi Prioritas Utama FC Seoul
Alasan terbesar FC Seoul melakukan rotasi adalah persaingan di kompetisi domestik Korea Selatan.
FC Seoul baru saja meraih kemenangan penting atas Jeonbuk Hyundai Motors FC. Mereka menang 2-1 dalam pertandingan pekan ke-29 yang berlangsung di Jeonju World Cup Stadium pada Sabtu, 12 September 2026.
Kemenangan tersebut membuat posisi FC Seoul semakin kuat di puncak klasemen K League 1.
Setelah 29 pertandingan, FC Seoul telah mengoleksi 62 poin. Mereka unggul 15 poin dari Ulsan HD FC yang berada di posisi terdekat.
Situasi tersebut membuat perjalanan FC Seoul menuju gelar K League 1 semakin menjanjikan.
Karena itu, menjaga kondisi fisik pemain utama menjadi perhatian besar bagi Kim Gi-dong.
“Para pemain utama bermain penuh pada laga ini sehingga secara fisik kemungkinan akan mengalami masalah,” ujar Kim Gi-dong seperti dikutip dari Yonhap.
Pernyataan tersebut menjelaskan mengapa FC Seoul tidak ingin memaksakan pemain-pemain utamanya untuk tampil penuh di ACL Two.
Bukan Meremehkan Persib Bandung
Rencana menurunkan pemain SMA tentu bisa memunculkan anggapan bahwa FC Seoul tidak memberikan perhatian serius terhadap Persib.
Namun, konteksnya berbeda.
FC Seoul sedang mengelola kondisi skuad di tengah persaingan ketat K League 1. Dengan keunggulan besar di klasemen, mereka tentu ingin menjaga momentum sekaligus menghindari risiko fisik terhadap pemain utama.
Di sisi lain, pertandingan ACL Two justru dapat digunakan sebagai panggung untuk memberikan pengalaman kepada pemain muda.
Kim Gi-dong menegaskan hal tersebut.
“Kami akan menjadikan ACL Two sebagai panggung bagi para pemain muda untuk berkembang,” ucapnya.
Artinya, keputusan FC Seoul memiliki dua tujuan sekaligus:
- Menjaga kebugaran pemain utama untuk K League 1.
- Memberikan pengalaman pertandingan kepada pemain muda.
- Memberi menit bermain kepada pemain yang belum banyak tampil.
- Memanfaatkan ACL Two sebagai bagian dari proses pengembangan skuad.
Bagi Persib, situasi tersebut tentu menjadi sesuatu yang menarik untuk diperhatikan. Namun, komposisi muda bukan berarti pertandingan otomatis akan mudah.
Persib Tetap Harus Waspada
Persib Bandung datang sebagai juara bertahan BRI Super League dan akan menghadapi FC Seoul di kandang lawan.
Meski FC Seoul berencana memainkan pemain muda, Persib tetap perlu mempersiapkan pertandingan dengan serius.
Para pemain Osan High School yang mendapatkan kesempatan tampil tentu memiliki motivasi besar untuk menunjukkan kemampuan. Bermain menghadapi klub seperti Persib dalam kompetisi Asia dapat menjadi pengalaman penting dalam perkembangan mereka.
Selain itu, FC Seoul juga tidak sepenuhnya mengandalkan pemain SMA. Kim Gi-dong menyebut pemain yang sejauh ini belum mendapatkan kesempatan bermain juga akan masuk dalam rencana.
Artinya, Persib berpotensi menghadapi kombinasi pemain muda dan pemain yang ingin membuktikan diri.
Kondisi tersebut membuat laga FC Seoul vs Persib tetap menarik untuk dinantikan.
Momentum Besar bagi Pemain Muda FC Seoul
Dari sisi pemain muda, pertandingan ini bisa menjadi salah satu kesempatan yang sangat penting.
Mereka akan mendapatkan pengalaman menghadapi klub dari negara lain dalam kompetisi antarklub Asia. Bagi pemain yang sedang berada dalam tahap awal karier, pengalaman seperti ini dapat memberikan pelajaran yang berbeda dibandingkan pertandingan di level domestik.
Mereka juga akan mendapatkan kesempatan bermain dalam atmosfer Seoul World Cup Stadium.
Bagi FC Seoul, memberi ruang kepada pemain muda juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang.
Jika mereka mampu tampil baik, klub dapat memperoleh manfaat lebih dari sekadar hasil pertandingan. Pemain-pemain tersebut bisa mendapatkan kepercayaan diri sekaligus pengalaman yang berguna untuk perkembangan berikutnya.
Persib Punya Tantangan Berbeda di Seoul
Laga pembuka Grup E ACL Two 2026/2027 akhirnya memiliki cerita menarik bahkan sebelum pertandingan dimainkan.
FC Seoul datang dengan prioritas utama mempertahankan posisi kuat di K League 1. Karena itu, Kim Gi-dong berencana melakukan pembagian skuad dan memberi kesempatan kepada pemain muda dari Osan High School serta pemain yang belum banyak mendapatkan menit bermain.
Sementara itu, Persib harus memanfaatkan setiap peluang yang ada tanpa menganggap remeh lawan.
Keputusan FC Seoul bukan semata-mata tentang meremehkan Persib, melainkan bagian dari strategi pengelolaan skuad dan pengembangan pemain.
Dengan status sebagai juara bertahan BRI Super League, Persib tetap memiliki tugas untuk menunjukkan kualitasnya di panggung Asia.
Pertandingan di Seoul World Cup Stadium pada 16 September nanti pun menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk membuktikan pendekatan masing-masing. FC Seoul ingin menjaga keseimbangan antara K League 1 dan ACL Two, sedangkan Persib tentu ingin memulai perjalanan kontinental dengan hasil positif.
BACA JUGA :












