Perjalanan seorang pemain di dunia sepak bola selalu penuh cerita, emosi, dan momen yang sulit dilupakan. Hal itu juga yang dirasakan oleh Rezaldi Hehanussa, sosok bek kiri yang akrab disapa “Bule”, setelah resmi tidak lagi berseragam Persib Bandung. Setelah 3,5 tahun penuh dinamika, ia kini menutup satu bab penting dalam kariernya bersama Maung Bandung dengan penuh rasa syukur dan haru.
Kabar perpisahan ini menjadi sorotan besar di kalangan Bobotoh, terutama karena kontribusi Rezaldi yang cukup signifikan dalam perjalanan Persib di kompetisi domestik.
Perjalanan 3,5 Tahun yang Penuh Warna di Persib Bandung
Rezaldi Hehanussa bukan sekadar pemain biasa di Persib. Kedatangannya ke Bandung sempat menjadi perhatian besar karena ia datang dari klub rival, Persija Jakarta. Dalam dunia sepak bola Indonesia, rivalitas Persib dan Persija dikenal sangat panas dan sarat emosi.
Namun, Rezaldi membuktikan bahwa profesionalisme tetap berada di atas segalanya. Ia mampu beradaptasi dengan cepat dan mendapatkan tempat di hati Bobotoh.
Selama 3,5 tahun membela Persib Bandung, ia ikut berperan dalam:
- Membantu tim bersaing di papan atas Liga Indonesia
- Menjadi bagian dari skuad yang meraih kejayaan domestik
- Menunjukkan konsistensi di sektor pertahanan kiri
- Memberikan kontribusi penting di berbagai pertandingan krusial
Meski sempat dipinjamkan ke Persik Kediri, Rezaldi tetap menunjukkan komitmen profesionalnya hingga akhirnya kontraknya tidak diperpanjang oleh manajemen Persib.
Momen Perpisahan yang Penuh Emosi
Perpisahan Rezaldi Hehanussa dengan Persib Bandung resmi terjadi pada Minggu (28/6/2026). Keputusan tersebut menjadi akhir dari perjalanan panjangnya bersama Maung Bandung.
Dalam pernyataannya kepada media, Rezaldi mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada Persib Bandung, Bobotoh, dan jajaran manajemen yang telah mempercayakan saya untuk bisa bermain bersama Persib Bandung,” ujar Rezaldi.
Ucapan tersebut menjadi simbol bahwa perpisahan ini bukan hanya soal kontrak yang berakhir, tetapi juga tentang hubungan emosional yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Dari Rival Jadi Keluarga: Perjalanan yang Tidak Mudah
Salah satu hal paling menarik dari perjalanan Rezaldi di Persib adalah latar belakangnya sebagai mantan pemain Persija Jakarta. Hal ini sempat menimbulkan tanda tanya besar ketika ia pertama kali bergabung dengan Maung Bandung.
Namun, Rezaldi mengakui bahwa awalnya ia sendiri tidak pernah membayangkan akan membela Persib.
“Saya merasa bangga bisa memakai kostum dan membela klub asal Jawa Barat, Persib Bandung, walaupun awalnya perasaan untuk gabung dengan Persib tidak pernah ada di pikiran saya karena latar belakang saya adalah dari tim Persija,” ungkapnya.
Meski begitu, ia berhasil membuktikan bahwa dunia sepak bola modern menuntut profesionalisme di atas rivalitas. Bobotoh pun akhirnya menerima kehadirannya dengan tangan terbuka.
Bersyukur Bisa Merasakan Gelar Juara
Dalam perjalanan panjangnya bersama Persib Bandung, Rezaldi Hehanussa mengaku sangat bersyukur bisa merasakan momen juara. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
Ia menegaskan bahwa semua itu tidak lepas dari kerja keras, tekad, dan dukungan dari lingkungan tim.
Beberapa poin penting yang ia rasakan selama berseragam Persib:
- Diterima dengan baik oleh Bobotoh meski berasal dari klub rival
- Mendapat kesempatan berkembang sebagai pemain profesional
- Berhasil meraih gelar dan menjadi bagian sejarah klub
- Belajar banyak hal tentang mentalitas juara
“Tapi Alhamdulillah, semua Bobotoh menerima saya dengan baik. Dengan tekad dan kerja keras, saya terus mencoba memberikan yang terbaik buat Persib,” kata Rezaldi.
“Saya juga bersyukur bisa merasakan juara dan menjadi bagian sejarah Persib Bandung,” tambahnya.
Pesan Terakhir untuk Persib dan Bobotoh
Di akhir perjalanannya, Rezaldi Hehanussa menyampaikan pesan yang cukup menyentuh bagi seluruh elemen Persib Bandung. Ia tidak hanya berterima kasih, tetapi juga menegaskan dukungannya untuk klub yang pernah dibelanya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada rekan setim, pelatih, staf, manajemen, dan tentu saja Bobotoh yang selalu memberikan dukungan penuh.
“Saya selalu mendoakan dan mendukung Persib dan tentunya berharap selalu bisa menjadi yang terbaik di sepak bola Indonesia. Salam hormat dari saya,” ucapnya.
Pesan ini menjadi penutup yang manis dari seorang pemain yang telah melalui perjalanan panjang, penuh tantangan, dan juga prestasi bersama Maung Bandung.
Penutup: Warisan dan Kenangan di Bandung
Kepergian Rezaldi Hehanussa dari Persib Bandung meninggalkan cerita yang tidak akan mudah dilupakan oleh Bobotoh. Meski kini ia tidak lagi berseragam biru kebanggaan Jawa Barat, kontribusinya selama 3,5 tahun tetap menjadi bagian dari perjalanan klub.
Dalam sepak bola, perpisahan adalah hal yang pasti. Namun, hubungan emosional antara pemain dan fans sering kali tetap abadi. Begitu pula yang terjadi pada Rezaldi dan Persib Bandung—sebuah kisah tentang profesionalisme, penerimaan, dan rasa hormat yang mendalam.
Perjalanan boleh berakhir, tetapi kenangan bersama Maung Bandung akan selalu hidup di hati Rezaldi Hehanussa dan para pendukungnya.
BACA JUGA :
- SBOTOP: Legenda Liverpool Soroti Masa Depan Christian Pulisic Bintang USMNT Dikaitkan dengan Spekulasi Kembali ke Premier League dan Anfield
- SBOTOP: Jude Bellingham Beri Julukan GOAT kepada Harry Kane Usai Sang Kapten Inggris Kembali Ukir Sejarah dan Mengubah Buku Rekor Three Lions
- SBOTOP: Alasan Lionel Messi Memulai dari Bangku Cadangan Argentina Sebelum Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia Lewat Tendangan Bebas Cerdas yang Semakin Menguatkan Status Legendarisnya












