1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Away The Jakmania ke Bantul Momen Persaudaraan Antar Suporter yang Menginspirasi

Tema Persaudaraan dalam Sepak Bola: Sorotan pada The Jakmania dan PSIM Yogyakarta

Mantan Ketua The Jakmania, Ferry Indrasjarief, baru-baru ini memberi pujian kepada suporter PSIM Yogyakarta. Pujian tersebut ditujukan atas sambutan luar biasa yang diterima oleh pendukung tim Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung (SSA) di Bantul. Menurut Ferry yang kini berusia 61 tahun, hubungan harmonis antara kedua komunitas suporter ini menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola tidak hanya bersifat kompetisi semata, tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat persaudaraan antar penggemar.

Dalam pertandingannya yang berlangsung pada 10 Oktober 2026, Ferry menyaksikan langsung pertandingan antara PSIM dan Persija pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Dalam laga tersebut, setidaknya ada sekitar 1.000 anggota The Jakmania hadir untuk mendukung tim kesayangan mereka. “Saya sangat berterima kasih kepada saudara-saudara Jakmania yang telah datang ke Jogja dan disambut dengan baik. Kami merasakan keramahtamahan yang sangat luar biasa dan kami menghargai perjuangan mereka dalam mendapatkan izin untuk hadir di sini,” ungkap Ferry saat di wawancara oleh Bola.com.

Selama wawancara tersebut, Ferry juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak, termasuk Brajamusti, The Maident, serta panitia pelaksana (Panpel) dari PSIM, yang membantu menciptakan suasana yang akrab dan aman bagi semua suporter.

Mewujudkan Suasana Aman dalam Rivalitas Sepak Bola

Ferry menekankan bahwa kehadiran suporter tim tamu tidak selalu harus diwarnai oleh ketakutan akan terjadinya kericuhan. “Hubungan baik yang terbina antara suporter Persija dan PSIM menjadi aset berharga untuk menciptakan atmosfir pertandingan yang aman dan kondusif,” terangnya.

Meskipun Ferry tidak secara langsung menyebut pengalaman itu sebagai “away rasa home”, ia mengakui bahwa keramahan yang ditunjukkan oleh suporter PSIM, baik Brajamusti maupun The Maident, membuat The Jakmania merasa dihargai dan diterima. Ia menjelaskan, “Meskipun kami bertindak sebagai tim tamu, tetap saja kami merasa diterima dengan baik. Ini adalah contoh bagaimana dua kelompok suporter dapat saling menghormati satu sama lain. Kami di sini bukan hanya untuk menyaksikan pertandingan, tapi untuk merayakan sepak bola bersama-sama. Ini membuktikan bahwa di tempat-tempat tertentu, kekhawatiran akan keributan seharusnya tidak lagi menjadi masalah. Jogja dan Jakarta memang sudah akur, layaknya saudara,” tambahnya.

Saat pertandingan berlangsung, suporter dari kedua tim terlihat bersatu dalam warna tim mereka, menciptakan pemandangan yang indah di tribun. Hal ini menunjukkan bahwa rivalitas dalam sepak bola tidak harus selalu berujung pada permusuhan. Setiap penggemar sepak bola memiliki kesempatan untuk menikmati pertandingan dengan cara yang damai dan bersahabat.

Kedatangan The Jakmania di Bantul juga menjadi momen spesial bagi suporter yang sudah menanti setelah jeda kompetisi selama tiga pekan karena agenda FIFA Matchday. “Setelah libur panjang, kami sangat antusias untuk kembali mendukung Persija. Terlebih dengan penampilan mereka yang sangat baik dalam beberapa pertandingan terakhir,” ungkap Ferry. Dan di laga tersebut, Persija berhasil meraih kemenangan yang mengesankan dengan skor 4-0 atas PSIM, yang sekaligus membawa mereka berada di puncak klasemen sementara dengan perolehan 12 poin.

Tidak hanya hasil di lapangan yang menjadi catatan penting dalam kunjungan ini, tetapi juga suasana penuh kehangatan yang dirasakan The Jakmania dalam interaksi mereka dengan suporter tuan rumah. Hal ini menjadikan pertandingan tersebut lebih dari sekedar kompetisi, tetapi juga sebagai momentum persahabatan yang seharusnya menjadi teladan bagi suporter lainnya di tanah air.

BACA JUGA :

CLOSE