1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Dewa United Berpisah dengan Jan Olde, Luis Milla Langsung Jadi Kandidat Terkuat

Dewa United resmi membuka lembaran baru menjelang bergulirnya musim 2026/2027. Klub berjuluk Banten Warriors itu mengumumkan perpisahan dengan pelatih kepala Jan Olde Riekerink, sosok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan klub selama empat musim terakhir.

Keputusan tersebut langsung memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Salah satu nama yang paling santer dikaitkan sebagai calon pengganti adalah Luis Milla, pelatih asal Spanyol yang sudah sangat familiar dengan atmosfer sepak bola Tanah Air.

Pergantian pelatih ini menjadi sinyal bahwa Dewa United ingin melakukan penyegaran demi kembali bersaing di papan atas BRI Super League sekaligus menjaga ambisi tampil kompetitif di level Asia.

Dewa United Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Jan Olde Riekerink

Melalui pengumuman resmi pada Sabtu (4/7/2026), Dewa United memastikan bahwa kerja sama dengan Jan Olde Riekerink telah berakhir.

Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi pelatih asal Belanda tersebut yang telah mendampingi klub sejak masa awal pembangunan tim.

Menurut Ardian, Jan Olde memiliki peran besar dalam perkembangan Dewa United hingga mampu berubah dari tim papan bawah menjadi salah satu kekuatan baru di sepak bola Indonesia.

Ia menilai perjalanan yang telah dilalui bersama menjadi bagian penting dalam sejarah klub.

Perjalanan Jan Olde Bersama Dewa United

Karier Jan Olde Riekerink bersama Dewa United dipenuhi berbagai tantangan dan pencapaian.

Pada musim pertamanya, Dewa United harus mengakhiri kompetisi di posisi ke-17 klasemen Super League. Beruntung, kebijakan penghapusan degradasi membuat klub tetap bertahan di kasta tertinggi.

Namun setelah itu, perkembangan tim mulai terlihat secara signifikan.

Berikut perjalanan Dewa United di bawah kepemimpinan Jan Olde:

  • Musim pertama: Finis di posisi ke-17.
  • Musim kedua: Naik ke peringkat kelima klasemen.
  • Musim ketiga: Menjadi runner-up Super League dan lolos ke kompetisi antarklub Asia.
  • Musim keempat: Mengakhiri musim di posisi ketujuh BRI Super League.

Pencapaian sebagai runner-up menjadi prestasi terbesar Jan Olde selama melatih Dewa United. Hasil tersebut sekaligus membawa klub untuk pertama kalinya mencicipi atmosfer kompetisi Asia.

Meski musim terakhir tidak berjalan sesuai harapan, kontribusi Jan Olde tetap mendapat apresiasi tinggi dari manajemen.

Dewa United Berterima Kasih atas Dedikasi Jan Olde

Manajemen Dewa United menegaskan bahwa keputusan berpisah dilakukan dengan penuh rasa hormat.

Ardian Satya Negara menyebut banyak momen berharga yang berhasil diciptakan bersama Jan Olde selama empat musim terakhir.

Ia juga mengakui bahwa pencapaian lolos ke kompetisi Asia merupakan salah satu tonggak penting dalam perkembangan klub.

Selain itu, Ardian turut mendoakan agar Jan Olde beserta seluruh staf pelatih mendapatkan kesuksesan dalam perjalanan karier berikutnya.

Ucapan tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua belah pihak tetap terjalin dengan baik meski kerja sama telah berakhir.

Mengapa Dewa United Memilih Ganti Pelatih?

Pergantian pelatih sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan dalam dunia sepak bola.

Meski pernah membawa klub meraih hasil positif, performa Dewa United pada musim terakhir dinilai mengalami penurunan.

Beberapa faktor yang kemungkinan menjadi pertimbangan manajemen antara lain:

  • Posisi akhir hanya berada di peringkat ketujuh.
  • Inkonsistensi performa sepanjang musim.
  • Persaingan Super League yang semakin ketat.
  • Target lebih tinggi di kompetisi domestik dan Asia.
  • Kebutuhan menghadirkan ide permainan yang lebih segar.

Dengan target yang terus meningkat setiap musim, perubahan di kursi pelatih dinilai sebagai langkah yang cukup logis untuk memberikan energi baru bagi tim.

Nama Luis Milla Langsung Menguat

Tak lama setelah pengumuman perpisahan dengan Jan Olde, muncul spekulasi mengenai sosok yang akan menjadi pelatih baru Dewa United.

Nama yang paling banyak dibicarakan adalah Luis Milla.

Pelatih asal Spanyol tersebut tentu bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia.

Luis Milla pernah menangani Timnas Indonesia pada periode 2017 hingga 2018 sebelum melanjutkan karier bersama Persib Bandung pada musim 2022 hingga 2023.

Selama bekerja di Indonesia, Milla dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan penguasaan bola, disiplin taktik, serta pengembangan pemain muda.

Karakter tersebut dinilai cukup sesuai dengan proyek jangka panjang yang tengah dibangun Dewa United.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari manajemen terkait siapa pelatih yang akan menggantikan Jan Olde Riekerink.

Luis Milla Dinilai Cocok untuk Dewa United

Jika benar ditunjuk sebagai pelatih baru, Luis Milla diyakini mampu membawa warna berbeda bagi permainan Dewa United.

Beberapa alasan mengapa namanya dianggap ideal antara lain:

  • Sudah memahami kultur sepak bola Indonesia.
  • Berpengalaman melatih klub dan tim nasional.
  • Memiliki filosofi permainan menyerang.
  • Mampu mengembangkan pemain muda.
  • Terbiasa menghadapi tekanan tinggi dalam kompetisi.

Selain itu, pengalaman Luis Milla bersama Persib Bandung membuat proses adaptasinya diperkirakan tidak akan memakan waktu lama.

Hal ini tentu menjadi nilai tambah apabila Dewa United ingin segera membangun kekuatan menghadapi musim baru.

Tantangan Besar Menanti Pelatih Baru

Siapa pun yang nantinya ditunjuk sebagai pelatih Dewa United akan langsung menghadapi tantangan besar.

Ekspektasi terhadap klub kini jauh lebih tinggi dibanding beberapa musim lalu.

Setelah sempat menjadi runner-up dan tampil di kompetisi Asia, target Dewa United bukan lagi sekadar bertahan di papan atas, tetapi juga bersaing memperebutkan gelar juara.

Pelatih baru harus mampu menjaga konsistensi permainan, meningkatkan mental bertanding para pemain, sekaligus membangun skuad yang siap menghadapi jadwal padat sepanjang musim.

Era Baru Dewa United Segera Dimulai

Kepergian Jan Olde Riekerink menandai berakhirnya satu fase penting dalam sejarah Dewa United.

Empat musim yang dilalui bersama telah memberikan banyak pelajaran sekaligus pencapaian bersejarah bagi klub.

Kini, Banten Warriors bersiap membuka babak baru dengan harapan mampu berkembang lebih jauh.

Sementara spekulasi mengenai Luis Milla terus menghangat, para pendukung Dewa United tentu menantikan keputusan resmi manajemen mengenai sosok yang akan memimpin tim pada musim 2026/2027.

Siapa pun pelatih yang terpilih nanti, satu hal yang pasti, Dewa United telah menunjukkan ambisi besar untuk terus menjadi salah satu kekuatan utama dalam sepak bola Indonesia dan bersaing di level Asia.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE