1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : BRI Super League Isenmulang FC Segera Pulang ke Stadion Tuah Pahoe

Kerinduan warga Kalimantan Tengah untuk melihat langsung Isenmulang Kalteng FC akhirnya segera terobati. Setelah menjalani awal musim sebagai tim musafir, Laskar Tambun Bungai ditargetkan kembali menggunakan Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, sebagai markas di BRI Super League 2026/2027.

Sejak kompetisi BRI Super League 2026/2027 dimulai pada 4 September 2026, Isenmulang FC harus menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, sebagai kandang sementara. Situasi tersebut terjadi akibat persoalan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bagi tim promosi seperti Isenmulang FC, kondisi tersebut tentu bukan situasi ideal. Bermain di kandang sendiri dengan dukungan suporter merupakan bagian penting dari perjalanan sebuah tim dalam kompetisi.

Kini, kesempatan untuk kembali ke Palangka Raya semakin dekat. Namun, ada satu faktor yang masih harus diperhatikan sebelum Stadion Tuah Pahoe benar-benar kembali menjadi rumah Isenmulang FC.

Isenmulang FC Harus Jalani Awal Musim sebagai Musafir

Menjadi tim musafir memberikan tantangan tersendiri bagi Isenmulang FC. Sebagai tim yang baru promosi ke kasta tertinggi, mereka harus menjalani pertandingan kandang jauh dari markas sendiri.

Kondisi tersebut membuat skuad besutan Mundari Karya tidak mendapatkan atmosfer kandang seperti yang seharusnya.

Dukungan langsung dari masyarakat Kalimantan Tengah menjadi sesuatu yang belum bisa dirasakan secara maksimal. Padahal, bermain di hadapan suporter sendiri dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri sebuah tim.

Situasi tersebut juga terjadi di awal perjalanan Isenmulang FC pada BRI Super League 2026/2027.

Pada pertandingan pertama, Isenmulang FC bertandang ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah kalah telak empat gol tanpa balas.

Hasil tersebut menjadi awal yang berat bagi tim berjuluk Laskar Tambun Bungai.

Dua Kekalahan Membuat Isenmulang FC Terpuruk

Kesulitan Isenmulang FC berlanjut pada pekan kedua.

Kali ini, Makan Konate dan rekan-rekan menjamu Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Meski berstatus sebagai tuan rumah, laga tersebut terasa seperti pertandingan tandang karena digelar jauh dari Palangka Raya.

Hasilnya kembali tidak berpihak kepada Isenmulang FC.

Mereka harus menerima kekalahan 1-4 dari Bali United. Dua hasil negatif tersebut membuat Isenmulang FC belum mampu mengoleksi poin pada awal musim.

Kondisi itu membuat mereka sementara berada di dasar klasemen tanpa torehan poin.

Perjalanan awal Isenmulang FC sejauh ini:

  • Mengawali BRI Super League 2026/2027 sebagai tim musafir.
  • Menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai kandang sementara.
  • Kalah 0-4 saat menghadapi lawan di Stadion Kanjuruhan.
  • Takluk 1-4 dari Bali United pada laga kandang sementara.
  • Belum mengoleksi poin setelah dua pertandingan.

Bhayangkara FC Jadi Tantangan Berikutnya

Sebelum benar-benar kembali ke Stadion Tuah Pahoe, Isenmulang FC masih harus melewati satu pertandingan yang tidak mudah.

Skuad Mundari Karya dijadwalkan menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (19/9/2026).

Bhayangkara FC datang dengan kepercayaan diri setelah melewati dua pertandingan terakhir tanpa kekalahan.

Mereka bermain imbang 1-1 ketika menghadapi Persebaya Surabaya. Setelah itu, Bhayangkara FC kembali meraih hasil seri dengan skor 2-2 saat menghadapi Dewa United.

Catatan tersebut membuat pertandingan melawan Isenmulang FC menjadi tantangan berikutnya bagi kedua tim.

Bagi Isenmulang FC, laga tersebut menjadi kesempatan untuk mendapatkan hasil positif sebelum kompetisi memasuki periode jeda internasional.

Isenmulang FC Ditargetkan Segera Pulang

Kabar baik datang untuk masyarakat Kalimantan Tengah.

Isenmulang FC ditargetkan sudah bisa kembali menggunakan Stadion Tuah Pahoe setelah FIFA matchday selesai. Namun, rencana tersebut tetap bergantung pada perkembangan kondisi kabut asap akibat karhutla.

Direktur Media Isenmulang FC, Azis Arriadh, menyampaikan bahwa pihak klub berusaha agar pertandingan kandang bisa kembali digelar di Palangka Raya.

“Ditargetkan setelah masa FIFA matchday selesai dan menunggu kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” kata Azis Arriadh kepada Bola.com, Kamis (17/9/2026).

Azis juga menegaskan bahwa klub akan mengusahakan pertandingan kandang setelah FIFA matchday.

“Setelah FIFA matchday, kami usahakan bermain di kandang,” ujar Azis Arriadh.

Dengan demikian, kepulangan Isenmulang FC ke Stadion Tuah Pahoe tinggal menunggu perkembangan kondisi di lapangan.

Stadion Tuah Pahoe Sudah Siap

Selain persoalan kabut asap, kondisi stadion juga menjadi perhatian sebelum Isenmulang FC kembali ke Palangka Raya.

Azis Arriadh memastikan bahwa Stadion Tuah Pahoe sudah dalam kondisi siap untuk menggelar pertandingan. Kendala utama yang masih dipantau adalah perkembangan kabut asap akibat karhutla.

“Intinya, sambil melihat perkembangan kondisi kabut asap dari karhutla,” imbuh Azis Arriadh.

Untuk fasilitas stadion dan kondisi lapangan, pihak klub menyatakan tidak ada persoalan.

“Untuk stadion dan kondisi lapangan sudah sangat siap,” ujar Azis Arriadh.

Artinya, jika kondisi udara memungkinkan, Isenmulang FC sudah memiliki markas yang siap digunakan kembali.

Persebaya Surabaya Berpotensi Jadi Lawan Pertama di Tuah Pahoe

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, Isenmulang FC akan kembali bermain di Stadion Tuah Pahoe pada 9 Oktober 2026.

Persebaya Surabaya disebut menjadi lawan yang akan dihadapi pada pertandingan tersebut.

Laga itu tentu memiliki arti khusus bagi Isenmulang FC dan masyarakat Kalimantan Tengah. Setelah menjalani sejumlah pertandingan sebagai tim musafir, mereka akhirnya berpeluang kembali tampil di hadapan pendukung sendiri.

Suporter pun terus memberikan semangat kepada Ardi Ramdani dan rekan-rekannya. Dukungan tersebut diharapkan bisa menjadi tambahan motivasi bagi para pemain dalam menjalani persaingan di kasta tertinggi.

Kembalinya Isenmulang FC ke Stadion Tuah Pahoe juga menjadi momen yang ditunggu setelah awal musim yang cukup berat.

Kini, Laskar Tambun Bungai masih harus fokus menghadapi Bhayangkara FC terlebih dahulu. Setelah itu, perhatian akan tertuju pada perkembangan kondisi kabut asap dan rencana kepulangan ke Palangka Raya.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, laga melawan Persebaya pada 9 Oktober bakal menjadi momen penting: Isenmulang FC kembali bermain di rumah sendiri dengan dukungan langsung masyarakat Kalimantan Tengah.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE