1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Bukan Isu Biasa Persija Jakarta Disebut Masuk Radar Kompetisi ASEAN Cup

Kabar menarik datang dari dunia BRI Super League 2025/2026. Kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia itu bukan hanya melahirkan persaingan perebutan gelar, tetapi juga membuka peluang baru bagi klub-klubnya untuk tampil di level regional.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyebut ada kemungkinan klub yang finis di peringkat ketiga klasemen akhir BRI Super League bisa tampil di ASEAN Club Championship musim depan. Jika benar terjadi, ini menjadi tambahan slot yang cukup mengejutkan dan tentu sangat dinantikan, terutama oleh tim seperti Persija Jakarta yang sudah memastikan posisi tiga besar.

Namun, Asep menegaskan bahwa peluang ini masih dalam tahap pembahasan dan belum bisa dianggap keputusan final.

I.League Buka Peluang Slot Tambahan untuk Klub Indonesia

Dalam keterangannya, Asep Saputra menjelaskan bahwa rencana penambahan slot ASEAN Club Championship masih bergantung pada keputusan federasi sepak bola Asia Tenggara (AFF).

Ia menekankan bahwa pernyataannya bukanlah sebuah kepastian, melainkan bagian dari proses komunikasi dan penjajakan.

“Satu lagi ya, harapan kita mudah-mudahan bisa diberikan slot tambahan. Namun, sekali lagi saya agak berhati-hati menyampaikan ini karena ini bukan sebuah janji, ini kan upaya,” ujar Asep.

Menurutnya, jika skema baru ini disetujui, maka klub peringkat ketiga BRI Super League 2025/2026 berpotensi ikut serta di kompetisi ASEAN tersebut.

Namun regulasi saat ini masih menyebutkan bahwa slot utama hanya diberikan kepada juara dan runner-up liga.

Posisi Klasemen BRI Super League Mulai Mengunci

Menariknya, kompetisi musim ini sudah memasuki fase akhir dengan hanya menyisakan dua pertandingan. Meski masih ada kemungkinan perubahan kecil, peta persaingan papan atas hampir bisa dipastikan.

Saat ini:

  • Persib Bandung dan Borneo FC masih bersaing memperebutkan gelar juara dan runner-up
  • Persija Jakarta sudah mengamankan posisi peringkat ketiga
  • Klub lain sudah sulit mengejar tiga besar

Kondisi ini membuat Persija Jakarta menjadi pihak yang paling diuntungkan jika wacana slot ASEAN Club Championship benar-benar terealisasi.

Persija Jakarta Berpotensi Dapat Tiket ASEAN Club Championship

Jika regulasi baru disetujui, maka Persija Jakarta berpeluang besar tampil di ASEAN Club Championship musim depan sebagai peringkat ketiga BRI Super League.

Ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi Macan Kemayoran dan para pendukungnya. Pasalnya, kesempatan tampil di kompetisi regional akan memberikan pengalaman internasional yang sangat berharga.

Beberapa keuntungan yang bisa didapat Persija jika tampil di ASEAN Club Championship:

  1. Mendapat pengalaman menghadapi klub luar negeri
  2. Meningkatkan nilai dan reputasi klub di Asia Tenggara
  3. Memberi jam terbang tambahan bagi pemain muda
  4. Meningkatkan daya tarik sponsor dan komersial klub
  5. Memperluas basis penggemar di level regional

Namun semua itu masih menunggu keputusan resmi dari AFF dan koordinasi lanjutan dengan I.League.

ASEAN Club Championship Berpotensi Bertambah Peserta

Salah satu alasan munculnya peluang tambahan slot ini adalah rencana ekspansi jumlah peserta ASEAN Club Championship.

Asep Saputra menyebut bahwa turnamen tersebut dikabarkan akan diperluas menjadi 14 tim, sehingga membuka ruang untuk pembagian slot yang lebih fleksibel.

“Kalau bisa berhitung misalnya kita Super League, lalu ada yang main ACL, pasti mereka akan isi yang kosong-kosong. Nah jadwalnya pasti kita akan terima nanti,” jelas Asep.

Dengan format baru tersebut, negara-negara peserta termasuk Indonesia kemungkinan akan mendapat ruang tambahan untuk mengirim wakilnya.

Tantangan Jadwal Padat Klub Indonesia

Meski peluang tampil di level ASEAN semakin terbuka, I.League juga harus menghadapi tantangan besar terkait jadwal kompetisi.

Musim depan, klub-klub Indonesia berpotensi tampil di berbagai ajang sekaligus:

  • AFC Champions League 2 (ACL 2)
  • AFC Challenge League (ACGL)
  • ASEAN Club Championship
  • Kompetisi domestik BRI Super League
  • Potensi turnamen tambahan seperti Liga Cup

Kondisi ini membuat manajemen jadwal menjadi sangat krusial agar tidak terjadi benturan agenda.

Asep menegaskan bahwa semua kemungkinan sedang dipetakan secara hati-hati.

“Jadi kita berupaya karena memang kita sangat ketat sekali… jadi memang itu bagaimana kita memastikan jadwal ini bisa dipakai,” tambahnya.

Turnamen Tambahan Juga Masuk Perhitungan

Selain kompetisi internasional, I.League juga membuka diskusi terkait kemungkinan hadirnya turnamen domestik tambahan seperti Piala Liga (League Cup).

Hal ini semakin memperumit penyusunan kalender kompetisi musim depan, karena harus menyeimbangkan kepentingan klub, federasi, dan jadwal internasional.

Asep menilai semua opsi harus dipertimbangkan secara matang agar tidak membebani klub secara berlebihan.

Peluang Besar untuk Sepak Bola Indonesia

Jika skema ini benar-benar terwujud, maka sepak bola Indonesia akan mendapatkan dampak positif yang cukup besar. Tidak hanya dari sisi kompetitif, tetapi juga dari aspek komersial dan pengalaman pemain.

Partisipasi lebih banyak klub di kompetisi internasional bisa meningkatkan:

  • Kualitas permainan
  • Mental bertanding pemain
  • Exposure klub Indonesia di Asia
  • Nilai pasar liga secara keseluruhan

Untuk saat ini, semua pihak masih menunggu keputusan resmi dari AFF dan hasil komunikasi lanjutan dengan I.League.

Kesimpulan

Peluang Persija Jakarta tampil di ASEAN Club Championship memang masih bersifat wacana, tetapi sinyal yang diberikan I.League cukup jelas: ada kemungkinan slot tambahan untuk klub peringkat ketiga BRI Super League 2025/2026.

Dengan Persija yang sudah mengunci posisi tiga besar, Macan Kemayoran kini hanya tinggal menunggu keputusan akhir yang bisa membuka pintu menuju panggung Asia Tenggara.

Apapun hasilnya nanti, satu hal pasti: musim depan akan menjadi salah satu musim tersibuk dan paling menarik dalam sejarah sepak bola Indonesia modern.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE