1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Bernardo Tavares Beberkan Kondisi Skuad Persebaya Jelang Duel Kontra PSIM

Persebaya Surabaya mulai mengalihkan seluruh perhatian kepada pertandingan kandang melawan PSIM Yogyakarta pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Namun, persiapan Bajul Ijo menuju duel tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus karena kondisi sejumlah pemain masih menjadi perhatian utama pelatih Bernardo Tavares.

Pertandingan Persebaya kontra PSIM dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu, 13 September 2026 malam. Laga tersebut sekaligus menjadi pertandingan kandang pertama Persebaya pada musim baru setelah mereka membuka kompetisi dengan membawa pulang satu poin dari markas Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Tavares mengakui dirinya belum bisa menentukan secara penuh rencana pertandingan karena masih harus menunggu perkembangan kondisi para pemain. Beberapa penggawa belum berada dalam kondisi maksimal, sementara terdapat pula pemain yang dipastikan tidak dapat tampil dan pemain lain yang harus meninggalkan lapangan pada laga sebelumnya karena cedera.

Situasi tersebut membuat persiapan Persebaya menjadi cukup kompleks. Di satu sisi, mereka membutuhkan kemenangan di hadapan Bonek. Di sisi lain, tim pelatih harus berhati-hati agar tidak mengambil risiko terhadap pemain yang belum pulih sepenuhnya.

Kondisi Pemain Menjadi Perhatian Utama

Dalam persiapan menuju sebuah pertandingan, pelatih biasanya akan memulai dari analisis lawan. Namun, bagi Tavares, kondisi internal tim menjadi prioritas sebelum memikirkan secara detail bagaimana menghadapi PSIM.

Pelatih asal Portugal tersebut mengungkapkan bahwa beberapa pemain belum mencapai kondisi 100 persen. Ada pula pemain yang tidak bisa berpartisipasi dan pemain yang mengalami cedera setelah pertandingan pekan pertama. Karena itu, keputusan mengenai siapa yang akan dimainkan masih menunggu perkembangan beberapa hari sebelum pertandingan.

Pendekatan Tavares menunjukkan bahwa kesehatan pemain menjadi bagian penting dari perencanaan Persebaya. Memaksakan pemain yang belum siap bukan pilihan ideal, terutama ketika kompetisi baru memasuki pekan kedua dan perjalanan musim masih sangat panjang.

Situasi semacam ini juga membuat kedalaman skuad menjadi sangat penting. Pemain yang sebelumnya mungkin bukan pilihan utama harus siap mengambil kesempatan apabila kondisi tim mengharuskan terjadinya perubahan.

Bagi Tavares, kemampuan sebuah tim tidak hanya diukur berdasarkan kualitas sebelas pemain pertama. Kesiapan seluruh anggota skuad menjadi faktor yang dapat menentukan performa ketika beberapa nama mengalami masalah kebugaran.

Perjalanan dari Lampung Menjadi Tantangan Tambahan

Persiapan Persebaya menuju laga kandang juga dipengaruhi perjalanan panjang setelah menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Pada pekan pertama, Persebaya bermain di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, dan pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Setelah pertandingan tersebut, skuad harus kembali ke Surabaya dengan waktu pemulihan yang terbatas.

Perjalanan panjang dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi fisik pemain. Bahkan ketika tidak ada cedera serius, rasa lelah akibat pertandingan dan perjalanan tetap harus diperhitungkan.

Tavares tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan latihan dengan intensitas tinggi. Fokus tim lebih banyak diarahkan kepada pemulihan agar pemain bisa kembali mendapatkan energi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

Kondisi itu tentu berbeda dibandingkan ketika sebuah tim memiliki waktu persiapan panjang. Persebaya harus mampu membagi agenda antara recovery, evaluasi pertandingan, persiapan taktik, dan latihan yang diperlukan.

Manajemen beban latihan menjadi sangat penting dalam situasi seperti ini.

Hasil Imbang di Pekan Pertama Belum Memuaskan

Persebaya mengawali musim dengan hasil imbang 1-1 di kandang Bhayangkara Presisi Lampung. Satu poin tersebut setidaknya membuat Bajul Ijo tidak pulang dengan tangan kosong, tetapi hasil tersebut juga menunjukkan bahwa masih ada aspek permainan yang harus diperbaiki.

Dalam pertandingan pembuka, sebuah tim biasanya masih mencari keseimbangan. Pemain baru membutuhkan waktu untuk menyatu, sedangkan pemain lama harus menyesuaikan diri dengan rekan-rekan baru serta perubahan pendekatan taktik.

Bagi Persebaya, laga melawan PSIM menjadi kesempatan untuk memperlihatkan perkembangan.

Bermain di hadapan pendukung sendiri juga dapat memberikan energi tambahan. Namun, dukungan tersebut harus diimbangi dengan ketenangan dalam menjalankan strategi.

Tavares tentu tidak ingin pemain terlalu terburu-buru hanya karena ingin segera memberikan kemenangan kepada suporter. Pertandingan selama 90 menit membutuhkan kesabaran dan kemampuan membaca momentum.

PSIM Tidak Boleh Diremehkan

Salah satu pesan terpenting dari Tavares menjelang pertandingan adalah bahwa PSIM Yogyakarta bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

Pelatih Persebaya bahkan mengingatkan pengalaman musim sebelumnya ketika PSIM mampu mengalahkan Bajul Ijo 1-0 di kandang mereka. Catatan tersebut menjadi pengingat bahwa bermain di GBT tidak otomatis menjamin Persebaya mendapatkan kemenangan.

PSIM juga telah melakukan perekrutan pemain untuk meningkatkan kualitas skuad. Karena itu, Persebaya harus mempersiapkan pertandingan dengan serius.

Tavares memahami bahwa setiap lawan memiliki ancaman masing-masing. Ketika sebuah tim datang dengan motivasi tinggi dan tidak terbebani ekspektasi sebesar tuan rumah, mereka bisa bermain dengan lebih lepas.

PSIM tentu memiliki kesempatan untuk memanfaatkan tekanan yang berada di pundak Persebaya.

Karena itu, fokus Bajul Ijo harus tetap terjaga sejak menit pertama.

Faktor Tuan Rumah Bisa Menjadi Keuntungan

Meski menghadapi tantangan kondisi pemain, Persebaya memiliki satu keuntungan besar: mereka bermain di Gelora Bung Tomo.

Pertandingan kandang pertama musim ini tentu menjadi momen yang ditunggu oleh para pendukung. Tavares bahkan mengajak Bonek untuk memenuhi stadion dan memberikan energi tambahan bagi tim.

Atmosfer GBT sudah lama dikenal sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi pemain Persebaya.

Sorakan suporter dapat membantu tim meningkatkan intensitas ketika pertandingan berjalan sulit. Namun, dukungan itu juga harus diarahkan secara positif.

Beberapa hari sebelum pertandingan, Tavares telah meminta suporter agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada tim. Ia menyampaikan bahwa tuntutan untuk selalu menjadi juara atau wajib menang dapat mengganggu fokus serta mental skuad.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa sang pelatih ingin menciptakan lingkungan yang sehat di sekitar tim.

Persiapan Fisik Harus Disesuaikan

Kondisi beberapa pemain yang belum maksimal membuat program latihan harus disesuaikan.

Tavares tentunya tidak ingin mengulang situasi ketika beban latihan justru memperburuk kondisi pemain. Dalam pengalaman sebelumnya bersama Persebaya, ia memang beberapa kali memilih berhati-hati ketika menghadapi situasi kebugaran yang belum ideal.

Pada awal persiapan musim 2026/2027, misalnya, Tavares sudah menaruh perhatian besar kepada masalah kebugaran dan adaptasi fisik pemain. Beberapa pemain asing yang baru tiba bahkan mengalami jetlag sehingga staf pelatih tidak dapat langsung memberikan tuntutan latihan berat.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana kebugaran menjadi bagian dari filosofi persiapannya.

Pelatih harus mengetahui kapan pemain perlu bekerja keras dan kapan mereka membutuhkan pemulihan.

Dalam konteks menjelang PSIM, keputusan tersebut menjadi semakin penting karena jeda pertandingan tidak terlalu panjang.

Rotasi Bisa Menjadi Pilihan

Masalah kebugaran dapat membuka peluang bagi pemain lain untuk tampil.

Rotasi bukan berarti menurunkan kualitas tim. Sebaliknya, rotasi dapat menjadi solusi ketika beberapa pemain tidak berada dalam kondisi terbaik.

Pemain yang mendapatkan kesempatan dari bangku cadangan atau bahkan masuk starting lineup harus mampu menunjukkan kesiapan.

Di sinilah kedalaman skuad Persebaya akan diuji.

Tavares perlu mencari komposisi paling seimbang. Ia tidak hanya mempertimbangkan kemampuan individual, tetapi juga kombinasi antarpemain.

Seorang gelandang yang sangat baik, misalnya, belum tentu cocok apabila dimainkan bersama pemain dengan karakter serupa. Begitu pula lini depan membutuhkan keseimbangan antara kecepatan, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan peluang.

Setiap perubahan susunan pemain harus mempertimbangkan sistem secara keseluruhan.

Laga Ini Juga Menjadi Ujian Taktik

PSIM kemungkinan datang dengan rencana berbeda dibandingkan Bhayangkara Presisi Lampung.

Persebaya perlu menyiapkan beberapa alternatif.

Apabila PSIM memilih bertahan lebih dalam, Bajul Ijo harus memiliki cara untuk membongkar blok pertahanan melalui kombinasi umpan pendek, permainan sayap, atau pergerakan pemain tanpa bola.

Sebaliknya, jika PSIM bermain agresif, ruang di belakang pertahanan lawan dapat dimanfaatkan melalui transisi cepat.

Kemampuan membaca pertandingan menjadi sangat penting.

Tavares tidak bisa hanya mengandalkan satu skenario.

Pertandingan dapat berubah setelah gol pertama tercipta. Tim yang unggul mungkin memilih bertahan lebih dalam, sementara tim yang tertinggal harus mengambil risiko lebih besar.

Pelatih perlu memiliki respons untuk setiap perubahan tersebut.

Evaluasi dari Pertandingan Pertama

Hasil imbang menghadapi Bhayangkara memberikan bahan evaluasi yang cukup.

Persebaya dapat melihat bagaimana tim bekerja ketika menghadapi tekanan di luar kandang. Dari sana, tim pelatih dapat mengetahui apakah jarak antarlini sudah sesuai, apakah sirkulasi bola berjalan efektif, dan apakah transisi pertahanan ke serangan masih memiliki kelemahan.

Evaluasi semacam ini bukan berarti hasil pertandingan sebelumnya dianggap sebagai kegagalan total.

Tavares pernah menekankan pentingnya keseimbangan dalam menilai performa tim. Menurutnya, kemenangan tidak berarti seluruh aspek sudah bagus, begitu pula kekalahan tidak berarti semuanya buruk.

Prinsip tersebut relevan menjelang pertandingan kontra PSIM.

Persebaya harus mengambil hal-hal positif dari laga pertama sekaligus memperbaiki masalah yang muncul.

Lini Belakang Harus Lebih Waspada

Gol yang kebobolan di pekan pertama tentunya menjadi salah satu bahan perhatian.

Melawan PSIM, konsentrasi lini belakang harus ditingkatkan.

Bek tidak boleh memberikan ruang terlalu besar kepada penyerang lawan. Koordinasi antara bek tengah, bek sayap, gelandang bertahan, dan penjaga gawang harus berjalan baik.

Situasi transisi juga perlu menjadi perhatian.

Ketika Persebaya kehilangan bola, pemain harus segera memberikan respons. Jika terlalu lama kembali ke posisi bertahan, lawan dapat memanfaatkan ruang yang terbuka.

PSIM kemungkinan akan mencari peluang melalui situasi seperti itu.

Karena itu, keseimbangan antara menyerang dan bertahan sangat dibutuhkan.

Ketajaman di Lini Depan

Selain memperbaiki pertahanan, Persebaya tentu perlu meningkatkan produktivitas di depan gawang.

Satu gol dalam pertandingan pertama menunjukkan bahwa tim masih memiliki ruang untuk berkembang dalam urusan penyelesaian peluang.

Penyerang perlu memaksimalkan kesempatan yang tersedia.

Dalam pertandingan kandang, Persebaya kemungkinan akan mendapatkan lebih banyak penguasaan bola. Namun, dominasi bola tidak akan berarti apabila tidak diterjemahkan menjadi peluang berkualitas.

Pemain depan harus mampu bergerak aktif untuk membuka ruang.

Gelandang juga perlu lebih berani masuk ke area penalti agar opsi penyelesaian tidak hanya bergantung kepada satu pemain.

Chemistry Masih Harus Dibangun

Awal musim biasanya menjadi periode penting untuk membangun chemistry.

Persebaya memiliki skuad dengan kombinasi pemain yang sudah lama berada di klub dan pemain yang baru bergabung. Mereka masih harus terus menyesuaikan diri.

Chemistry tidak dapat dibentuk hanya melalui latihan taktik.

Para pemain perlu memahami kebiasaan satu sama lain. Seorang gelandang harus tahu kapan rekannya akan melakukan sprint, sementara penyerang perlu memahami pola umpan dari lini tengah.

Semakin sering bermain bersama, pemahaman tersebut akan semakin terbentuk.

Laga melawan PSIM dapat menjadi kesempatan penting untuk memperkuat proses tersebut.

Mental Pemain Akan Diuji

Pertandingan kandang pertama membawa tekanan tersendiri.

Pendukung tentu menginginkan kemenangan. Namun, ekspektasi yang terlalu besar justru bisa membuat pemain terburu-buru.

Tavares memahami situasi tersebut. Karena itu, ia meminta suporter memberikan dukungan positif dan tidak memberikan tekanan berlebihan.

Pemain harus fokus terhadap proses permainan.

Mereka tidak boleh terlalu memikirkan reaksi tribun ketika sebuah peluang gagal dimanfaatkan atau ketika lawan lebih dulu mencetak gol.

Mentalitas yang kuat berarti tetap menjalankan rencana meskipun pertandingan tidak langsung berjalan sesuai harapan.

Peran Bernardo Tavares

Dalam kondisi seperti sekarang, peran Tavares menjadi sangat penting.

Ia harus menyeimbangkan tuntutan hasil dengan kebutuhan menjaga pemain.

Ia juga harus menentukan siapa yang benar-benar siap bermain.

Pelatih belum bisa membuat keputusan final sebelum mendapatkan informasi terbaru dari tim medis dan melihat perkembangan pemain dalam latihan.

Pendekatan hati-hati mungkin membuat pilihan Tavares lebih terbatas, tetapi keputusan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan skuad untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

Kompetisi masih panjang.

Tidak masuk akal mengambil risiko terlalu besar hanya demi satu pertandingan apabila dampaknya bisa membuat pemain absen dalam beberapa laga setelahnya.

Pentingnya Departemen Medis

Situasi seperti ini juga menunjukkan bahwa departemen medis mempunyai peran penting di balik layar.

Informasi mengenai kondisi fisik pemain menjadi dasar bagi pelatih untuk menentukan program latihan dan susunan pertandingan.

Kolaborasi antara pelatih fisik, dokter, fisioterapis, dan staf kepelatihan harus berjalan baik.

Tavares membutuhkan informasi yang akurat.

Pemain sendiri juga harus terbuka mengenai kondisi tubuhnya. Menyembunyikan rasa sakit demi tampil dapat menimbulkan masalah yang lebih serius.

Karena itu, komunikasi menjadi bagian penting dari persiapan.

Tidak Boleh Terburu-buru Menentukan Starting XI

Dengan beberapa pemain yang belum 100 persen, Tavares memiliki alasan untuk menunda keputusan mengenai sebelas pemain utama.

Situasi tersebut justru menunjukkan bahwa tim pelatih tidak ingin sekadar memilih nama berdasarkan reputasi.

Yang paling penting adalah kesiapan.

Pemain yang kondisi fisiknya lebih baik akan memiliki kemungkinan tampil lebih besar karena tuntutan pertandingan sangat tinggi.

Selain itu, kemampuan menjalankan instruksi taktik juga akan menjadi pertimbangan.

Tavares harus memastikan setiap pemain yang turun memahami apa yang harus dilakukan.

Baca Juga:

TAGS:
CLOSE